[ X ] CLOSE

Shandy Aulia Sebut Patah Hati Bikin Kurus, Ini Faktanya

Namun sebenarnya efek patah hati seperti diungkapkan Shandy Aulia bukan hanya terhadap berat badan.
Shandy Aulia Sebut Patah Hati Bikin Kurus, Ini Faktanya
SOLOPOS.COM - Shandy Aulia. (Instagram/@shandyaulia)

Solopos.com, SOLO-Shandy Aulia menyebut patah hati bisa bikin kurus lantaran berat badan berkurang drastis. Hal ini diungkapkan pemeran Cinta Itu Buta di Instagram Story-nya @shandyaulia.

Saat bicara tentang efek patah hati bikin kurus itu, Shandy Aulia menyertakan foto timbangan digital. Di timbangan itu tertera angka 46 kg. Namun sayangnya pemeran Rumah Kentang itu tak memberikan gambaran berat badan semula.

“Pagi, timbangan 46 (kilogram). Mau turun berat badan? Coba, deh, patah hati,” tulisnya seperti dikutip dari Suara.com, Kamis (21/10/2021).

Tapi benarkah patah hati benar-benar bisa menurunkan berat badan seperti diungkapkan Shandy Aulia? Psikolog sekaligus pakar stres di New York, dokter Dan Guerra membenarkan jika patah hati bisa menurunkan berat badan, ini karena orang tersebut mengalami stres.

“Yang benar adalah beberapa orang mengalami penurunan berat badan saat stres, dan yang lainnya mengalami penambahan berat badan. Hal ini berkaitan dengan metabolisme tubuh saat memproses stres, secara psikologis,” tutur Guerra mengutip Verywell Fit, Rabu (20/10/2021).

Baca Juga: BTS Jadi Nomine Empat Kategori MTV Europe Music Awards 2021

Berpraktik di tempat yang sama,  dokter Dana Gionta yang menjelaskan bahwa kesedihan dan depresi bisa memperlambat metabolisme tubuh, sehingga tubuh hanya butuh sedikit makanan, yang akhirnya mengubah pola makan karena nafsu makan yang berkurang atau bahkan sama sekali menghindari makan.

Tapi cara ini tidaklah sehat, karena saat patah hati pulih, tubuh akan kembali ke pola makan dan bentuk tubuh yang semula. Di sisi lain, Guerra mengatakan, sangat tidak mungkin mempertahankan pola hidup patah hati yang bisa menurunkan berat badan terus menerus.

Namun sebenarnya efek patah hati seperti diungkapkan Shandy Aulia bukan hanya terhadap berat badan. Ada sejumlah dampak yang mungkin terjadi saat kamu mengalami putus cinta dan patah hati. Berikut ini dampaknya seperti dikutip dari halodoc, Kamis (21/10/2021):

1. Merasa Sakit dan Kecewa

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Neurophysiology menyebutkan, berpisah dengan orang yang kamu sayangi merangsang otak untuk mengirimkan sinyal rasa sakit ke seluruh tubuh. Proses tersebut menimbulkan berbagai gejala putus cinta dan patah hati, seperti rasa sakit, sedih, marah, dan kecewa. Putus cinta dan patah hati bisa menyebabkan sakit kepala, hilangnya nafsu makan, dan susah tidur. Saat putus cinta, kadar hormon bahagia dalam tubuh menurun (dopamin dan oksitosin), tetapi kadar hormon stres meningkat (kortisol).

Baca Juga: Dokter Tirta Ungkap Setidaknya Ada 4 Oknum Bantu Rachel Vennya Lolos

2. Munculnya Respons Fight or Flight

Saat stres akibat putus cinta dan patah hati, tubuh mengeluarkan respons fight or flight. Respons ini mengaktifkan sistem saraf simpatetik dalam otak yang menstimulasi kelenjar adrenalin dan memicu produksi hormon katekolamin guna menyiagakan tubuh untuk mengambil tindakan. Sayangnya, produksi hormon di saat tubuh tidak membutuhkannya justru berdampak negatif pada tubuh. Di antaranya menyebabkan sesak napas, badan pegal-pegal, penumpukan lemak dalam tubuh, dan hilangnya nafsu makan.

Baca Juga: Jadi Artis Muda Terkaya, Ini Sumber Kekayaan Stefan William

3. Munculnya Jerawat dan Rambut Rontok

Sebuah studi tahun 2007 menyebutkan bahwa stres (termasuk akibat putus cinta) adalah salah satu faktor penyebab munculnya jerawat. Stres dapat menyebabkan kerontokan rambut. Alasannya karena produksi hormon akibat stres bisa melonggarkan folikel rambut secara bertahap, menyebabkan helaian rambut rontok saat disisir atau keramas.
Pada beberapa kasus, stres akibat putus cinta bisa memicu trikotilomania, yaitu tindakan mencabut rambut dari kulit kepala. Jika dibiasakan, trikotilomania bisa menyebabkan kerontokan rambut hingga kebotakan.

4. Sindrom Patah Hati

Ini adalah gangguan jantung sementara akibat situasi tertekan atau stres. Sindrom ini memicu kontraksi ringan dari ventrikel kiri dan menyebabkan sensasi tersedak dan secara berlebihan meningkatkan adrenalin. Gejalanya berupa nyeri dada, sesak napas, detak jantung tidak beraturan, dan tubuh terasa lemas. Kabar baiknya, gejala tersebut bisa diobati dan akan pulih dengan sendirinya dalam waktu seminggu.



Berita Terkait
    Promo & Events
    Ekspedisi Ekonomi Digital 2021
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago