Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Sragen dan Karanganyar Bakal Punya Energi Gas Rawa Akhir Tahun Ini

Warga Sragen dan Karanganyar bakal menikmati energi terbarukan berupa gas rawa alias Biogenic Shallow Gas (BSG) akhir tahun ini.
SHARE
Sragen dan Karanganyar Bakal Punya Energi Gas Rawa Akhir Tahun Ini
SOLOPOS.COM - Kepala Dinas ESDM Jateng, Sujarwanto. (Solopos.com/Andhika Agandhi)

Solopos.com, SEMARANG — Warga Sragen dan Karanganyar bakal menikmati energi terbarukan berupa gas rawa alias Biogenic Shallow Gas (BSG) akhir tahun ini. Sebanyak 25 rumah tangga di masing-masing wilayah menjadi yang pertama memanfaatkan BSG.

Demikian yang disampaikan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng, Sujarwanto, saat ditemui Tim Ekspedisi Energi 2022 Solopos Media Group (SMG) di kantornya, Semarang, Selasa (21/6/2022) siang.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Kegiatan Ekspedisi Energi 2022 digelar SMG selama empat hari mulai Senin (20/6/2022). Ekspedisi energi kali kedua ini didukung PT Adaro Energy Indonesia Tbk, SUN Energy, PT SHA Solo, Pertamina Patra Niaga, PT Geo Dipa Energi, Hyundai, PT Pertamina EP Asset 4 Poleng Field, PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO), Pembangkitan Jawa Bali (PJB), SKK Migas Jabanusa, dan Dinas ESDM Jawa Tengah.

“Di Desa Gabus, Kecamatan Ngrampal, Sragen sudah mulai pengeboran. Desa Krendowahono, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar hampir finis. Dua-duanya akhir tahun ini jadi,” kata Sujarwanto.

Baca Juga: Di Soloraya, Ternyata Wonogiri Punya Paling Banyak Pertashop

Menurut dia, sebanyak 25 rumah tangga di masing-masing wilayah bakal mengikuti uji coba pada akhir 2022. Energi terbarukan tersebut bakal dikembangkan. “Kalau nanti terbukti nanti kami dorong BUMDesnya untuk mengelola,” ungkapnya.

Sujarwanto menjelaskan dinasnya mendayagunakan potensi rawa-rawa purba yang menghasilkan gas. Sudah ada dua lokasi pemanfaatan gas rawa di Jateng, yakni di Desa Pegundungan, Kecamatan Pejawaran; dan Desa Bantar Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara.

“Itu kami utilitas sederhana ternyata mampu untuk 100 rumah tangga per desa memakai energi terbarukan dengan umurnya bisa 20 tahun ke depan,” ungkapnya.

Baca Juga: Api Biru Biogas Membuat Warga Urutsewu Boyolali Tak Lagi Beli Elpiji

Pemanfaatan BSG di Desa Pegundungan diharapkan menjadi spirit desa mandiri energi. Hal itu juga dapat menginspirasi wilayah lain untuk memanfaatkan energi serupa di Jateng.

“Saya senang spirit desa mandiri energi bisa diwujudkan. Di tanah yang kita injak ternyata ada sesuatu yang bisa dimanfaatkan yaitu gas,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, seusai meninjau dan meresmikan separator Biogenic Shallow Gas di Desa Pegundungan melalui laman resmi Pemprov Jateng, Rabu (18/8/2021).

Kepala Desa Pegundungan, Murti, menambahkan, pengelola separator BSG tersebut akan diserahkan kepada BUMDes. Masyarakat dikenai iuran yang jauh lebih hemat, yakni sekitar 50 persen daripada membeli gas elpiji.

Baca Juga: Canggih! Truk Tangki BBM Milik PT SHA Solo Ini Punya Sensor Antikencing

Sebagai informasi, sebelum dibuatkan separator oleh Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, masyarakat di Desa Pegundungan sudah memanfaatkan gas rawa tersebut secara manual. Sementara untuk pembuatan sumur membutuhkan kedalaman sampai delapan meter.

Ekspedisi Energi 2022



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode