top ear
Ilustrasi anak sebagai pasien Covid-19. (Freepik)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi anak sebagai pasien Covid-19. (Freepik)

Solo Masih Zona Oranye Risiko Covid-19, Sekolah Belum Boleh Tatap Muka

Pemkot Solo belum akan mengizinkan sekolah menggelar pembelajaran tatap muka. Saat ini, Solo masih berada di zona oranye Covid-19.
Diterbitkan Senin, 10/08/2020 - 07:30 WIB
oleh Solopos.com/Mariyana Ricky P.D
2 menit baca

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo belum berencana mengizinkan sekolah menggelar pembelajaran tatap muka. Saat ini, Solo masih berada di zona oranye atau risiko sedang penularan Covid-19.

Seperti diketahui, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memperbolehkan sekolah melakukan kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka. Kendati begitu, aturan tersebut berlaku untuk daerah zona kuning atau risiko rendah penyebaran virus corona.

Di samping itu, pelaksanaannya pun dilakukan bertahap. Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan wilayahnya termasuk zona oranye dan sempat naik tingkat jadi zona merah pada pekan lalu.

Waduh, Kapolresta Solo Juga Ikut Diserang Saat Lindungi Korban Kericuhan di Mertodranan

Dengan status itu, sekolah di Solo belum memungkinkan untuk menggelar pembelajaran tatap muka. Lonjakan kasus selama dua pekan terakhir pada 12-26 Juli lalu membuat Solo bergelar zona merah atau risiko tinggi.

Kemudian, penurunan kasus pada medio 19 Juli-2 Agustus membuat status risiko turun lagi ke zona oranye atau sedang. Rudy, sapaan akrabnya, menyebut pembelajaran tatap muka berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri.

Masukan Wali Murid

Surat tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran tahun ajaran baru di masa pandemi itu masih mempertimbangkan masukan wali murid atau orang tua siswa dan kepala daerah. Sah-sah saja apabila kepala daerah termasuk Solo menunda pembelajaran tatap muka di sekolah.

Covid-19 Klaster Perkantoran Solo: Selain Inspektorat, Gugus Tugas Juga Tracing Di Disdik

“Izin diberikan untuk zona hijau dan kuning. Namun, tetap minta pertimbangan wali murid dan kepala daerah kan? Kalau saya maunya belajar tatap muka ya terus. Enggak kemudian sudah dibuka, lalu tutup lagi karena ada paparan virus SARS CoV-2. Terus berhentinya lama karena virus. Enggak pas. Pertimbangan saya begitu,” kata dia, kepada wartawan, Minggu (9/7/2020).

Ia menyampaikan aturan tersebut berlaku untuk PAUD, TK, SD, dan SMP di seluruh Solo. Di sisi lain, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo mencatat kasus pertama pada kalangan remaja berumur 15 tahun asal Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, Jumat (7/8/2020) lalu.

Remaja itu diduga tertular di rumah karena menjadi kontak tracing dari pasien dewasa. Sedangkan kasus pada anak di bawah lima tahun sedikitnya tercatat ada enam kasus.


Editor : Profile Suharsih
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com



berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini