top ear
Spanyol mengimpor APD berupa masker bersertifikasi N95 dari China. (Reuters/Jon Nazca)
  • SOLOPOS.COM
    Spanyol mengimpor APD berupa masker bersertifikasi N95 dari China. (Reuters/Jon Nazca)

Spanyol dan Belanda Keluhkan APD Masker dari China

Belanda akhirnya memutuskan untuk menghentikan pemakaian masker tersebut usai diambil kesimpulan jika pada tes kedua, juga diketahui masker tersebut tidak sesuai.
Diterbitkan Senin, 30/03/2020 - 21:45 WIB
oleh Solopos.com/Jafar Sodiq Assegaf
2 menit baca

Solopos.com, SOLO – Spanyol mengeluhkan APD masker dari China usai ditemukan sejumlah barang dalam kondisi tidak layak. Belakangan Belanda mengumumkan penarikan terhadap ratusan ribu masker yang diimpor dari China.

Otoritas Belanda sendiri telah menerima 1,3 juta masker dari Tiongkok pada Sabtu (21/3/2020) lalu. Sebagian dari jumlah itu telah dibagikan kepada penyedia layanan kesehatan yang menangani penyebaran pandemi Covid-19.

Pemkab Sragen Siap Alihkan Anggaran Infrastruktur untuk Corona

"Setelah diperiksa, diketahui jika kualitas masker ini tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan," kata Menteri Kesehatan dilansir Euronews, Senin (30/3/2020).

Belanda akhirnya memutuskan untuk menghentikan pemakaian masker tersebut usai diambil kesimpulan jika pada tes kedua, juga diketahui masker tersebut tidak sesuai.

"Tes kedua juga membuktikan bahwa masker wajah tidak memenuhi standar kualitas yang disyaratkan. Sekarang telah diputuskan untuk menghentikan penggunaan seluruh pengiriman ini," lanjutnya.

6 Cara Ampuh Mencegah Penularan Virus Corona

APD Masker Bersertifikasi dari China

Sementara itu, masker tersebut diklaim memiliki sertifikasi KN95 yang mengindikasikan jika masker mampu menyaring 95 persen partikel.

Dilansir dari media setempat NOS, penarikan itu dilakukan pada 600.000 masker yang telah dibagikan. Sehingga untuk pengiriman berikutnya, Belanda akan melakukan pengujian ekstra.

Belanda bukan satu-satunya negara yang berkomplain terkait kualitas barang dari negeri panda tersebut. Sebelumnya, Spanyol juga telah mengembalikan alat rapid test yang mereka beli dari Tiongkok.

Tambah Lagi, Pemudik ke Klaten Jadi 7.861 Orang

Ahli mikrobiologi Spanyol menyebut alat periksa cepat rapid test yang mereka beli dari Tiongkok rupanya tidak konsisten dalam mendeteksi virus corona. Kesalahan ini diketahui setelah Spanyol menjadi salah satu negara dengan jumlah kasus outbreak terburuk di dunia dengan jumlah kematian hanya satu tingkat berada di bawah Italia.

Banner SBBI
Editor : Profile Jafar Sodiq Assegaf
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini