top ear
M Said Didu (Twitter @msaid_didu)
  • SOLOPOS.COM
    M Said Didu (Twitter @msaid_didu)

Surat Said Didu Klarifikasi Video "Luhut Pandjaitan Hanya Pikirkan Uang"

M Said Didu, akhirnya membuat klarifikasi atas pernyataannya dalam video berjudul Luhut: Uang, Uang dan Uang.
Diterbitkan Selasa, 7/04/2020 - 22:18 WIB
oleh Solopos.com/Adib Muttaqin Asfar/Newswire
3 menit baca

Solopos.com, SOLO -- Mantan Sekretaris Menteri BUMN, M Said Didu, akhirnya membuat klarifikasi atas pernyataannya dalam video berjudul Luhut: Uang, Uang dan Uang. Video tersebut dipersoalkan oleh kubu Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Klarifikasi itu disampaikan Said Didu dalam sebuah surat yang dia tulis untuk Luhut Binsar Pandjaitan tertanggal Selasa (7/4/2020). Surat tersebut merupakan balasan terhadap surat dari Luhut pada 4 April lalu.

PDP Virus Corona, Dokter & Pejabat Kemenkes Meninggal Dunia

Dalam surat balasannya, Said Didu menyampaikan 4 poin klarifikasi atas pernyataannya di video tersebut. Poin satu, adalah tentang video yang diunggah di channel Youtube M Said Didu. Menurut Said, video berjudul Luhut: Uang, Uang dan Uang adalah ulasan analisis prioritas kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi corona (Covid-19).

Poin kedua, Said Didu membuat klarifikasi tentang pernyataannya yang menyebut Luhut Pandjaitan hanya memikirkan uang. Said menyebut pernyataan itu merupakan rangkaian tidak terpisahkan dari analisis tersebut. Dia pun menjelaskan alasannya.

Sepi Order, Driver Gojek Dimasukkan Daftar Calon Penerima BLT

Makna pernyataan itu, kata Said, adalah sikap pemerintah yang lebih mengutamakan aspek ekonomi daripada mengatasi pandemi Covid-19. "Bahwa kebijakan pemerintah saat ini lebih mengutamakan kebijakan penyelamatan ekonomi dibandingkan dengan kebijakan mengatasi dampak pandemi corona," tulisnya.

Selain itu, kata dia, Luhut Pandjaitan lebih mengutamakan penyelamatan investasi meski pandemi Covid-19 melanda. Hal itu terkait tugas Luhut sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi.

2.738 Kasus Positif Corona di Indonesia, 50% Ada di Jakarta

Sedangkan pada poin ketiga, Said Didu menuliskan klarifikasi atas pernyataannya yang menyinggung Sapta Marga saat mengkritik Luhut. Menurutnya, itu diucapkan untuk mengingatkan Luhut sebagai jenderal purnawirawan TNI.

"Bahwa 'semoga terbersit kembali sapta marga' merupakan harapan kepada Bapak sebagai purnawirawan TNI. Bahwa dengan jiwa Sapta Marga pasti akan memikirkan rakyat bangsa dan negara," tulis Said Didu.

Diultimatum Jubir Luhut

Terakhir, Said Didu menegaskan kritiknya terhadap Luhut adalah demi mengingatkan aparatur negara. Dia menyatakan kritiknya sama sekali tidak dipengaruhi kepentingan pribadi.

"Sebagai tambahan informasi bagi Bapak Bahwa keterangan saya tersebut jauh dari kepentingan pribadi. Semata-mata karena panggilan nurani untuk memenuhi kewajiban sebagai anak bangsa dalam membangun sistem kehidupan berbangsa dan bernegara yang demokratis," kata dia.

Update: Jumlah Positif Corona Indonesia 2.738, Rekor Tambahan Kasus Baru

Sebelumnya, Said Didu terancam bakal dipolisikan oleh Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Said Didu terancam bakal dipolisikan setelah menyebut, Luhut hanya mementingkan uang daripada memikirkan penanggulangan virus corona Covid-19.

Pernyataan itu disampaikan oleh Said Didu dalam video yang tersebar di YouTube dengan judul MSD: Luhut hanya pikirkan uang, uang, dan uang. Gara-gara video itu, pada Jumat (3/4/2020) lalu juru bicara Luhut, Jodi Mahardi, memberikan ultimatum kepada Said Didu lewat keterangan tertulis.

Ia mengatakan, jika dalam 2x24 jam yang bersangkutan tidak meminta maaf maka kasus akan dibawa ke jalur hukum.

Selama Masa Darurat Corona, ASN Dilarang Mudik

"Bila dalam 2 x 24 jam tidak minta maaf, kami akan menempuh jalur hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku," kata Jodi dilansir Suara.com.

Editor : Profile Adib Muttaqin Asfar
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja


berita terkait