top ear
Cawali Solo, Gibran Rakabuming Raka, 33, menyapa warga Bonorejo, Nusukan, Solo, melalui virtual campaigne box, Sabtu (26/9/2020) sore. (Solopos.com/Kurniawan)
  • SOLOPOS.COM
    Cawali Solo, Gibran Rakabuming Raka, 33, menyapa warga Bonorejo, Nusukan, Solo, melalui virtual campaigne box, Sabtu (26/9/2020) sore. (Solopos.com/Kurniawan)

Sinyal Putus-Putus, Komunikasi Gibran dengan Warga Lewat Kotak Kampanye Virtual Terganggu

Sinyal buruk menjadi kendala komunikasi antara Gibran dengan warga melalui virtual campaign box.
Diterbitkan Sabtu, 26/09/2020 - 20:00 WIB
oleh Solopos.com/Kurniawan
2 menit baca

Solopos.com, SOLOPerangkat virtual campaigne box atau kotak kampanye virtual yang diluncurkan tim pemenangan Gibran Rakabuming Raka masih dalam tahap trial atau uji coba. Alat tersebut diluncurkan di wilayah RW 015 Kampung Bonorejo, Nusukan, Banjarsari, Solo, Sabtu (26/9/2020) sore.

Nantinya alat tersebut bakal menjadi sarana berkomunikasi antara Gibran dengan warga Kota Solo selama masa kampanye menjelang pilkada 2020. Rencananya ada lima virtual campaign box yang bakal diluncurkan.

Sementara ini baru satu yang diluncurkan untuk diuji coba. Ke depan, lima kotak itu akan ditempatkan di lima kecamatan di Kota Bengawan.

“Iya ini baru satu unit dan masih tahap uji coba. Rencananya nanti ada lima kotak kampanye virtual,” ujar Candra Wisnu, teknisi pembuat kotak kampanye virtual untuk Gibran.

Mayat Pria di Selokan Tawangmangu Ternyata Korban Tabrak Lari, Pelaku Berhasil Ditangkap

Catatan penting selama masa uji coba kotak kampanye virtual di Nusukan yakni jaringan Internet yang kurang stabil. Kondisi itu membuat interaksi Gibran yang berada di Posko Griya Segaran Manahan dengan warga sering putus dan mengalami gangguan.

Komunikasi video dan audio melalui perangkat kotak kampanye virtual kerap terjeda atau terhenti.

“Seperti kalau kita telepon pakai seluler HP sok putus-putus sinyalnya. Apalagi ini kami pakai sinyal video dan audio, sehingga sering putus,” urai Candra Wisnu.

Jadi Cawali Rival Gibran di Pilkada Solo, Tukang Jahit Ini Punya Kekayaan Rp1,98 Miliar

Gangguan Sinyal

Menurut Wisnu pihaknya sudah menggunakan jaringan Internet dari provider yang sinyalnya paling besar di Solo. Langkah itu dilakukan agar proses komunikasi virtual antara Gibran dengan warga di kampung bisa berjalan lancar. Namun pada praktiknya masih saja terjadi gangguan komunikasi yang disebabkan sinyal.

“Ternyata ada beberapa blank spot. Seperti saat kita pakai HP kan ada yang sinyalnya gede ada yang kecil. Ini menjadi catatan dan evaluasi kami,” tutur dia.

Kisah Mbah Dalimin, Bakul Kangkung Berusia 80 Tahun di Alkid Solo

Lebih jauh Wisnu menjelaskan kotak kampanye virtual yang baru saja diluncurkan Gibran dibuat menggunakan sejumlah komponen seperti modem internal untuk menangkap sinyal Internet, laptop yang terkoneksi Internet, TV plasma 49 inci, webcam, mikrofon, serta aki.

Sedangkan untuk menghubungkan warga dengan Gibran digunakan aplikasi, bisa Messenger atau video call Whatsapp (WA).

“Dari tampilan di laptop kami perbesar gambarnya dengan menggunakan TV plasma 49 inci,” terang dia.


Editor : Profile Chelin Indra Sushmita
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini