Siapa Saja yang Bisa Alami Reinfeksi Covid-19 Seperti Maia Estianty?
Solopos.com|lifestyle

Siapa Saja yang Bisa Alami Reinfeksi Covid-19 Seperti Maia Estianty?

Maia Estianty alami reinfeksi Covid-19, kok bisa ya?

Solopos.com, JAKARTA–Maia Estianty alami reinfeksi Covid-19. Yang pertama, pelantun Teman Tapi Mesra itu terinfeksi Corona pada Desember 2020.

Maia Estianty mengaku sempat positif lagi untuk kedua kalinya atau reinfeksi Covid-19. Dalam akun YouTube miliknya, MAIA ALELDUL TV, Maia  mengaku terinfeksi lagi setelah memeluk seseorang yang ternyata positif Covid-19. Setelah tahu dirinya positif lagi, ia langsung melakukan isolasi mandiri selama lima hari. Berbeda dengan yang pertama, kali ini Maia mengalami gejala Covid-19 yang tidak terlalu parah.

“Jadi agak sedikit tenggorokan gatal, meski sedikit, tapi itu ada gejala. Belum batuk sih aku, cuma gatal, tapi enggak gatal-gatal banget. Yang aku pikir biasa saja, tapi ternyata itu gejala dari Covid-19,” katanya.

Selain Maia, siapa saja yang bisa mengalami reinfeksi Covid-19? Simak ulasannya di tips kesehatan kali ini.

Baca Juga: 7 Olahraga Penambah Tinggi Badan, Cocok untuk Anak-Anak

Fenomena reinfeksi Covid-19  ini masih sangat jarang terjadi. Tetapi, kemungkinan itu bisa terjadi dan semakin meningkat seiring dengan berlanjutnya pandemi.

Dikutip dari WebMD, seperti virus lainnya, virus Corona juga akan mengalami perubahan. Hal itu bisa mengubah gen virus untuk memungkinkan menyerang sel tubuh.

Perubahan itu bisa membantu virus untuk menghindari sistem kekebalan tubuh. Jika itu benar terjadi, kemungkinan orang yang sudah sembuh dari Covid-19 bisa mengalami reinfeksi Covid-19, terutama yang memiliki respons kekebalan yang lemah. Dikutip dari The BMJ, Kepala Epidemiologi dan Genomik Mikroba di Otoritas Kesehatan Nasional Luksemburg, Joel Mossong, menjelaskan siapa saja yang mungkin bisa mengalami reinfeksi Covid-19.

Berdasarkan pengalamannya, reinfeksi Covid-19 mungkin terjadi pada orang yang mengalami gejala ringan pada infeksi pertama. Hal ini bisa terjadi karena mereka tidak mengembangkan respons kekebalan atau antibodi saat mengalami infeksi sebelumnya.

“Hal ini sama seperti yang berlaku untuk mereka yang mengalami imunosupresi dan tidak akan meningkatkan respons imun terhadap infeksi pertama,” jelasnya.

Seberapa parah gejala yang mungkin dialami?

Sampai saat ini, sebagian besar kasus infeksi ulang atau reinfeksi Covid-19 yang telah dilaporkan lebih ringan dari infeksi yang pertama. Tetapi, ada beberapa kasus yang menjadi semakin berbahaya hingga menyebabkan pasien tersebut meninggal dunia.

“Hampir pasti, kekebalan dari infeksi ringan tidak bertahan lama. Namun, secara seimbang, sebagian besar infeksi kedua akan menjadi jauh lebih ringan karena tingkat memori kekebalan dan mediasi sel,” kata profesor kedokteran di University of East Anglia, Paul Hunter.

Baca Juga: Ini Cara Memperbaiki Toxic Relationship, Mau Coba?

Selaras dengan itu, ahli onkologi dan profesor di Mayo Clinic S Vincent Rajkumar mengatakan meski infeksi ulang mungkin saja terjadi, itu tidak akan lebih parah dari infeksi sebelumnya. Gejala yang muncul mungkin akan sangat ringan, sehingga orang yang mengalaminya tidak sadar kalau dirinya terinfeksi COVID-19 kedua kali.

“Anda mungkin terinfeksi kembali dan gejalanya mungkin sangat ringan, sehingga Anda tidak mengetahuinya,” ujar Rajkumar menambahkan semua orang pada akhirnya tetap harus memakai masker, seperti dikutip dari National Geographic dan melansir detikcom, Sabtu (10/4/2021).

 

 




Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler

Espos Premium
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago