top ear
Panitia menunjukkan pamflet berisi informasi aplikasi Solo Sale berbasis Android saat acara sosialisasi Solo Great Sale (SGS) 2020 di area car free day (CFD) Jl. Slamet Riyadi, Solo, Minggu (19/1/2020). (Solopos/M. Ferri Setiawan)Panitia menunjukkan pamflet berisi informasi aplikasi Solo Sale berbasis Android saat acara sosialisasi Solo Great Sale (SGS) 2020 di area car free day (CFD) Jl. Slamet Riyadi, Solo, Minggu (19/1/2020). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
  • SOLOPOS.COM
    Panitia menunjukkan pamflet berisi informasi aplikasi Solo Sale berbasis Android saat acara sosialisasi Solo Great Sale (SGS) 2020 di area car free day (CFD) Jl. Slamet Riyadi, Solo, Minggu (19/1/2020). (Solopos/M. Ferri Setiawan)Panitia menunjukkan pamflet berisi informasi aplikasi Solo Sale berbasis Android saat acara sosialisasi Solo Great Sale (SGS) 2020 di area car free day (CFD) Jl. Slamet Riyadi, Solo, Minggu (19/1/2020). (Solopos/M. Ferri Setiawan)

Sukarelawan Hadir di Pasar Bantu Pedagang Operasikan Aplikasi SGS Solo Sale

Aplikasi Solo Sale telah diluncurkan pada Minggu lalu.
Diterbitkan Rabu, 22/01/2020 - 08:15 WIB
oleh Solopos.com/Farida Trisnaningtyas
2 menit baca

Solopos.com, SOLO -- Panitia Solo Great Sale (SGS) bakal menyiapkan volunteer atau sukarelawan di sejumlah pasar tradisional untuk membantu para pedagang maupun pembeli mengoperasikan aplikasi Solo Sale.

Hal ini menyusul inovasi yang dilakukan panitia Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Solo dengan membuat aplikasi Solo Sale maupun Solo Sale Tenants untuk mendukung SGS.

Ketua Panitia SGS 2020, Farid Sunarto, mengatakan pada tahun-tahun sebelumnya sukarelawan ini disebar di sejumlah titik input data transaksi maupun penukaran poin.

Kali ini, mereka akan lebih banyak diterjunkan di pasar tradisional.

“Aplikasi ini kami bikin demi mengikuti perkembangan zaman yang serba digital. Boleh dibilang jika di pasar modern, ritel, atau pusat perbelanjaan modern, konsumen banyak yang milenial atau pun lebih melek terhadap teknologi. Dengan begitu, mereka bisa memasukkan data transaksi, mengecek poin dengan sendirinya melalui aplikasi Solo Sale,” katanya, kepada solopos.com, Selasa (21/1/2020).

Adapun di pasar tradisional, tingkat pemahaman dan penggunaan aplikasi tersebut masih minim khususnya di kalangan pedagang . Dengan demikian, para volunteer ini hadir untuk membantu mengunduh aplikasi hingga memasukkan data transaksi, dan sebagainya.

Farid memaparkan sebenarnya cukup mudah untuk mengoperasikan aplikasi berbasis Android Solo Sale. Aplikasi ini bisa diunduh melalui Google Playstore.

Bagi customer, aplikasi yang diluncurkan ke publik pada Minggu (19/1/2020), ini bisa difungsikan sebagai pengganti SGS Card. Sedangkan bagi tenant/merchant ada aplikasi khusus Solo Sale Tenants yang digunakan untuk memasukkan promo maupun diskon hingga mengecek data transaksi.

“Tahun ini semua pasar tradisional ikut. Ini juga sebagai edukasi kepada customer agar semakin melek digital. Di sisi lain, kami optimistis 7.000 tenant bisa ikut serta,” imbuhnya.

Sekretaris Panitia SGS, David R. Wijaya, menambahkan tenant bisa membuat promosi sendiri melalui aplikasi tersebut. Hal ini meliputi diskon maupun harga khusus yang mereka tawarkan hingga desain promosi atau flyer brand mereka.

Selain itu, tak hanya soal diskon dan promo tenant, pada aplikasi itu juga memuat agenda yang berlangsung di berbagai tempat di Solo dan sekitarnya selama SGS berjalan.

Keren! Begini Penampakan Desain Flyover Purwosari Solo

Dalam hal ini pihaknya bersinergi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melalui Dinas Pariwista untuk memasukkan event kalender selama Februari 2020 sebagai pendukung SGS. Misalnya, Gerebeg Sudiro, HUT Kota Solo, dan lain-lain.

Editor : Profile Rohmah Ermawati
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja

Iklan Baris

berita terkini