top ear
Tutup Iklan

Sri Mulyono alias Ustaz Jabrik. (Istimewa)
  • SOLOPOS.COM
    Sri Mulyono alias Ustaz Jabrik. (Istimewa)

Solo Undercover: 7 Kali Dibui Antar Jabrik Jadi Guru Ngaji Part 2: Narkoba Bikin Ingat Salat

Solo Undercover membahas tentang seorang mantan perampok yang menjadi guru ngaji.
Diterbitkan Senin, 2/12/2019 - 18:42 WIB
oleh Solopos.com/Ichsan Kholif Rahman
2 menit baca

Solopos.com, SOLO – Kisah Ustaz Jabrik si mantan preman yang tobat dan menjadi guru agama merupakan bukti nyata roda kehidupan yang terus berputar. Pria bernama asli Sri Mulyono yang pernah tujuh kali dibui itu kini berubah menjadi penceramah dengan nama panggung Ustaz Jabrik.

Bukan hal mudah bagi Sri Mulyono meninggalkan masa kelamnya. Dia sempat mendekam di LP Cipinang, Jakarta Timur, selama empat tahun pada 1988 akibat tiga kali merampok. Dari hasil rampokan itu dia berhasil mengantongi uang Rp64 juta.

Jadi vokalis band

Empat tahun di LP Cipinang Jabrik menemukan jati dirinya sebagai penggemar musik keras. Sebuah ikrar pun ia ucapkan setelah bebas dari LP Cipinang ingin jadi vokalis band. Bebas dari penjara, Jabrik dengan tampilan sangar manggung di berbagai festival musik.

Pakai narkoba

Nahas, dunia musik justru membawanya dalam penyalahgunaan narkotika. Sabu-sabu, ekstasi, dan ganja seolah jadi sahabat yang selalu menemani Jabrik manggung. Lepas dari mulut harimau masuk ke mulut buaya, Jabrik candu narkotika.

Solo Undercover: 7 Kali Dibui Antar Jabrik Jadi Guru Ngaji Part 1

Entah mengapa, ketakutan Jabrik muncul setelah mengonsumsi narkotika. Rasa takut yang pernah hilang dari jiwanya mendadak kembali menyeruak.

“Setiap orang saya kira polisi. Saya seolah diburu orang-orang. Lalu ada teman saya nyeletuk, makannya berpikiran itu yang baik-baik saja nanti jadinya juga baik,” katanya kepada Solopos.com, Kamis (21/11/2019).

Ucapan dari rekannya itu amat menohok bagi Jabrik. Sepanjang hari ia berpikir soal ucapan itu, hingga akhirnya menyimpulkan perbuatan baik yang tidak pernah ia lakukan adalah salat. Jabrik yang saat itu tinggal di Loji Wetan lantas berjalan kaki menuju Masjid Agung Kota Solo untuk menunaikan salat.

Jabrik menjalankan setiap gerakan salat dengan seksama. Seusai salat, Jabrik memutuskan beristirahat sejenak di serambi masjid. Ternyata saat itu sedang ada kajian. Hal yang asing baginya. Namun, telinga Jabrik terus mendengar ceramah khatib yang seolah sedang berbicara langsung dengan Jabrik.

Solo Undercover: 7 Kali Dibui Antar Jabrik Jadi Guru Ngaji Part 1

Apa yang pernah ia lakukan seolah masih ada harapan untuk kembali ke jalan Allah. Momentum itu terjadi pada 2000. Jabrik berniat meninggalkan seluruh kejahatan yang pernah dilakukan. Sejak saat itu. molimo yang pernah jadi hobinya, berganti dengan kegiatan positif berupa salat dan mendengarkan kajian di masjid. Meski salat yang ia tunaikan belum lima waktu.

Aktivitas Jabrik di masjid pun jadi sorotan kawannya sesama pecandu narkoba. Jabrik dianggap sudah gila karena efek narkotika. Berbagai tekanan terus muncul dari rekan Jabrik sesama pecandu bahkan beberapa dari jemaah.

Aktivitas Jabrik di masjid dianggap mencurigakan. Bahkan ada anggapan Jabrik hendak mencuri sepeda motor seperti penyakit lamannya.

Editor : Profile Chelin Indra Sushmita
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja

Iklan Baris

berita terkini