top ear
Harian Umum Solopos edisi Jumat (21/2/2020).
  • SOLOPOS.COM
    Harian Umum Solopos edisi Jumat (21/2/2020).

Solopos Hari Ini: Supermacet Tanpa Solusi

Harian Umum Solopos edisi hari ini, Jumat (21/2/2020), menyajikan ulasan mengenai kemacetan lalu lintas di Kota Solo.
Diterbitkan Jumat, 21/02/2020 - 09:58 WIB
oleh Solopos.com/Ginanjar Saputra
2 menit baca

Solopos.com, SOLO — Rintik hujan menemani perjalanan warga Soloraya berangkat menuju kantor atau sekolah, Kamis (20/2/2020) pagi. Jalan-jalan di Kota Solo yang biasanya padat dengan kendaraan setelah penutupan perlintasan KA Purwosari, terlihat semakin sesak.

Kemacetan di berbagai lokasi pun tak terhindarkan. Tidak disiplinnya masyarakat dalam berlalu lintas membuat kemacetan semakin parah.

Ulasan mengenai kemacetan lalu lintas di Kota Solo itu menjadi headline pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, Jumat (21/2/2020). Berita tersebut bisa disimak selengkapnya di E-Paper Solopos.

Selain itu, di halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga terdapat kabar utama mengenai perjodohan Yuni-Suroto sebagai calon bupati dan calon wakil bupati Sragen.

Yuni-Suroto dan Perjodohan Pilkada yang Tak Diinginkan

Petahana Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, telah mengantongi rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk maju dalam Pilkada Sragen 2020. Rekomendasi itu melegakan Yuni, panggilannya, yang pernah dipecat sebagai kader PDIP setelah menyeberang ke partai lain saat Pilkada Sragen 2015.

Meski telah direstui Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, Yuni mengaku kaget karena PDIP menduetkannya dengan Suroto, kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sragen. Padahal Yuni sebelumnya menegaskan ingin tetap berpasangan dengan Dedy Endriyatno, petahana Wakil Bupati asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada ulasan mengenai kekecewaan PKS Sragen atas perjodohan Yuni dengan Suroto di Pilkada 2020. Ada pula ulasan mengenai ludesnya tiket kereta api jurusan Solo untuk H-4 Lebaran.

Guyup Rukun Kandas, PKS Kecewa

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sragen kecewa dengan kandasnya koalisi Guyup Rukun yang dibangun pasangan Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Dedy Endriyatno (Yuni-Dedy). Koalisi itu dibangun sejak Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sragen 2015.

PKS mendorong adanya koalisi poros baru dengan partai politik (parpol) lain, seperti Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Nasdem. Kekecewaan PKS tersebut diungkapkan Ketua DPD PKS Sragen Idris Burhanudin saat ditemui wartawan di Kantor DPD PKS, Teguh Jajar, Plumbungan, Karangmalamg, Sragen, Kamis (20/2/2020).

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Tiket KA ke Solo H-4 Lebaran Ludes

Tiket kereta api untuk keberangkatan H-4 Lebaran dari tujuan Stasiun Solo Balapan langsung habis dipesan warga. Padahal penjualan tiket KA untuk bepergian H-4 Lebaran atau 20 Mei 2020 baru dibuka pada Kamis (20/2/2020).

Kepala Stasiun Solo Balapan, Suharyanto, mengatakan tiket mudik dari Jakarta ke Solo khususnya berhenti di Stasiun Solo Balapan dengan KA reguler habis dipesan. "Sesuai prediksi kami, masyakat banyak yang hendak pulang kampung padaH-4 atau H-3, sehingga begitu layanan pemesanan tiket dibuka langsung dibeli," ujarnya kepada Espos, Kamis (20/2/2020).

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.


Editor : Profile Ginanjar Saputra
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini