Solopos Hari Ini: Jalan Panjang Menuju 2024

Sajian utama Koran Solopos edisi hari ini, Selasa (7/9/2021) adalah tentang persiapan Pemilu dan Pilkada 2024. Tahapan Pemilu sudah akan digelar taun depan.
Solopos Hari Ini: Jalan Panjang Menuju 2024
SOLOPOS.COM - Koran Solopos edisi hari ini, Selasa (7/9/2021). (dok)

Solopos.com, SOLO — Pesta demokrasi terakbar yakni pemilihan umum presiden masih akan digelar dua tahun lagi atau 2024. Begitu pula dengan pemilihan kepala daerah.

Meski demikian, KPU sejak dini sudah bersiap-siap menghadapinya. Karena kemungkinan akan terjadi sejumlah perubahan. Informasi ini yang menjadi sajian utama dalam Koran Solopos edisi hari ini, Selasa (7/9/2021). Berikut cuplikan beritanya:

Jalan Panjang Menuju 2024

JAKARTA-Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengusulkan pemungutan suara pemilihan umum (pemilu) serentak digelar lebih awal pada 21 Februari 2024 dan pemilu kepada daerah (pilkada) pada 27 November 2024. Proses persiapan dimulai pada tahun depan.

Untuk mempersiapkan hajatan politik tersebut, Ketua KPU Ilham Saputra meminta supaya jadwal pemilu serentak 2024 segera disepakati dan ditetapkan. “Terkait persiapan pemilu ini tentu akan lebih baik jika persetujuan untuk menetapkan pemilihan [kepala daerah) dan pemilu ini bisa dipercepat,” kata Ilham dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR, Senin (6/9/2021).

Ilham mengatakan rangkaian pemilihan pada 2024 merupakan kali pertama pemilu dan pemilihan kepala daerah digelar pada tahun yang sama. Karena kompleksnya pemilihan, ada banyak hal yang mesti dipersiapkan KPU.

Baca Juga: Bikin Pestisida Alami, Petani Klaten Hemat Jutaan Rupiah

Dia menjelaskan KPU akan memulai mempersiapkan peraturan perundang-undangan atau Peraturan KPU (PKPU) mulai Januari 2022. Kendati persiapan rancangan aturan untuk tahapan program dan jadwal sudah dimulai dari sekarang, Ilham mengingatkan ihwal perdebatan yang mungkin terjadi dalam penyusunan PKPU tersebut.

“Kalau bicara PKPU kami harus laporkan kepada Bapak Ibu Komisi II. Nah, ini tentu bisa perdebatannya bisa kita diskusikan di situ terkait tahapan program dan jadwal,” kata Ilham.

Sementara itu, berita lain yang bisa Anda simak di Koran Solopos hari ini di antaranya:

Baca Juga: Membedah Very Second, Platform Baca Sejarah Bikinan Siswa Jogja

Masih Yakin di Level 3

SOLO-Pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2-4 pada 7-13 September 2021. Pemerintah Kota Solo optimistis bertahan di Level 3, sedangkan epidemiolog mempertanyakan drastisnya penurunan kasus.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, optimistis bertahan di Level 3 PPKM. Hal tersebut didasari masih stabilnya temuan kasus baru Covid-19. “Kami masih menunggu Instruksi Menteri Dalam Negeri yang menetapkan level PPKM, Selasa (7/9/2021). Informasinya, masih Level 3. Ya, berarti enggak banyak perubahan dibanding pekan lalu. Enggak mungkin kalau naik ke Level 4, masih di Level 3 ya. Doakan semoga menuju Level 2,” kata dia, seusai rapat evaluasi PPKM di Balai Kota, Senin (6/9/2021).

Berdasarkan evaluasi sementara, Gibran menilai sudah cukup baik. Salah satunya pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di beberapa sekolah yang ditinjaunya. Seluruh siswa dan guru antusiasme mengikuti PTM.

“Ada yang muridnya malah sudah divaksin semua. Ini saya yakin aman kok, tadi saya ke PAUD Nur Hidayah, SMP dan TK Warga, aman semua. Murid dan guru antusias baik semua,” bebernya.

Baca Juga: Terlapor Kasus Pelecehan di KPI Mengancam Melaporkan Balik

Poster-Poster Bermunculan

SOLO-Sejumlah poster tempel wheat-paste ditemukan dil sejumlah lokasi strategis di Kota Bengawan, Senin (6/9/2021).

Menurut informasi yang dihimpun Espos, poster berkonten kritikan yang menyasar isu kesehatan di tengah pandemi itu bermunculan sejak sepekan terakhir. Salah satunya di ujung JL. Gatot Subroto yang bertuliskan, “Kinerjanya diperbaiki, bukan kritikannya yang dibatasi.” Poster di pagar besi salah satu toko itu diduga ditempelkan pada malam hari.

“Sudah sepekan lebih ada. Saya setiap hari mangkal di sini dan beberapa waktu lalu tiba-tiba sudah ada. Saya tidak tahu siapa pelakunya karena kemungkinan besar. ditempelnya pada malam hari,” ucap salah seorang pengemudi becak yang juga juru parkir di jalan tersebut, Mardi, 55, kepada Espos, Senin siang.

Berbagai berita pilihan yang dimuat di Koran Solopos Hari Ini bisa Anda simak di Espos Premium.

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago