top ear
Ilustrasi (Rachman/JIBI/SOLOPOS)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi (Rachman/JIBI/SOLOPOS)

Solo KLB Corona, Okupansi Hotel Karanganyar Anjlok 80%

Okupansi hotel di Karanganyar menurun drastis hingga 80 persen sejak wabah Covid-19 melanda Maret lalu.
Diterbitkan Rabu, 8/04/2020 - 08:28 WIB
oleh Solopos.com/Candra Mantovani
2 menit baca

Solopos.com, KARANGANYAR – Okupansi hotel di Karanganyar menurun drastis sejak wabah Covid-19 melanda Maret lalu. Rata-rata okupansi hotel di Karanganyar turun hingga 80 persen dibandingkan dengan hari sebelum terjadi wabah.

Turunnya okupansi hotel diungkapkan Penasehat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karanganyar, Kawardi, kepada Solopos.com, Senin (6/4/2020).

Bikin Rugi Gara-Gara Corona, China Dituntut Bayar Denda US$6,5 Triliun

Menurut dia, sejak wabah Covid-19 masuk di Soloraya terjadi penurunan jumlah konsumen hotel di Karanganyar hingga 80 persen. Hal tersebut membebani biaya operasioal seperti penggajian karyawan dan lainnya.

"Anjlok jauh sekali okupansinya. Memang tidak ada perintah penutupan dari PHRI pusat, tapi pelanggannya yang tidak ada. Tingkat hunian kamar memang turun sejak saat itu. Tentunya biaya operasional terbebani karena ada karyawan yang harus tetap digaji meskipun tidak ada yang menginap," kata dia.

10 Berita Terpopuler: Pasien Corona Solo Tambah-Keringanan Kredit di Jateng

Menurutnya, sepinya okupansi hotel di Karanganyar juga dipicu banyak destinasi wisata yang ditutup untuk mengantisipasi timbulnya kerumunan massa.

"Karena corona kan akhirnya destinasi wisata ditutup seperti di Grojogan Sewu. Karena ditutup tidak ada kunjungan wisata. Jadinya tidak ada yang menginap," terang Kawardi yang juga pemilik Hotel Wahyu Sari.

Solopos Hari Ini: Tanpa Gejala Corona Lebih Berbahaya

Hal senada juga disampaikakn Marketing Communication Nava Hotel Tawangmangu, Devi Susanti. Ia menjelaskan sejak Solo dinyatakan KLB, Nava Hotel mengalami penurunan okupansi hingga 80 persen.

Bahkan, pada tiga hari pertama penetapan KLB di Solo pihaknya merugi sekitar Rp1 miliar lebih.

Waspada OTG di Solo! Tak Merasa Sakit Tapi Bisa Menularkan Virus Corona

'Kami juga sama turun. Baru tiga hari pertama sudah 1 miliar lebih. Kalau dikalkulasi sampai saat ini sudah banyak sekali kerugiannya. Sebab, dari seluruh kamar yang kami miliki paling hanya 15 persen saja pencapaian satu bulannya," beber dia.

Editor : Profile Cahyadi Kurniawan
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja


berita terkait