Solo Smart City, Gibran: Orang Masuk Pasar Tak Perlu Bawa Uang Tunai

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka berencana mewajibkan pedagang di seluruh pasar tradisional menerapkan pembayaran nontunai untuk mendorong smart city.
SHARE
Solo Smart City, Gibran: Orang Masuk Pasar Tak Perlu Bawa Uang Tunai
SOLOPOS.COM - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (kiri) melakukan transaksasi digital dengan aplikasi pembayaran kepada pedagang dalam kegiatan Adipati Qris rangkaian Solo Great Sale 2021 di Pasar Gede Solo, Jawa Tengah, Jumat (3/9/2021). (Antara/Maulana Surya)

Solopos.com, SOLO — Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mengungkapkan komitmennya membangun Kota Bengawan sebagai smart city atau kota pintar. Salah satunya dengan optimalisasi perkembangan teknologi atau digitalisasi dalam berbagai aktivitas strategis masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu saat wawancara eksklusif dengan Presiden Direktur (Presdir) Solopos Media Group (SMG), Arif Budisusilo, di Museum Batik Keris Solo, Senin (17/1/2022).

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

“Mindset digital itu memang harus ditanamkan ke semua orang, bukan hanya anak muda. Ibu-ibu di pasar pun mindset-nya sudah harus digital,” ungkapnya. Apalagi, sambungnya, belum lama ini Solo menerima rekor dari Museum Rekor Indonesia (Muri) untuk transaksi digital terbanyak.

Baca Juga: Patut Ditunggu, Gibran Sebut Amazon Web Services Segera Masuk Solo

Rekor itu dicapai karena semua pasar Solo sudah bisa cashless alias tidak lagi mengandalkan pembayaran secara tunai. Ke depan Gibran akan menggalakkan kembali program pembayaran atau transaksi nontunai tersebut untuk mendorong tumbuhnya Solo sebagai smart city.

Bahkan pada momentum yang tepat ia akan mewajibkan semua transaksi secara nontunai di pasar tradisional. “Nanti di suatu momen yang tepat saya wajibkan. Jadi masuk pasar tradisional tidak boleh bawa uang cash,” ujarnya.

Sudah Berjalan 2 Tahun

Namun saat ditanya kapan penerapan kewajiban pembayaran nontunai di pasar tradisional, Gibran menyatakan masih menunggu waktu yang tepat. “Nah ini nunggu dulu. Kita butuh waktu untuk membiasakan diri. Tidak hanya pedagang, tapi pembeli juga. Jadi untuk digitalisasi itu sebenarnya kan untuk memudahkan semua pihak,” katanya.

Baca Juga: Gibran Ingin Sentra IKM Pasar Mebel Gilingan Solo Dibikin Seperti IKEA

Gibran menekankan pentingnya partisipasi semua pihak dalam program atau kebijakan tersebut, maupun program-program lainnya. “Jadi ya tunggu waktunya. Tapi sudah on the track sejauh ini. Kemarin kita sudah dapat rekor Muri sudah senang banget. Ini, sekali lagi, keterlibatan warga ini luar biasa sekali. Kita tunggu waktunya,” urainya

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Solo, Honda Hendarto, saat dimintai tanggapan ihwal program digitalisasi di pasar tradisional untuk mendorong smart city menyatakan kebijakan itu sudah berjalan dua tahun terakhir. Ia justru mempertanyakan bagaimana evaluasi Pemkot Solo terhadap penerapan program itu.

Baca Juga: Eksklusif! Gibran Buka-Bukaan, Siap Jadi Sales demi Kota Solo

Menurut politikus PDIP itu bila memang program pembayaran nontunai di pasar tradisional dinilai bagus, sudah sepantasnya untuk dilanjutkan dan dikembangkan. Sedangkan ihwal mewajibkan pembayaran nontunai di pasar tradisional, Honda menyatakan tidak ada masalah.

Ia di Komisi II DPRD Solo mendukung kebijakan tersebut. Tapi ia mengingatkan ketentuan yang mengharuskan uang retribusi harus masuk ke kas daerah Solo dalam waktu 1 x 24 jam.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago