Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Solopos Hari Ini: Soft Skill Diabaikan

Tingkat pengangguran di kalangan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang tertinggi di antara tingkat pendidikan lain menunjukkan ada masalah serius dalam pendidikan vokasi.
SHARE
Solopos Hari Ini: Soft Skill Diabaikan
SOLOPOS.COM - Harian Solopos edisi Kamis (12/5/2022).


Solopos.com, MADIUN
— Tingkat pengangguran di kalangan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang tertinggi di antara tingkat pendidikan lain menunjukkan ada masalah serius dalam pendidikan vokasi. Salah satunya, pengabaian pendidikan soft skill di SMK.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Wikan Sakarinto, menyebutkan banyaknya lulusan SMK atau sekolah vokasi yang menganggur disebabkan banyak faktor.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Salah satunya adalah pembelajaran di SMK yang terlalu fokus pada kemampuan hard skill dan mengabaikan kemampuan soft skill.

Hal itu dikatakan Wikan seusai Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Lengan Produksi untuk PBI (Problem/Product/Projecet Based Learning) dan Teaching Factory di kampus Politeknik Negeri Madiun (PNM), Rabu (11/5/2022).

Baca juga: Lulusan SMK Banyak yang Nganggur, Dirjen Vokasi: Hanya Fokus Hard Skill

Hard skill adalah kemampuan spesifik seseorang. Sedangkan soft skill adalah kemampuan individu yang mencakup kecerdasan, baik emosional maupun sosial, komunikasi atau berinteraksi dengan individu lain.

Wikan menilai selama ini pembelajaran di SMK terlalu fokus pada hard skill. Sedangkan kemampuan soft skill dan karakter pelajar tidak begitu diperhatikan. Selengkapnya di halaman depan Harian Solopos edisi Kamis (12/5/2022).

Benteng Kartasura jadi Situs Cagar Budaya

SUKOHARJO — SUKOHARJO-Tim Kejaksaan Agung (Kejagung) turun tangan dalam kasus penjebolan benteng eks Keraton Kartasura dengan memeriksa sejumlah saksi. Dalam kesempatan itu, terungkap bahwa benteng, itu telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disdikbud Sukoharjo, Siti Laela, mengaku turut diperiksa oleh tim Kejagung terkait penjebolan benteng. Dia menyatakan kawasan eks Keraton Kartasura telah ditetapkan sebagai benda cagar budaya (BCB) dengan terbitnya surat keputusan (SK) Bupati Sukoharjo pada 28 April 2022.

Sebelumnya, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Sukoharjo telah merampungkan kajian mengenai objek diduga cagar budaya (ODCB). Hasil kajian diserahkan kepada Bupati Sukoharjo, Etik Suryani. Menurut Siti, kawasan eks Keraton Kartasura merupakan situs cagar budaya yang wajib dijaga dan dilindungi sesuai UU No. 11/2010 tentang Cagar Budaya.

Baca juga: Kejagung Periksa Warga terkait Penjebolan Benteng Keraton Kartasura

“Sudah ditetapkan sebagai situs cagar budaya pada 28 April. Ada enam objek di situs kawasan eks Benteng Kartasura seperti benteng, makam, sumur, dan masjid,” kata dia, Rabu (11/5/2022). Kasus penjebolan benteng, kata dia, menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah.

Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menyebut pengawasan terhadap BCB yang tersebar di Kabupaten Jamu bakal ditingkatkan pada masa mendatang. Begitu pula, upaya sosialisasi BCB terhadap masyarakat.

Sosialisasi harus digencarkan agar muncul rasa memiliki untuk merawat dan memelihara benda benda kuno yang bernilai historis tinggi di tengah masyarakat. Selengkapnya di halaman depan Harian Solopos edisi Kamis (12/5/2022).

PKL Dicarikan Tempat di Area CFD

SOLO — Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, akan menyediakan tempat bagi para pedagang kaki lima atau PKL di area Car Free Day (CFD) JI. Slamet Riyadi yang akan dibuka kembali pada Minggu (15/5/2022). Namun, lokasi yang akan disediakan dan bagaimana teknis pengaturannya, menurut dia, masih dibahas Pemkot Solo.

“(Diupayakan) tertampung semua [PKL]. Semua paguyuban [pedagang] sebisa mungkin kami fasilitasi. Tapi sik ya, rapate rung rampung (Tapi nanti dulu ya, rapatnya belum selesai). Zonasi-zonasi itunya lo rung rampung (belum selesai]. Baru dicepakke [disiapkan] di tempat-tempat,” ujar Gibran saat diwawancarai wartawan, Rabu (11/5/2022) sore.

Menurut dia, saat ini konsep atau skenario zonasi pedagang di acara CFD JI. Slamet Riyadi terus dimatangkan. Pembahasan mash terus dilakukan dan diharapkan bisa segera selesai. “Besoklah. Besok seharusnya klir,” kata dia.

Baca juga: CFD Solo Dibuka Lagi, Gibran Pastikan Semua PKL Bakal Dapat Tempat

Disinggung kemungkinan tempat-tempat yang disediakan di kompleks-kompleks perkantoran pemerintah tidak mencukupi, Gibran tidak menampiknya. Namun, menurut dia, Pemkot Solo bisa meminta dukungan pihak swasta. “Kalau tidak cukup nanti saya minta support, misalnya bank-bank swasta di kawasan Jl Slamet Riyadi,” kata dia.

Menurut Gibran, ada beberapa tempat alternatif yang bisa diupayakan di sepanjang JI. Slamet Riyadi, seperti di area parkir Luwes dan kompleks lainnya Gibran menekankan pentingnya saling dukung.

“Kan harus saling support, misalnya ya, parkiran Luwes, atau sampingnya Bank Sukadana itu apa ya, parkiranya Novotel ya? Pokoke saya minta di-support supaya CFD klir dari PKL,” kata dia. Selengkapnya di halaman Soloraya Harian Solopos edisi Kamis (12/5/2022).



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode