top ear
Dinas Tenaga Kerja Kota Madiun memberikan pelatihan kepada para pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi informatika. (Istimewa/Pemkot Madiun)
  • SOLOPOS.COM
    Dinas Tenaga Kerja Kota Madiun memberikan pelatihan kepada para pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi informatika. (Istimewa/Pemkot Madiun)

Smart Economy, Jurus Pemkot Madiun Percepat Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah Kota Madiun telah menerapkan konsep Smart City dalam pembangunan kawasan perkotaan.
Diterbitkan Rabu, 26/02/2020 - 08:05 WIB
oleh Solopos.com/Abdul Jalil
2 menit baca

Solopos.com, MADIUN — Konsep Smart City tengah diterapkan Pemerintah Kota Madiun dalam pengembangan kawasan perkotaan. Berbagai program yang direncanakan dengan beragam aplikasi juga telah disiapkan.

Hal ini supaya konsep Smart City yang selama ini digadang-gadang oleh Wali Kota Madiun, Maidi, bisa terwujud. Salah satu bidang yang diinisiasi dengan pengembangan digital yaitu di bagian perekonomian yakni Smart Economy.

Berbagai program dan sistem informasi yang berkaitan dengan pengembangan perekonomian dan tenaga kerja telah dirancang oleh Pemkot.

Pemkot Madiun Akan Bangun Menara Eiffel dan Kakbah Di Kawasan Ini

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Madiun, Suyoto Haryo Wiyono, mengatakan ada beragam sistem yang akan dirancang dalam program Smart Economy, salah satu konsep besar Smart City.

Dia menuturkan salah satu program itu adalah SIM Industri. Program ini bertujuan untuk melakukan standardisasi produk halal, merek, barcode, SNI, hak cipta, nutrisi, uji kelayakan, perizinan masuk mal, pameran industri, pengembangan produk, dan kerja sama dengan IKM.

“Untuk SIM Industri ini target standardisasinya tahun 2020 ini. Tahap pertama akan ada 25 IKM Kota Madiun yang akan dilakukan standar desain kemasan. Ini bertujuan supaya bisa mempunyai daya saing dan nilai produk lebih,” kata dia, Selasa (25/2/2020).

Pemkot Madiun Gelar Pelatihan 18 Keterampilan Zaman Now Untuk 500 Orang

Suyoto melanjutkan pada tahun ini, Pemkot Madiun juga memfasilitasi para UMKM untuk mengikuti program pameran industri tingkat nasional. Seperti dalam ajang Inacraft, Dekranasda, dan pameran dari Apeksi.

Untuk program pelatihan, lanjut dia, Disnaker Kota Madiun juga melakukan pelatihan pengembangan produk makanan olahan berbasis higienitas. Selain itu, juga ada pelatihan desain furniture berbasis desain ekspor di Jepara.

Setelah produk yang dihasilkan para pelaku UMKM ini terstandar. Pihaknya akan memamerkan produk-produk tersebut dalam website promosi hasil produk industri. Foto-foto produk akan ditampilkan dalam website itu, lengkap dengan info kontak pembelian hasil produk.

Pemkot Madiun Akan Fasilitasi Wartawan untuk Uji Kompetensi

Pihaknya juga akan melakukan monitoring tenaga kerja Indonesia asal Kota Madiun yang ada di luar negeri. Sehingga bisa diketahui masa kerja, urusan kepulangan TKI, permasalahan yang dihadapi, hingga pemberdayaan setelah purna menjadi TKI.

Dengan program-program tersebut, kata Suyoto, diharapkan bisa mendukung dan meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Kota Madiun.

Wali Kota Madiun, Maidi, menuturkan Pemkot telah menggelar evaluasi terkait pelaksanaan Smart City. Dia menilai sejauh ini berbagai program yang mendukung Smart City sudah berjalan secara baik.

“Dengan terwujudnya beberapa tempat berkumpulnya masyarakat itu menjadi bukti bahwa program Smart Branding kita sudah bagus. Ini nanti berdampak pada program smart yang lain,” jelas dia. (ADV)

Banner SBBI
Editor : Profile Kaled Hasby Ashshidiqy
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini