Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Syarat Penerima UHC Semarang Diubah, Wajib Sertakan Surat Keterangan Domisili

Dinas Kesehatan Kota atau DKK Semarang menemukan banyak penerima UHC tidak berdomisili di Kota Semarang.
SHARE
Syarat Penerima UHC Semarang Diubah, Wajib Sertakan Surat Keterangan Domisili
SOLOPOS.COM - Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, Abdul Hakam. (Solopos.com-Ponco Wiyono)

Solopos.com, SEMARANG — Sekitar 107.000 warga Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), rupanya belum terkover program Universal Health Coverage (UHC). Ratusan ribu warga itu pun menjadi target alokasi program UHC pada anggaran perubahan APBD 2022 Kota Semarang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, M. Abdul Hakam, mengatakan anggaran untuk mengkover warga dalam program UHC hingga akhir tahun ini mencapai Rp123 mliar. “Siapa saja yang akan menerima UHC ini? Kami sedang sinkronkan data dengan Dinas Sosial,” ujar Hakam, Senin (26/9/2022).

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

UHC, menurut Hakam, dibiayai APBN dan APBD, atau mandiri. Sejauh ini, warga yang sudah memiliki asuransi kesehatan ini sudah mencapai 98,87 persen, di mana sekitar 107.000 orang di antaranya dibiayai APBD.

“Seleksi penerima UHC ini didasarkan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang ada pada Kementerian Sosial. Sinkronisasi perlu mengingat setiap bulannya DTKS terus mengalami perubahan data,” jelas Abdul Hakam.

Sementara terkait persentase kepesertaan asuransi kesehatan di Kota Semarang, Hakam menyebut ada penurunan dari semula 99,01 persen kini menjadi 98,87 persen.

Baca juga: Selamat! 95,48% Warga Terdaftar JKN, Pemkab Klaten Raih UHC

“Penurunan ini disebabkan karena perubahan data penduduk di Kota Semarang, pada semester pertama 2022 yang semula 1,60 juta jiwa naik menjadi 1,66 juta jiwa,” sambungnya.

Sementara untuk persyaratan penerima UHC yang dibiayai dengan APBD Kota Semarang, dikatakan Abdul Hakam akan diperketat lagi. Ketentuan peserta wajib memiliki KTP Kota Semarang akan ditambah keterangan domisili.

“Baru ada temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan [BPK] terkait dengan adanya penerima UHC yang sudah tidak tinggal di Kota Semarang. Dari penelusuran, didapati yang bersangkutan ber-KTP Semarang tapi tidak berdomisili di sini,” ujar Hakam.

Baca juga: Kapok! Bobol Minimarket di Klaten, 3 Maling Ini Dibekuk Polisi di Semarang

Atas dasar itu, syarat penerima UHC di Kota Semarang akan diubah ke depannya. Jika sebelumnya, penerima UHC hanya wajib menyerahkan KTP dan KK Kota Semarang, nanti ke depan akan ditambah wajib tinggal di Kota Semarang yang ditandai dengan surat pernyataan domisili.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode