top ear
Hasil survei Indometer terkait elektabilitas calon presiden. (Antaranews/survei Indometer).
  • SOLOPOS.COM
    Hasil survei Indometer terkait elektabilitas calon presiden. (Antaranews/survei Indometer).

Survei Capres: Prabowo dan Ganjar Bersaing, Giring "Nidji" Salip Mahfud

Prabowo dan Ganjar Pranowo bersaing ketat sebagai capres 2024, sementara Ridwan Kamil dan Anies berpotensi kuat menjadi calon wakil presiden
Diterbitkan Jumat, 16/10/2020 - 16:32 WIB
oleh Solopos.com/Newswire
2 menit baca

Solopos.com, JAKARTA -- Hasil survei Capres 2024 yang dilakukan sebuah lembaga survei menunjukan elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Di mana dalam kurun waktu tiga bulan masih belum terkalahkan. Disusul Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang menempel ketat.

Namun di antara deretan nama dalam survei capres yang dilakukan Indometer tersebut, ada satu nama yang menarik perhatian. Nama Giring "Nidji" berada di bawah Wali Kota Surabaya Tri Rishmaharini dan menyalip Mahfud MD.

Hasil survei Indometer yang dilansir dari Antaranews.com, menunjukkan elektabilitas Prabowo bertengger di angka 16,8 persen. Angka ini melemah dari survei pada bulan Juli 2020 sebesar 17,6 persen.

"Sementara, Ganjar naik dari 15,4 persen menjadi 16,5 persen. Atau menyisakan selisih tipis 0,3 persen saja dengan Prabowo," kata Direktur Eksekutif Survei Indometer Leonard SB dalam siaran persnya, di Jakarta, Jumat (16/10/2020).

Wapres ke-9 RI Hamzah Haz Dirawat di RSPAD, Begini Kondisinya

Pada posisi berikutnya di survei capres tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Keduanya sama-sama mengalami penurunan elektabilitas.

Kang Emil turun dari 11,3 persen menjadi 10,6 persen, sedangkan Anies lebih dalam turunnya dari 10,1 persen menjadi hanya 8,9 persen.

"Prabowo dan Ganjar Pranowo bersaing ketat sebagai capres 2024. Sementara Ridwan Kamil dan Anies berpotensi kuat menjadi calon wakil presiden," katanya.

Nama Giring

Menurut Leonard, figur Prabowo dan Ganjar merepresentasikan koalisi dua partai politik besar yang sedang berkuasa saat ini, yaitu PDIP dan Gerindra.
Masalahnya, apakah PDIP akan mengusung Ganjar ataukah mendorong Puan Maharani pada 2024.

Marissa Haque Sebut UU Cipta Kerja Bikin Murtad

Kenaikan elektabilitas Ganjar dalam survei capres tersebut tidak bisa dilepaskan dari posisinya sebagai Gubernur Jawa Tengah. Di tengah masa pandemi Covid-19 dan ancaman resesi, kepala-kepala daerah menjadi berperan lebih strategis dibanding figur-figur yang menjabat di pemerintahan pusat.

Hal ini pula yang membuat Kang Emil dan Anies tetap mantap pada peringkat ketiga dan keempat, meskipun sedikit melemah. Sementara itu, lanjut Leonard, mantan cawapres Sandiaga Uno juga terus menurun, dari 8,8 persen menjadi hanya 7,7 persen.

Gubernur Jawa Timur Khofidah Indar Parawansa turun sedikit dari 4,1 persen menjadi 3,8 persen, demikian pula dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini turun dari 2,9 persen menjadi 2,1 persen.

Mantan Danjen Kopassus Soenarko Akhirnya Diperiksa Polisi

Di antara pejabat pemerintah pusat, Menteri BUMN Erick Thohir mengalami kenaikan dari 1,8 persen menjadi 2,3 persen. Sedangkan Menko Polhukam Mahfud MD turun sedikit dari 1,4 persen menjadi 1,3 persen dalam survei capres tersebut.

Lalu ada pula ketua umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono yang turun dari 3,3 persen menjadi 2,9 persen. Sementara petinggi PDIP yang juga Ketua DPR Puan Maharani turun dari 1,2 persen menjadi 1,1 persen.

"Tokoh baru yang muncul di survei capres adalah Plt ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring 'Nidji' Ganesha dan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti," katanya seraya menambahkan di antara keduanya, yang paling menarik adalah figur Giring.

 


Editor : Profile Arif Fajar Setiadi
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini