[x] close
Suka Makanan Bersantan? Segini Batasan Aman yang Boleh Dikonsumsi
Solopos.com|lifestyle

Suka Makanan Bersantan? Segini Batasan Aman yang Boleh Dikonsumsi

Makanan bersantan memang menggoda selera sehingga acap bikin lupa diri.

Solopos.com, JAKARTA--Tak jarang kita harus berinteraksi dengan aneka hidangan bersantan, sehingga sulit kita kontrol jumlahnya. Lalu sebenarnya apakah ada batasannya? Simak ulasannya di tips kesehatan kali ini.

Ada sejumlah makanan bersantan misalnya opor, rendang, dan gulai. Hidangan ini memang terasa sangat menggoda selera, sehingga tak jarang membuat lupa diri.

Nah, sebenarnya ada enggak sih batasan aman makan makanan bersantan ini per hari? Dokter spesialis gizi dr. Amalia Primahastuti, M.Gizi, Sp.GK mengatakan makanan khas Lebaran sebagian besar dibuat menggunakan santan yang mengandung lemak jenuh.

"Lemak jenuh merupakan jenis lemak yang konsumsinya perlu dibatasi, jadi tips aman menyantap hidangan lebaran tersebut adalah dengan tidak berlebihan," kata Amalia kepada seperti mengutip Antara, belum lama ini.

Baca Juga: Begini Tips Terhindar Rasa Bersalah Saat Santap Makanan Lebaran

Dia menjelaskan, santan yang masuk ke dalam golongan lemak jenuh yang perlu dibatasi, yakni kurang dari 7 persen total kalori harian atau sekitar 15 gram lemak dengan perkiraan kebutuhan 2.000 kalori.

"Satu penukar santan [40 gram] mengandung sekitar 9 gram lemak, jadi dalam satu hari konsumsi santan yang aman sekitar 1,5 penukar [60 gram]," katanya.

Salah satu tips menahan diri agar tidak kalap ketika melihat deretan makanan penuh santan adalah dengan memilih satu saja hidangan yang ingin Anda nikmati.

"Bila ada rendang, gulai, dan opor tersaji di meja, maka pilih satu saja yang akan dimakan," kata spesialis gizi yang praktik di RS Pasar Rebo dan RSIA Bina Medika Bintaro.

Yang tak kalah penting dari menahan hawa nafsu untuk menyantap semua jenis hidangan adalah membatasi konsumsi masakan bersantan ini. Makanlah satu kali saja, misalnya hanya untuk sarapan atau makan siang saja. Jangan lupa untuk mengurangi jumlah kuah santan yang diambil. Jika ingin lebih sehat, coba gunakan pengganti santan seperti susu, mulai dari susu skim, susu almond atau susu kedelai, atau bumbu-bumbu seperti kemiri dan jinten, bisa juga krimer yang berserat.

Baca Juga:  Awas! 5 Kebiasaan Lebaran Ini Picu Kenaikan Kolesterol

"Dan jangan lupa tetap konsumsi sayur dan buah."

Bila memang Anda sulit mengontrol porsi makan makanan bersantan, dia menyarankan untuk mengonsumsi buah sebelum makanan berat. Trik itu bisa jadi salah satu cara mengontrol asupan makanan, sebab lambung sudah terisi sebelumnya dengan buah yang kalorinya lebih rendah. Rasa kenyang juga muncul lebih cepat sehingga Anda secara otomatis bisa membatasi asupan makanan yang berkalori tinggi. Anda juga bisa memilih menu-menu yang lebih sehat saat lebaran seperti semur, rawon, sop atau soto.

"Makan terlalu banyak melebihi kebutuhan tubuh [overeating] dan tinggi lemak jenuh dapat meningkatkan proses peradangan di dalam tubuh dan menurunkan fungsi sistem imun. Dampaknya pada kondisi pandemi seperti saat ini adalah bila terinfeksi penyakit Covid-19 maka dapat memperberat gejala penyakitnya," kata dia.

 


Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago