top ear
Harian Umum Solopos edisi Sabtu (23/5/2020).
  • SOLOPOS.COM
    Harian Umum Solopos edisi Sabtu (23/5/2020).

Solopos Hari Ini: Cara Baru Berlebaran

Pandemi Covid-19 mengubah tradisi berlebaran umat muslim Indonesia dengan cara baru.
Diterbitkan Sabtu, 23/05/2020 - 08:41 WIB
oleh Solopos.com/Cahyadi Kurniawan
2 menit baca

Solopos.com, SOLO -- Pandemi Covid-19 mengubah tradisi berlebaran umat muslim Indonesia dengan cara baru. Kali ini, masyarakat dianjurkan melaksanakan Salat Id di rumah, tak ada silaturahmi keliling, hingga tidak bersalaman.

Berdasarkan Sidang Isbat (penetapan) awal Syawal 1441 H, Jumat (22/5/2020), ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia berada di posisi ufuk. Dari 80 lokasi pengamatan, semuanya melaporkan tidak melihat hilal.

Menteri Agama, Fachrul Razi, mengatakan berdasarkan hal itu Sidang Isbat secara bulat menyatakan 1 Syawal 1441 H jatuh pada Minggu (24/5/2020).

Fachrul menjelaskan Lebaran kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya lantaran ada sejumlah batasan di tengah pandemi Covid-19. Sejumlah batasan itu yakni menggelar Salat Id di rumah, meniadakan takbir keliling, serta tidak melakukan silaturahmi maupun halalbihalal.

Di Solo, Pemkot memastikan tidak menggelar Salat Id di Halaman Balai Kota maupun di masjid-masjid lainnya. Begitu pula dengan peniadaan takbir keliling.

Terinfeksi Covid-19, Bayi Berusia Dua Hari Meninggal

"Kami mengikuti ketentuan Kementerian Agama dan edaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Takbiran dan salat Idulfitri di rumah. Kalaupun ada yang takbiran di masjid, hanya marbot dan pengurus masjid menggunakan speaker, boleh. Tidak boleh ada pengumpulan massa," kata Sekretaris Daerah Kota Solo, Ahyani.

Di Wonogiri, cara baru berlebaran tak menyurutkan semangat untuk sungkeman kepada orang tua. Kendati demikian, hal itu tak boleh abai protokol kesehatan saat pandemi Covid-19.

"Sungkem kepada orang tua itu wajib. Bagi masyarakat di sini jika tidak melakukan sungkeman seolah peringatan hari raya tidak lengkap atau tidak sah. Tetapi dengan kondisi saat ini warga harus tetap jaga diri dan menerapkan pola hidup sehat," kata Kepala Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri, Sutarmo.

Saat sungkeman dianjurkan tidak saling berjabat tangan, sekadar bertatap muka dan memohon maaf atau saling memaafkan.

Ronde Jago Tepat untuk Bernostalgia di Salatiga

Selengkapnya bisa dibaca melalui Epaper Solopos edisi hari ini.

Pengunjung, Kasir, dan Pedagang Disasar Tes Cepat

Selain cara baru berlebaran, Solopos hari ini juga menyajikan perkembangan terbaru kasus Covid-19 di Kota Solo. Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo mengambil sekitar 300 sampel darah pengunjung, pedanang, kasir, dan juru parkir di 12 pasar tradisional dan pusat perbelanjaan, Jumat (22/5/2020).
Sampel daraha itu akan diuji cepat guna menekan persebaran virus corona penyebab Covid-19 itu.

"Timnya dari Puskesmas. Ini adalah kali kedua rapid test massal menyasar pasar," kata Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih.

Ning, panggilan akrabnya, menjelaskan hasil rapid test itu akan keluar paling cepat pada Jumat malam atau Sabtu pagi. Hal itu bergantung pada kapasitas Laboratorium Kesehatan Daerah.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Epaper Solopos hari ini.

Awas! Lonjakan Arus Balik dari Bandara Adi Soemarmo Solo Usai Idulfitri

Editor : Profile Cahyadi Kurniawan
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja


berita terkait