top ear
Satu Alat Mekanis Multiguna Perdesaan (AMMDes) terparkir di bengkel Kiat Motor Klaten, Selasa (7/1/2020). (Solopos-Ponco Suseno)
  • SOLOPOS.COM
    Satu Alat Mekanis Multiguna Perdesaan (AMMDes) terparkir di bengkel Kiat Motor Klaten, Selasa (7/1/2020). (Solopos-Ponco Suseno)

Sukiyat Bangga Mobil Pedesaan yang Dicetuskannya Diminati Orang Terkaya Afrika

Mobil pedesaan diminati orang terkaya Afrika.
Diterbitkan Kamis, 9/01/2020 - 10:01 WIB
oleh Solopos.com/Ponco Suseno
3 menit baca

Solopos.com, KLATEN -- Terlahir dari kalangan petani telah memberikan inspirasi bagi Sukiyat mencetuskan Alat Mekanis Multiguna Perdesaan (AMMDes). Sebelumnya, pria kelahiran Klaten, 21 September 1959 itu juga lekat dengan Mobil Esemka dan Mahesa.

Mobil Esemka sempat ramai dibicarakan setelah dinaiki Joko Widodo yang saat ini menjadi Presiden Republik Indonesia (RI). Mahesa merupakan alat mekanis yang diperuntukkan bagi petani. Sedangkan, AMMDes termasuk alat mekanis yang diproduksi Astra Group.

Pengalaman sebagai anak petani mengakibatkan Sukiyat mampu mencetuskan AMMDes. Sukiyat merupakan dari anak H. Wiro Mulyono (petani) dan Hj. Wiropati (pengusaha lurik). Pengalaman ayahnya sebagai seorang petani telah menginspirasi Sukiyat mencetuskan AMMDes.

Sukiyat ingin para petani di Tanah Air dapat mengoptimalkan alat mekanis multiguna yang sederhana dan mobile. AMMDes ini mirip mobil. Hingga sekarang, AMMDes telah memiliki berbagai jenis. Yakni AMMDes bak terbuka, bak terbuka dan pompa air, bak terbuka dan pemutih beras, bak terbuka dan selep padi, bak terbuka dan genset. AMMDes diproduksi di Bogor, Jabar.

“AMMDes itu sudah sesuai dengan kebutuhan para petani. AMMDes ini lebih ke alat angkut juga,” kata Sukiyat, saat ditemui solopos.com, di Kiat Motor Klaten, Selasa (7/1/2020).

Sukiyat mengatakan AMMDes diresmikan sekitar tahun 2018. Di saat itu, sudah banyak para petani di Tanah Air yang memesan alat angkut ini. Alat angkut bikinannya dinilai sederhana dan multiguna. Hal itu sangat cocok mendukung kinerja para petani. Terutama saat mengangkut hasil bumi atau pun kegunaan lainnya.

“Saya itu berpikirnya bukan apa yang kau dapatkan tapi apa yang kau persembahkan untuk bangsa dan negara. Kalau tidak bisa membangun jalan besar, buatlah jalan setapak ke mata air,” kata Sukiyat.

Selain digandrungi petani di Tanah Air, ternyata AMMDes juga diminati para calon pembeli dari luar negeri. Salah seorang yang tertarik ingin memborong AMMDes yang dicetuskan Sukiyat, yakni orang terkaya di Afrika, Aliko Dangote. Dangote yang memiliki harta kekayaan hingga Rp145,6 triliun itu ingin membeli 10.000 unit AMMDes untuk dijual di Negeria.

Awal mula ketertarikan Dangote terhadap AMMDes saat berlangsung pameran di kawasan Jakarta, beberapa waktu lalu. Pameran selama dua pekan itu dibantu dari Kementerian Perindustrian yang masih dikomandoi Airlangga Hartarto. Saat itulah, orang terkaya dari Afrika tertarik dengan AMMDes.

“Semua itu juga ada kerja keras dari Kementerian Perindustrian dan Astra. Tak jauh dari waktu itu, ada juga yang berminat membeli dari Timor Leste. Adiknya Xanana Gusmao. Jumlahnya saya tidak hafal, kalau ribuan juga ada. Informasinya, AMMDes juga cocok di sana. Melihat banyaknya yang berminat itu, saya pribadi turut bangga dan senang. Sudah memberi warna juga untuk masyarakat Indonesia,” katanya.

Sukiyat berharap keberadaan AMMDes dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian di perdesaan. Sesuai rencana, produksi AMMDes di tahun 2020 mencapai 15.000-20.000 unit. Sukiyat mengajak ke seluruh generasi muda di Tanah Air untuk terus belajar dan berinovasi. Hingga akhirnya muncul Sukiyat-Sukiyat baru yang dapat dapat memberikan hal terbaik bagi bangsa dan negara.

Baca pula: 3 Beringin Raksasa di Umbul Manten Ditanam Lagi

“Saya itu sama sekali tidak mengira kalau ada orang terkaya di Afrika yang tertarik dengan AMMDes. Makanya saya senang dan bangga. Saya juga berharap inovasi-inovasi akan terus dilajutkan generasi muda. Biar muncul Sukiyat-Sukiyat lain. Prinsipnya itu 3N, yakni nirokke, niteni, nambahi,” katanya.

Editor : Profile Rohmah Ermawati
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja

Iklan Baris

berita terkini