Stok Vaksin Covid-19 Indonesia Capai 91,9 Juta Dosis
Solopos.com|news

Stok Vaksin Covid-19 Indonesia Capai 91,9 Juta Dosis

Kementerian Kesehatan atau Kemenkes menyebut stok vaksin Covid-19 hingga saat ini mencapai 91,9 juta dosis.

Solopos.com, SOLO -- Stok vaksin Covid-19 hingga saat ini mencapai 91,9 juta dosis.

Hal tersebut diungkap oleh Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi dalam rilis tertulisnya yang diterima Solopos.com pada Senin (31/5/2021).

Baca Juga: Membaca Kemunculan Ganjarist di Tengah Pusaran Polemik Ganjar vs Puan Maharani

“Sepanjang Mei kemarin, kita sudah menerima tiga kali kedatangan vaksin dari Sinovac sebanyak 2 kali dan AstraZeneca sebanyak 1 kali. Ini menambah jumlah stok vaksin kita total menjadi 91,9 juta dosis," ujar dia.

Dengan stok vaksin Covid-19 yang mencapai 91,9 juta dosis itu, pemerintah bisa melakukan vaksinasi 1 juta dosis per hari.

Baca Juga: Geger Aksi Pemuda Bugil Sambil Berdiri Bonceng Motor di Klaten, Polisi Bertindak Tegas

“Ini sebuah kabar gembira bagi kita semua karena artinya kita dapat meningkatkan upaya penyuntikan menjadi 1 juta dosis per hari sehingga kita dapat mempercepat program vaksinasi dan mengejar kekebalan kelompok. Selain itu, jumlah vaksin yang kita miliki saat ini mendukung pemerintah untuk memperluas sasaran vaksinasi terutama pada kelompok rentan dan usia pralansia 50 tahun ke atas," tambah dia.

Nadia menjelaskan untuk saat ini yang menjadi prioritas vaksinasi Covid-19 adalah kelompok lansia dan pra lansia. Pasalnya, kelompok tersebut memiliki risiko kesakitan dan kematian yang lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lainnya.

Baca Juga: Pembebasan 2 Bangunan Aset Pemkot Solo Hambat Pembangunan Rel Layang Joglo?

Laju Vaksinasi Indonesia Cukup Cepat di ASEAN

Sementara itu, Menteri BUMN, Erick Thohir menyebut dengan stok vaksin Covid-19 sebesar 91,9 juta dosis, laju vaksinasi Indonesia terbilang cukup cepat daripada negara lainnya di ASEAN.

Meski begitu, Erick Thohir berpesan bahwa Indonesia seharusnya belum berpuas diri. Hal ini dikarenakan dibandingkan dengan vaksinasi negara besar lainnya, seperti China dan Amerika Serikat, cakupan vaksinasi Indonesia masih di bawah negara-negara tersebut.

Baca Juga: Susah Sinyal Internet, Sejumlah SMP Karanganyar Terpaksa Umumkan Kelulusan Secara Tatap Muka

“Kita tahu dengan vaksinasi membantu kita mencegah penularan dan kematian akibat Covid-19. Di sisi ekonomi vaksinasi juga akan mempercepat pemulihan ekonomi. Pemerintah sejak awal konsisten dengan program Indonesia sehat, Indonesia bekerja, Indonesia tumbuh,” jelas Erick.

Kementerian BUMN juga terus bekerja keras menghadirkan vaksin Merah Putih. Saat ini pemerintah telah bekerja sama dengan lima universitas dan dua lembaga penelitian untuk segera menghadirkan Vaksin Covid-19 dari dalam negeri.

Baca Juga: Firli Bahuri Ngotot Lantik Jadi ASN KPK

“Kami juga membuka diri bekerja sama dengan pihak-pihak lainnya karena Indonesia ingin memproduksi vaksin sendiri agar tidak selamanya bergantung pada vaksin import. Kerja keras ini bisa kita lihat sampai akhir tahun ini atau tahun depan, apakah kita bisa menghadirkan vaksin Merah Putih atau vaksin kerja sama dengan pihak lain," beber Erick.

Baca Juga:  Oalah Begini To Cara Minum Madu yang Benar



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago