Sudah Sembuh dari Covid-19 Tapi Masih Batuk, Apa Penyebabnya?

Dari penelitian yang dilakukan di Jakarta, 16,85 persen penyintas Covid-19 mengalami batuk pasca sembuh dari virus corona. Apa penyebabnya?
Sudah Sembuh dari Covid-19 Tapi Masih Batuk, Apa Penyebabnya?
SOLOPOS.COM - Ilustrasi batuk. (Freepik)

Solopos.com, SOLO — Kira-kira apa penyebab batuk pasca sembuh dari Covid-19?

PromosiRp8,1 Triliun per Bulan dari "Servis Telinga", Spotify Juaranya

Seperti diketahui, sebagian penyintas Covid-19 kerap mengalami batuk-batuk meski sudah dinyatakan sembuh dan dengan hasil swab negatif.

Baca Juga:  Profil Mooryati Soedibyo, Wong Asli Solo yang Berkeluarga Ningrat

Bahkan, sebuah penelitian di Jakarta menyebutkan batuk menjadi urutan kedua sebesar 16,85 persen sering dialami seseorang pasca sembuh dari Covid-19. Sedangkan di urutan pertama kelelahan, sebesar 30,24 persen.

Menurut dokter spesialis paru RSUD Dr Moewardi Solo, Dr. dr. Yusup Subagio Sutanto, Sp.P(K), FISR, penyebab masih batuk meski sudah sembuh dari Covid-19 dikarenakan alergi.

Baca Juga:  Tenang Kalau Ini Bukan Prank Kok! Sultan dari Riau Sumbang Rp1 Triliun Lebih untuk Indonesia

Ia menegaskan batuk pasca Covid-19 ini muncul karena alergi dan bukan disebabkan masih adanya virus di dalam tubuh seseorang.

“Penyebab [batuk pasca sembuh Covid-19 itu] alergi yang muncul karena penyakit Covid. Bisa jadi Covid sudah sembuh tapi batuknya berkepanjangan. Dan hal ini bisa terjadi 2-3 minggu setelah sembuh. Efeknya, bisa menganggu aktivitas dan juga paru-paru jadi lemah serta gampang infeksi,” ujar dr Yusup saat dihubungi Solopos.com pada Sabtu (7/8/2021).

Baca Juga:  Ahli: Booster Vaksin Tak Efektif Jika Orang Sekitar Belum Divaksinasi

Pengobatan Batuk Pasca Covid-19

Bahkan penelitian di Wuhan, China, awal mula virus corona muncul menyebutkan, waktu munculnya batuk sejak hari pertama sakit dan menetap rata-rata bisa sampai 19 hari. Dan batuk akan muncul hingga empat minggu bahkan lebih.

“Batuk menjadi gejala penting yang menandakan proses akut infeksi Covid-19, namun sekaligus menjadi gejala kronis post infeksi Covid-19,” tambah laki-laki yang juga berprofesi sebagai dosen di Universitas Sebelas Maret atau UNS Solo ini.

Baca Juga:  Panutan! Polisi Solo yang Bantu Kakek-kakek Jualan Koran dan Tisu Dapat Penghargaan

Adapun orang yang berisiko mengalami batuk atau gejala lain meski sudah dari Covid-19 adalah usia lanjut, mempunyai komorbid, derajat penyakit, perawatan dengan terapi oksigen dan perawatan dengan alat bantu napas.

Untuk mengobati batuk pasca Covid-19, perlu dilakukan pemeriksaan fisik langsung oleh dokter sehingga bisa ditangani secara tepat dan cepat.

Baca Juga: Lulusan UNS Solo yang Jadi Publik Figur, Siapa Saja?


Berita Terkait
    Berita Lainnya
    Promo & Events
    Honda Motor Jateng
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago