Stok Vaksin Covid-19 di Karanganyar Menipis, Begini Langkah Dinkes
Solopos.com|soloraya

Stok Vaksin Covid-19 di Karanganyar Menipis, Begini Langkah Dinkes

Dinkes Kabupaten Karanganyar mengajukan tambahan vaksin Covid-19 jenis Sinovac untuk menutup kekurangan saat vaksinasi pekan ini.

Solopos.com, KARANGANYAR — Dinkes Kabupaten Karanganyar mengajukan tambahan vaksin Covid-19 jenis Sinovac untuk menutup kekurangan saat vaksinasi pekan ini.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar, Purwati, menuturkan hal itu saat berbincang dengan wartawan di ruang kerjanya, Rabu (14/4/2021). Purwati menyampaikan pihaknya menghubungi Dinkes Provinsi Jawa Tengah untuk meminta tambahan vaksin Covid-19. Persoalannya, sejumlah calon penerima vaksin Covid-19 harus mendapatkan dosis kedua pada Jumat.

Baca Juga: Jelang Semifinal Piala Menpora, Penerangan di Stadion Manahan Ditingkatkan 2 Kali Lipat

“Ada yang akan jatuh tempo vaksin kedua pada 16 April. Vaksin habis, makanya kami minta stok di Provinsi Jateng. Itu untuk lansia maupun pelayan publik,” kata Purwati sembari mengecek data di handphone-nya.

Dia memaparkan total dosis vaksin yang telah disuntikkan kepada masyarakat, yakni 33.238 dosis pada vaksinasi dosis satu dan 24.149 dosis pada vaksinasi dosis dua. Dari jumlah itu, Purwati menghitung Dinkes Karanganyar membutuhkan 373 vial atau setara 3.730 dosis untuk menyelesaikan vaksinasi dosis dua.

“Hla kami mengajukan ke provinsi itu 373 vial tetapi diberikan 320 vial atau 3.200 dosis. Ini [Rabu pagi] diambil. Itu untuk vaksinasi dosis dua semua ya pelayan publik maupun lansia. Itu pun masih kurang kan. Kami belum mulai lagi untuk vaksinasi dosis satu [sasaran baru],” tutur dia.

Masyarakat Harus Sabar

Pada berbagai kesempatan, perempuan berkerudung itu mengharap masyarakat bersabar dan maklum. Belum semua masyarakat yang seharusnya menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 mendapatkan giliran. Salah satu penyebab adalah jumlah vaksin yang didistribusikan ke daerah tidak sesuai kebutuhan. Dia mencontohkan Dinkes Karanganyar mengajukan 13.600 dosis, tetapi hanya dikirimi 8.000 dosis vaksin Covid-19.

Baca Juga: 20 Perusahaan di Boyolali Mulai Rekrut Karyawan Lagi, Ini Daftarnya

“Kami sudah menghitung kebutuhan vaksin. Lalu kami ajukan tetapi yang dikirim tidak sesuai kebutuhan. Cuma dapat berapa begitu makanya menunggu. Saya mendapatkan banyak [pesan] WhatsApp dari lansia. ‘Kapan saya divaksin, saya lansia’. Saya jelaskan untuk menunggu karena jumlah vaksin terbatas dan saat ini masih fokus menyelesaikan vaksinasi dosis dua,” jelasnya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler

Espos Premium
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago