Solopos Hari Ini: Kembali Berbagi dengan PKL

Car free day (CFD) JI. Slamet Riyadi, Solo, akan diuji coba besok, Minggu (15/5/2022) pagi. Pedagang kaki lima (PKL) tetap diakomodasi dengan pembatasan dengan alasan kebutuhan untuk menggerakkan ekonomi warga.
SHARE
Solopos Hari Ini: Kembali Berbagi dengan PKL
SOLOPOS.COM - Harian Solopos edisi Rabu (14/5/2022).

Solopos.com, SOLO — Car free day (CFD) JI. Slamet Riyadi, Solo, akan diuji coba besok, Minggu (15/5/2022) pagi. Pedagang kaki lima (PKL) tetap diakomodasi dengan pembatasan dengan alasan kebutuhan untuk menggerakkan ekonomi warga.

Pemerintah Kota Solo akhirnya mengizinkan city walk Jl. Slamet Riyadi untuk lapak pedagang kaki lima (PKL) pada uji coba CFD Solo, Minggu. Namun, ada penyesuaian dalam penempatan PKL, yakni melalui zonasi khusus.

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Heru Sunardi, menjelaskan Pemkot Solo mengadakan CFD tidak hanya untuk olahraga namun sarana menggenjot pemulihan ekonomi. Jalur CFD dalam uji coba pertama terdiri atas sepanjang JI. Slamet Riyadi ditambah separuh Jl. Jenderal Sudirman yakni di sisi timur.

“Terkait isu yang panas atau hangat. Bapak Wali Kota Solo mengizinkan kegiatan CFD diisi PKL, atau orang jualan kuliner, pakaian, maupun mainan,” kata dia saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Balai Kota Solo, Kamis (13/5/2022).

Dia mengatakan city walk diizinkan untuk berjualan bagi PKL yang lokasinya ditentukan dari simpang empat Gendengan sampai Ngapeman. Kapasitasnya bisa menampung 800-an lapak PKL dan diprioritasnya adalah para pedagang lama.

Baca juga: CFD Solo Bisa Tampung 1.118 PKL, Catat Zonasinya

“Pertimbangannya banyak. Dan hasil diskusi banyak pelaku usaha. Kemudian identiknya CFD kalau bisa tertarik dengan kuliner apapun bisa tersedia dekat. Berikutnya, konsep pemulihan ekonomi, kalau di kantong sangat sedikit yang menampung, jumlah transaksinya tak sebesar kalau dekat dengan pelaku CFD,” jelasnya.

Selain itu, Pemkot Solo menvediakan beberapa zona untuk lapak PKL di sejumlah halaman kantor pemerintah maupun fasilitas publik lainnya dengan kapasitas 1.118 PKL. Selengkapnya di halaman depan Harian Solopos edisi Sabtu (14/5/2022).

PMK Ancam Iduladha, Pemerintah Klaim Aman

BOYOLALI — Merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) memicu kekhawatiran terhadap potensi lonjakan harga hewan ternak menjelang Iduladha tahun ini. Meski demikian, pemerintah mengklaim penyakit ini tidak memengaruhi pelaksanaan Iduladha.

Potensi lonjakan harga itu disampaikan Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia (Jappdi), Organisasi itu mencontohkan per 12 Mei 2022 harga daging kambing naik 43% dari sebelumnya Rp70.000 per kg menjadi Rp100.000 per kg.

Adapun harga daging sapi dan kerbau mengalami kenaikan 33% dari harga sebelumnya Rp60.000 per kg menjadi Rp80.000/kg. Begitu pun daging domba yang naik 33% dan harga sebelumnya, dari Rp60.000 per kg menjadi Rp80.000 per kg.

Baca juga: Menteri Pertanian Cek Kondisi Sapi Terjangkit PMK di Boyolali

Ketua DPP Jappadi Asnawi mengatakan jika wabah PMK diumumkan menjelang Ramadan, justru harga daging akan melonjak berkali-kali lipat. “Ketika itu terjadi, untungnya bukan menjelang Ramadan Idulfitri, kalau itu terjadi, wah luar biasa. Harganya akan luar biasa, harga sapinya pun mahal bisa di atas 200.000 saat itu kalau itu diumumkan menjelang Ramadan dan Idulfitri,” ujarnya, Kamis (13/5/2022).

Padahal, dia menduga penemuan PMK bisa saja terjadi pada April tetapi tidak diumumkan. Hal ini dikarenakan strategi pemerintah untuk mengamankan situasi agar pasar tidak panik. “Itu kan menjelang Lebaran kasus pertama. Kalau saat itu juga diumum kan, itu jadi bom waktu buat pemerintah,” terangnya. Selengkapnya di halaman depan Harian Solopos edisi Sabtu (14/5/2022).

Putri Cempo Kekurangan 245 Ton Sampah

SOLO — Solo akan menerima pasokan sampah dari Soloraya untuk operasionalisasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di kawasan Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Putri Cempo. Sampah di TPA Putri Cempo diperkirakan habis diolah dalam waktu lima tahun ke depan.

Untuk mengoptimalkan PLTSa, dibutuhkan lebih banyak sampah untuk diolah menjadi listrik. Kepala Bidang Pengelolaan Sampah & Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo Arthaty Mulatsih menyebut pengoperasian PLTSa di TPA Putri Cempo membutuhkan banyak sampah.

Baca juga: DLH Selektif Terkait Kerjasama Pembuangan Sampah di TPA Putri Cempo

“Wacana tersebut berkaitan dengan adanya PLTSa yang didirikan di TPA Putri Cempo. Sampah yangg dibutuhkan untuk operasional sebanyak 545 ton/hari. Jumlah sampah yang masuk ke TPA sebanyak 300 ton/hari. Karena itu, terdapat kekurangan 245 ton/hari,” ujar Arthaty.

Untuk sementara, kekurangan itu bisa diambil dari sampah lama yang menumpuk di TPA. Namun, gunungan sampah lama itu akan habis dalam waktu lima tahun. Karena itu, Pemkot Solo bekerja sama dengan pemkab sekitar. Ini merupakan simbiosis mutualisme. Selengkapnya di halaman Soloraya Harian Solopos edisi Sabtu (14/5/2022).



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago