Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Solopos Hari Ini: Jalan Baru dari Paris

Di Le BHV Marais, salah satu department store terbesar di Prancis, bagian dari jaringan Galeries Lafayette, produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Solo dipamerkan. Upaya itu tak boleh berhenti sampai di pameran.
SHARE
Solopos Hari Ini: Jalan Baru dari Paris
SOLOPOS.COM - Harian Solopos edisi Senin (13/6/2022).

Solopos.com, SOLO — Di Le BHV Marais, salah satu department store terbesar di Prancis, bagian dari jaringan Galeries Lafayette, produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Solo dipamerkan. Upaya itu tak boleh berhenti sampai di pameran.

Pameran bertajuk Java In Paris yang berlangsung sejak Kamis (9/6/2020) itu menjadi terobosan baru menampilkan produk UMKM ke pasar internasional. Meski demikian, upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dalam mendukung UMKM Solo naik kelas dan berdaya saing global melalui pameran di Paris, Prancis, itu diharapkan tak berhenti di sana.

PromosiGelaran B20 di Jawa Timur Fokus pada Rantai Pasok UMKM

Pameran perlu diimbangi kemampuan UMKM dalam meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk. Hal itu disampaikan Guru Besar Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Anton Agus Setyawan.

“Kegiatan itu (pameran di Paris) positif bagi perkembangan UMKM Solo khususnya UMKM yang masuk kelompok ekonomi kreatif. Perlu terobosan seperti itu untuk masuk ke pasar global,” kata dia saat dihubungi Solopos, Minggu (12/6/2022). Anton mengatakan kecepatan dan komitmen masuk ke pasar global yang dilakukan Pemkot Solo sangat baik.

Dia mengingatkan perlunya upaya peningkatan pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas produksi. Selain itu, pelaku UMKM juga harus belajar memenuhi standar kualitas untuk pasar global. “Sehingga dapat memenuhi standarisasi kualitas yang dinginkan oleh para pembeli atau buyer dari Eropa. Secara umum dari luar negeri,” kata dia.

Baca juga: Tiba di Solo dari Paris, Gibran Hadiri Pembukaan Piala Presiden 2022?

Menurut dia, Pemkot Solo bisa mendorong perekonomian lokal dengan meningkatkan ekspor produk-produk ekonomi kreatif. Hal ini akan memicu aktivitas dan pertumbuhan ekonomi lebih berkualitas.

“Artinya, pertumbuhan ekonomi yang disumbang dari kontribusi ekspor itu akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi lebih bertahan lama. Bahasanya sustainable economic growth,” ujar Anton. Menurut Anton, pertumbuhan ekonomi yang berkualitas bisa menciptakan lapangan kerja dan mendorong industri lain yang berkaitan dengan ekonomi kreatif.

“Dihitung dari multiplier effert bisa meningkat tinggi. Ini sebagai langkah awal positif dan harapannya agenda ini bisa dilakukan setiap tahun,” ujarnya. Sebelumnya, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka resmi membuka pameran Java In Paris di Le BHV Marais, Paris, Prancis, Kamis lalu. Selengkapnya di halaman depan Harian Solopos edisi Senin (13/6/2022).

Berharap CFD Bersih dan Ramah

SOLO — Di mana pun, kerumunan massa dalam jumlah besar kerap meninggalkan sampah berceceran. Entah konser musik, pertandingan sepak bola, hingga car free day (CFD), situasinya hampir serupa. Di CFD Solo, petugas kebersihan harus menyapu bersih JI.Slamet Riyadi setiap kali kerumunan berakhir.

Karenanya, tema Solo CFD Rame, Resik, lan Ramah menjadi harapan agar warga mau berubah. Tema itulah yang diusung Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dalam peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-12 Car Free Day (CFD) Kota Solo, Minggu (12/6/2022) pagi.

Sekitar 160 kg sampah yang dibuang sembarangan dikumpulkan warga maupun komunitas yang melakukan aktivitas di CFD, Minggu. Pemkot Solo melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo kembali melakukan kampanye kebersihan kota dengan tajuk Solo Menyapu dan Resik-resik CFD.

Baca juga: Solo Menyapu & Resik-Resik CFD Angkut 160 Kg Sampah Dibuang Sembarangan

Kegiatan itu didukung Solopos Media Group (SMG) dalam rangka menyambut hari ulang tahun (HUT) ke-76 Pemkot Solo dan HUT SMG. Kampanye gerakan penyelamatan lingkungan dilakukan oleh ratusan orang yang tergabung dalam beberapa komunitas.

Mereka berasal dari unsur DLH Pemkot Solo, Alfamart, Candi Elektronik, Hotel Grand Hap, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kusuma Sari, dan Dhaharan Resto. Selain itu, ada PT Otsuka (produsen Pocari Sweat), Rumah Makan Adem Ayem, Hotel Novotel Solo, Enesis (produsen Adem Sari), Alfamidi, Lorin Hotel Solo, Bank Mandiri, Hotel Aston, dan komunitas Earth Hour Solo, Pramuka, dan sejumlah sekolah.

Berbagai komunitas itu bergabung di dua titik, yakni di pertigaan Pengadilan Negeri (PN) Solo dan Gladak. Komunitas melakukan perjalanan dengan membawa atribut ajakan kepada warga untuk menjaga kebersihan lingkungan terutama fasilitas kota. Selengkapnya di halaman depan Harian Solopos edisi Senin (13/6/2022).

Tak Ada SMA Swasta yang Tutup

SOLO — Badan Kerja Sama Kepala Sekolah Menengah Atas (BKS SMA) swasta Solo mencatat jumlah muridpada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun lalu menurun. Namun demikian, tidak ada SMA swasta yang tutup hingga saat ini. Demikian disampaikan salah satu pengurus BKS SMA Swasta Solo, Sutana, kepada Solopos, Minggu (12/6/2022).

Sutana belum bisa memberikan data saat ditanya berapa sekolah yang jumlah siswanya turun. Dia hanya menyebut ada 24 SMA swasta di Kota Bengawan.

“Kami menyampaikan kepada sekolah sejak awal untuk mempromosikan lebih dini melalui berbagai kegiatan atau program unggulan masing-masing. Tapi, yang paling utama sekolah swasta itu memberikan pelayanan prima kepada siswa maupun orang tua,” kata dia.

Baca juga: Tak Ada SMA Negeri, Berikut Daftar SMA Swasta di Pasar Kliwon Solo

Sutana menjelaskan promosi bisa dilakukan melalui media sosial, media massa, dan laman resmi. Adanya program unggulan serta pelayanan terbaik kepada siswa dan orang tua harapannya mampu menarik lulusan SMP.

“Dengan adanya zonasi sebenarnya yang diuntungkan swasta. Tapi, kalau swasta tak memiliki program unggulan yang menarik, siswa SMP dan orang tua siswa tak akan percaya. Peluang kami sebagai sekolah swasta ya dengan program unggulan dan pelayanan prima,” kata Sutana yang juga sebagai Kepala SMA Batik 1 Solo.

Tidak banyak perubahan dalam aturan PPDB SMAN dan SMKN 2022 dibandingkan tahun lalu. Yang berbeda hanya jalur afirmasi. Dulunya jalur itu untuk siswa miskin dan anak tenaga kesehatan. Selengkapnya di halaman Soloraya Harian Solopos edisi Senin (13/6/2022).



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode