Susu Sapi Tingkatkan Risiko Kanker Payudara? Ini Faktanya
Solopos.com|lifestyle

Susu Sapi Tingkatkan Risiko Kanker Payudara? Ini Faktanya

Minum susu sapi setiap hari bisa jadi kebiasaan sejumlah orang agar tubuh sehat.

Solopos.com, SOLO--Susu sapi dikenal sebagai minuman yang menyehatkan karena kandungan kalsiumnya yang memperkuat tulang. Namun penelitian terbaru menyebutkan kebiasaan baik ini bisa tingkatkan risiko kanker payudara.

Bagaimana faktanya? Tips kesehatan kali ini membahas benarkah susu sapi tingkatkan risiko kanker payudara?

Kanker payudara kini telah mengambil alih posisi kanker paru-paru sebagai kanker yang paling sering didiagnosis di dunia. Kanker payudara juga menjadi penyebab utama kematian terkait kanker bagi wanita di banyak negara.

Tapi, studi yang diterbitkan dalam International Journal of Epidemiology mengungkapkan, minum susu sapi secara teratur diketahui meningkatkan risiko kanker payudara wanita hingga 80 persen tergantung pada jumlah yang dikonsumsi. Melansir laman Independent,  beberapa penelitian yang diterbitkan pada 2020 mengidentifikasi bahwa susu sapi menjadi faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengidap kanker payudara.

Baca Juga: Benarkah Ayus Dan Nissa Sabyan Menikah? Begini Jawaban Keluarga

Studi pertama yang mengobservasi 33.780 wanita Swedia sejak 1997, menemukan fakta bawa wanita yang mengonsumsi 300 mililiter susu sapi per hari berisiko sepertiga lebih tinggi untuk mengidap kanker payudara dibandingkan wanita yang tidak mengonsumsi susu.

Studi kedua yang diadakan di Amerika Serikat hasilnya juga tidak jauh beda. Bahkan di sana, para wanita mengonsumsi sekitar 300 mililiter susu per hari memiliki risiko 50 persen lebih tinggi terkena kanker payudara dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi susu.

Kedua studi ini juga menemukan fakta bahwa sebagian besar wanita yang telah menopause, mengidap kanker payudara yang disebabkan oleh estrogen dan disebut sebagai kanker payudara positif reseptor estrogen. Melalui dua studi ini, peneliti hanya dapat menyimpulkan bahwa ada hubungan antara konsumsi susu dan kanker payudara, tapi mereka tidak dapat membuktikan bahwa minum susu dapat menyebabkan seseorang mengidap kanker.

Melihat Studi Biologis

Untuk memahami alasan susu sapi dapat tingkatkan risiko kanker payudara penting untuk melihat studi biologis. Hal ini untuk membantu kita melihat mekanisme mana yang akan terjadi di dalam tubuh.Susu sapi secara alami mengandung stimulan untuk pertumbuhan dan pembelahan sel. Stimulan ini bekerja di dalam tubuh dengan cara meningkatkan kadar faktor pertumbuhan yang disebut IGF1 (faktor pertumbuhan mirip insulin 1).

Untuk memahami alasan susu sapi dapat tingkatkan risiko kanker payudara penting untuk melihat studi biologis (ilustrasi/Freepik)
Untuk memahami alasan susu sapi dapat tingkatkan risiko kanker payudara penting untuk melihat studi biologis (ilustrasi/Freepik)

Baca Juga: Fakta Baru Asal Usul Corona Terungkap Lagi, Ini Temuannya

Studi yang telah dilakukan menunjukan bahwa pada tubuh manusia, peningkatan kadar IGF1 inilah yang sangat berpengaruh dalam peningkatan risiko kanker payudara. Itu pula yang menjadi alasan minum susu dikaitkan dengan risiko kanker payudara yang lebih tinggi.

Menariknya, pada studi lain menunjukan bahwa produk susu fermentasi, seperti yogurt dan keju, tidak meningkatkan risiko seseorang mengidap kanker payudara. Hal ini mungkin terjadi karena faktor perangsang IGF1 yang ada dalam susu hilang dalam proses pembuatan keju dan yoghurt.

Melansir dari laman Prevention, dan laman halodoc, peneliti dari Loma Linda University Health di California, Gary E. Fraser,  menambahkan, mengonsumsi seperempat hingga sepertiga susu sapi per hari dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara sebesar 30 persen. Wanita yang minum hingga satu cangkir per hari, risiko naik hingga 50 persen dan wanita yang minum dua hingga tiga cangkir per hari, risiko meningkat lebih lanjut menjadi 70 hingga 80 persen.

Alasan mengapa kanker payudara bisa dipicu oleh susu sapi adalah kandungan hormon seks dari susu. Kanker payudara pada wanita adalah kanker yang dipicu dari respon hormon. Sekitar 75 persen dari kawanan sapi perah hamil dan menyusui. Bisa disimpulkan, wanita yang minum susu sapi terpapar hormon-hormon tersebut.

Baca Juga: Bepergian Ke Luar Kota Saat Libur Lebaran 2021? Perhatikan Ini

Konsumsi susu dan protein hewani lainnya diduga menjadi penyebab naiknya kadar hormon yang dapat meningkatkan risiko kanker tertentu. Studi dari Nurses’ Health pada2003 menemukan bahwa wanita yang makan dua atau lebih porsi produk susu berlemak tinggi seperti susu murni dan mentega setiap hari memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara sebelum menopause daripada wanita lainnya.

Meskipun ada peluang risikonya, kamu tidak perlu takut minum susu sapi. Pastikan untuk meminumnya tidak terlalu berlebihan atau mengganti susu sapi dengan susu kedelai atau susu almond dan jenis biji-bijian lainnya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago