top ear
Pengunjung diwajibkan mencuci tangan sebelum masuk ke Lembaga Pemasyarakat (LP) Kelas IIA Sragen, Selasa (17/3/2020). (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)
  • SOLOPOS.COM
    Pengunjung diwajibkan mencuci tangan sebelum masuk ke Lembaga Pemasyarakat (LP) Kelas IIA Sragen, Selasa (17/3/2020). (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)

Suhu Tubuh Panas, Pengunjung LP Sragen Komunikasi dengan Napi Lewat Video Call

Wabah virus corona membuat semua pihak waspada termasuk LP Sragen.
Diterbitkan Rabu, 18/03/2020 - 18:00 WIB
oleh Solopos.com/Muh Khodiq Duhri
2 menit baca

Solopos.com, SRAGEN – Manajemen Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Sragen meningkatkan kewaspadaan demi menanggulangi masuknya virus corona atau Covid-19 ke sel tahanan dan narapidana.

Sebagai langkah antisipatif, manajemen LP Sragen menambah sejumlah wastafel di lingkungan LP. Wastafel juga terpasang di dekat pintu masuk LP. Semua pengunjung diwajibkan mencuci tangan sebelum dan setelah masuk LP.

Naik Tajam! Jumlah Pasien Positif Corona Indonesia 227, 19 Meninggal Dunia

Kepala LP Kelas IIA Sragen, Yosep B. Yembise, mengakui LP Sragen yang berisi lebih dari 300 warga binaan dan puluhan sipir menjadi salah satu tempat yang potensial pandemi Covid-19. Sama halnya dengan tempat pelayanan publik lain, LP Sragen juga berupaya mencegah masuknya virus corona.

“Selain menambah beberapa wastafel, kami juga berencana mendatangkan alat pendeteksi suhu badan. Bagi pengunjung yang suhu tubuhnya di atas 38 derajat celcius, kami tidak mengizinkan dia masuk untuk membesuk warga binaan,” terang Yosep saat ditemui Solopos.com di kantornya, Selasa (17/3/2020).

“Solusinya, mereka bisa berkomunikasi melalui video call. Kami tidak mengizinkan ada kontak fisik di antara pengunjung dan warga binaan,” sambungnya.

Piala Eropa dan Copa America Resmi Ditunda ke 2021

Apa bila ada napi yang memiliki suhu tubuh di atas 38 derajat celcius, LP Sragen menyiapkan satu ruangan sebagai karantika. Dalam hal ini, LP Sragen akan terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

Salah satu caranya dengan menggelar penyemprotan disinfektan ke setiap sudut sel hingga kamar mandi. “Penyemprotan disinfektan ini perlu dilakukan. Nanti akan kami koordinasikan dulu dengan DKK Sragen terkait kapan waktu yang tepat untuk menyemprotkan disinfektan,” paparnya.

Jumlah Kunjungan

Pada Senin-Kamis, jumlah pengunjung LP rata-rata mencapai 60 orang/hari. Khusus Sabtu, jumlah pengunjung bisa melonjak hingga di atas 100 orang. Khusus Jumat dan Minggu, tidak ada jadwal kunjungan, kecuali pada Minggu pertama tiap bulan yang dikhususkan untuk pembesuk dari kalangan anak sekolah.

“Sementara ini kami tidak membatasi jumlah pembesuk yang masuk LP. Kami juga tidak meniadakan jam berkunjung bagi pembesuk. Kami masih menunggu petunjuk dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM,” jelasnya.

4 Laga Awal Ditunda, Ini Jadwal Lengkap Persis Solo di Liga 2 2020

Ngatmi, 46, salah seorang narapidana mengaku sempat waswas dengan merebaknya virus corona. Dia khawatir virus itu masuk ke dalam LP dan menjangkiti warga binaan.

“Kemarin kami diberi sosialisasi supaya lebih sering mencuci tangan pakai sabun demi mencegah masuknya virus. Kami semua harus bisa menjaga kebersihan badan supaya terhindar dari berbagai macam penyakit,” ucap Ngatmi yang pernah terjerat kasus penggelapan barang berharga itu.

Banner SBBI
Editor : Profile Ahmad Baihaqi
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini