Setubuhi Ponakan yang Masih Remaja, Pelaku Sebut Korban Anak Tetangga

Seorang paman melakukan perbuatan bejat dengan menyetubuhi ponakan yang masih berusia di bawah umur, atau remaja.
SHARE
Setubuhi Ponakan yang Masih Remaja, Pelaku Sebut Korban Anak Tetangga
SOLOPOS.COM - Ilustrasi kekerasan seksual terhadap anak. (Freepik)

Solopos.com, TEGAL — Kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di Kota Tegal, Jawa Tengah (Jateng). Kali ini kasus pelecehan seksual itu dilakukan seorang paman terhadap ponakan sendiri yang masih tergolong anak di bawah umur atau remaja.

Anehnya, pelaku tidak mengaku jika korban adalah ponakan sendiri. Ia menyebut korban adalah anak tetangganya.

PromosiCara Meningkatkan Omzet & Performa di Tokopedia, Enggak Sulit Kok!

Pelaku diketahui berinisial R, warga Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal. Pria di Tegal berusia 53 tahun ini melakukan pencabulan terhadap ponakan yang masih berusia 17 tahun.

Baca juga: Sedih! Anak di Tegal yang Dirudapaksa Ayah Kandung Alami Trauma

Kapolres Kota Tegal, AKBP Rahmad Hidayat, mengungkapkan pelaku menyetubuhi korban dengan iming-iming akan memberikan uang. Selain itu, pelaku juga berjanji akan menikahi korban.

“Pelaku juga menjanjikan akan menikahi korban agar korban mau disetubuhi,” ujar Rahmad saat jumpa pers terkait pengungkapan kasus pencabulan atau kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Mapolres Kota Tegal, Senin (15/11/2021).

Ekspedisi Energi 2022

Menurut Rahmad, perbuatan bejat pelaku sudah dilakukan sebanyak lima kali. Salah satunya terjadi pada 28 September 2021 lalu.

“Perbuatan pelaku dipergoki keluarga korban sehingga dilaporkan ke Polres Tegal Kota. Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku ditangkap dan mengakui perbuatannya,” ujar Rahmad, dikutip dari Suara.com.

?Rahmad menyebut pelaku merupakan paman kandung korban. Keduanya tinggal terpisah. Sementara itu, pelaku mengaku khilaf hingga tega menyetubuhi korban sebanyak lima kali. Ia mengaku setiap kali melakukan aksinya selalu melewati pintu belakang rumah korban.

Baca juga: Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual, Akhirnya Gofar Hilman Buka Suara

Pria di Tegal yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan itu juga menyangkal jika korban merupakan ponakan sendiri. Ia justru menyebut korban adalah anak tetangganya. “Dia tetangga saya,” ujar pelaku.

Atas perbuatannya itu, pelaku pun dijerat Pasal 81 ayat 2 juncto Pasal 76E UU Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya penjara sembilan tahun.

Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur ini bukan satu-satunya yang diungkap Polres Kota Tegal sepanjang bulan ini. Sebelumnya, polisi di Tegal juga mengungkap kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, di mana pelaku melakukan rudapaksa terhadap anak kandung sendiri.

Dalam melakukan perbuatan bejatnya pelaku mengancam akan membunuh korban. Akibatnya, korban yang masih berusia 10 tahun mengalami trauma.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago