Suporter Persis Solo Gelorakan Gerakan Satu Rumah Satu Bendera Persis
Solopos.com|sport

Suporter Persis Solo Gelorakan Gerakan Satu Rumah Satu Bendera Persis

Suporter Persis Solo menyemangati Persis yang mulai bangun dari tidur panjang dengan gerakan satu rumah satu bendera persis.

Solopos.com, SOLO – Langkah manajemen Persis Solo merekrut para pemain bintang agar promosi ke Liga 1 musim depan direspons antusias suporter. Fans Laskar Sambernyawa menggelorakan gerakan Satu Rumah Satu Bendera Persis menjelang turnamen pramusim Piala Wali Kota Solo dan Liga 2.

Salah satu fans itu adalah Pasoepati Jalur Merah 1923. Mereka membikin bendera mini (mini flag) berlogo Persis Solo. Total seribu mini flag dibuat secara swadaya dengan modal solidaritas antaranggota. Produksi mini flag dilakukan di halaman sebuah kios di Pasar Panggungrejo, Jebres,.

Bendera-bendera itu kemudian dibagikan Jalur Merah secara cuma-cuma pada warga di kawasan Alun-Alun Selatan Keraton Solo dan Dawung, Minggu (13/6/2021) malam.

Spanyol 0-0 Swedia: Matador Sia-Siakan Peluang di Kandang

“Sebenarnya kami bikin seribuan lebih bendera. Cuma beberapa sablonnya rusak karena kehujanan saat dijemur,” ujar Aditya Ence, Ketua Pasoepati Jalur Merah saat berbincang dengan Solopos.com, Senin (14/6/2021).

Kegiatan Jalur Merah menjadi bagian gerakan Satu Rumah Satu Bendera Persis yang belakangan kembali digelorakan di media sosial. Komunitas suporter maupun fans independen gencar memasang bendera Laskar Sambernyawa di rumah maupun ruang-ruang publik untuk menegaskan eksistensi Persis di Soloraya.

Tak hanya mini flag, Jalur Merah turut membagikan 1.000 masker pada warga saat berkegiatan. Sekitar 20 anggota Jalur Merah sambatan (bergotong-royong) untuk menopang gerakan tersebut.

Polandia 1-2 Slovakia: Kejutan! Slovakia Langsung ke Puncak Grup E

Sumbangan Sukarela

Aditya mengatakan produksi bendera plus pembagian masker membutuhkan biaya Rp1,2 juta. “Memang cukup besar, tapi menjadi ringan karena kami putar topi [urunan anggota]. Dari anggota kemarin terkumpul Rp850.000, sisanya ditutup kas organisasi,” terang Adit.

Bukan tanpa alasan Jalur Merah rela merogoh kocek pribadi untuk menghidupi gerakan tersebut. Secara spontan, mereka merasa terpanggil untuk turut menyemangati Persis yang mulai bangun dari tidur panjangnya musim ini.

Adit menilai manajemen baru di bawah Kaesang Pangarep telah all out untuk membawa Persis promosi ke kasta tertinggi. “Kami berharap gerakan Satu Rumah Satu Bendera Persis berkembang dengan skala lebih besar. Meski masih pandemi, bukan berarti suporter tak bisa memberi dukungan bagi klubnya.”

Serangan Jantung, Penyebab Markis Kido Meninggal di Lapangan Bulu Tangkis

Kampanye Satu Rumah Satu Bendera Persis juga mulai direalisasikan Pasoepati Anak Bondo Cupet (Aboncu). Sebanyak 200 bendera berukuran 110 sentimeter kali 90 sentimeter bakal dipajang di penjuru kawasan Joyosuran, Pasar Kliwon, pada 19 Juni 2021, sehari menjelang Piala Wali Kota.

Sesepuh Pasoepati Aboncu, Sapta Oox, mengatakan kebutuhan produksi bendera ditopang dari sumbangan sukarela anggota. “Semoga gerakan ini dapat menjadi motivasi bagi sesama suporter untuk konsisten mendukung Persis.”

Aksi Satu Rumah Satu Bendera turut mendapat perhatian manajemen Persis. Media Officer Persis, Bryan Barcelona, mengapresiasi inisiatif suporter yang menampilkan beragam dukungan untuk Persis.

Markis Kido Berprestasi Tingkat Dunia, PBSI: Pantas Disebut Sang Legenda

Pihaknya bakal berupaya menjawab harapan para fans dengan prestasi musim ini. “Kami merasa tersanjung dan berterima kasih atas dukungan kawan-kawan. Semoga kami bisa membayar kepercayaan itu segera,” ujarnya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago