Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Sudah 11.000 Dosis Vaksin Disalurkan RS Ortopedi Solo

RS Ortopedi dr Soeharso telah menyuntikkan sekitar 11.000 dosis vaksin untuk mendukung percepatan vaksinasi Covid-19.
SHARE
Sudah 11.000 Dosis Vaksin Disalurkan RS Ortopedi Solo
SOLOPOS.COM - Vaksinasi di Rumah Sakit Ortopedi Prof.DR.R. Soeharso Solo, Sabtu (17/7/2021) siang. (Solopos.com/Ika Yuniati)

Solopos.com, SUKOHARJO — Rumah Sakit (RS) Ortopedi Prof.DR.R. Soeharso Solo mendukung percepatan dan perluasan vaksinasi untuk menekan kenaikan kasus Covid-19. Mereka telah melakukan vaksinasi secara masif sejak Januari 2021.

Koordinator Tim Vaksinasi RS Ortopedi Solo, Jaswanto, Sabtu (17/7/2021), mengatakan sampai hari ini sekitar 11.000 dosis vaksin telah mereka berikan kepada para tenaga kesehatan (nakes) maupun masyarakat umum. Vaksin tersebut terdiri dari 1.000 dosis Astrazeneca, serta 10.000 dosis Sinovac.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Jaswanto mengatakan proses penyuntikan vaksin dimulai pada tahap pertama pada Januari 2021 dengan sasaran para nakes. Khususnya pegawai RS Ortopedi Solo. Total ada 800-an nakes yang telah mereka beri vaksin kala itu.

Baca Juga: Impian Sukoharjo Mewujudkan Kabupaten Layak Anak Lewat 10 Inovasi

Vaksinasi dilanjutkan pada tahap berikutnya sesuai dengan stok yang diberikan Kementerian Kesehatan (Kemkes). Program terbaru dimulai 23 Juni lalu sampai Sabtu (17/7/2021). Jaswanto mengatakan penyuntikan vaksin kemungkinan masih akan berlanjut hingga beberapa bulan ke depan.

Sebelumnya target mereka yakni sebanyak 300 vaksin sehari. Kemudian ditambah menjadi 500 vaksin per hari yang diberikan kepada masyarakat luas tanpa syarat domisili Soloraya. Sementara penerima usia minimal 12 tahun hingga lanjut usia (lansia).

Pendaftaran Online

Demi mengurangi kerumunan, RS Ortopedi Solo membuat prosedur pendaftaran online melalui website resmi mereka. Pendaftaran dilakukan setiap kali mendapat stok baru dari Kemkes. Setelah itu para pendaftar bakal mendapatkan jadwal penyuntikan di rumah sakit tersebut.

“Kami membagi beberapa titik, ada ruang tunggu di luar dengan tenda, lalu antre. Setelah disuntik, nanti ada evaluasi 30 menit di luar ruangan juga. Hal ini untuk menghindari kerumunan dan penularan di dalam luar ruangan,” terang Jaswanto.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Anak-Anak Terus Meningkat, RSUD Sukoharjo Sediakan 16 Bed Khusus

Vaksinasi dilakukan oleh nakes yang terbagi dalam empat tim. Setiap tim terdiri atas tiga dokter dan sembilan perawat. Proses vaksin dilakukan setiap Senin-Sabtu mulai pukul 08.30 WIB – pukul 15.00 WIB.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus berupaya mendatangkan vaksin sebagai bentuk percepatan terwujudnya kekebalan kelompok (herd immunity) di Indonesia. Pengadaan vaksin saat ini sudah sampai pada tahap ke-23. Hal itu disampaikan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) melalui laman resmi penanganan Covid-19 yakni Covid19.go.id.

KPCPEN menuliskan bahwa hingga Rabu (14/7/2021) secara total Indonesia telah mendatangkan 137.611.540 dosis vaksin. Baik dalam bentuk bulk maupun sudah jadi. Pemerintah juga menambah target sasaran vaksinasi Covid-19 dari 181,5 juta orang menjadi 208.265.720 orang. Jumlah itu dirasa cukup untuk mencapai herd immunity.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode