Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Setor Rp300 Juta ke Investasi Yusuf Mansur, Bambang Merasa Bodoh

Seperti investor lainnya yang merupakan jemaah Masjid Darussalam Cibubur, Bogor, Jawa Barat, Bambang menyatakan terlalu percaya dengan nama besar Ustaz Yusuf Mansur. 
SHARE
Setor Rp300 Juta ke Investasi Yusuf Mansur, Bambang Merasa Bodoh
SOLOPOS.COM - Dua investor batu bara, Zaini Mustofa (kiri) dan Bambang saat diwawancarai JIA TV, beberapa waktu lalu. (Youtube JIA TV)

Solopos.com, JAKARTA — Bambang, salah satu investor bisnis batu bara yang digalang Ustaz Yusuf Mansur mengakui teledor karena menyetor uang Rp300 juta dalam investasi yang belakangan diduga bodong tersebut.

Seperti investor lainnya yang merupakan jemaah Masjid Darussalam Cibubur, Bogor, Jawa Barat, Bambang menyatakan terlalu percaya dengan nama besar Ustaz Yusuf Mansur.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Hal itu membuat mereka tidak melakukan pengecekan layaknya seseorang yang akan berinvestasi kepada pihak lain.

“Ini pelajaran bahwa kalau saudara seiman saja tega seperti ini apalagi yang lain. Padahal kalau dipikir-pikir kok ya goblok gitu, tidak ikut paket yang normal untuk investasi. Tidak mengecek izin usahanya, dokumen pendiriannya, tidak mengecek ke dinas pertambangan setempat, tidak mengecek ke dinas perhubungan laut tentang siapa pengirim batu baranya. Kan harusnya terdokumentasi semua siapa pengirim, siapa pembeli, dari tambang mana, tambang milik siapa. Jujur kami tidak ngecek, pasrah bongkokan,” ujar Bambang dalam wawancara yang diunggah kanal Youtube JIA TV dan dikutip Solopos.com, Kamis (17/2/2022).

Baca Juga: Baca Juga: Sidang Perdana Investasi Batu Bara, Investor: Semoga Yusuf Mansur Hadir

Bambang merasa dirinya sangat bodoh. Sebagai orang yang akan berinvestasi, kata dia, seharusnya dirinya mengecek terlebih dulu dengan detail sebelum menyetorkan uang. Apalagi, uang yang ia setorkan tidak sedikit.

“Saya merasa malu dan bodoh, menyetor uang Rp300 juta. Setor uang begitu besar hanya bermodal kepercayaan. Ini pelajaran berharga buat saya,” ujar pria berusia lebih dari 60 tahun ini.

Bambang mengatakan dirinya terpikat saat Yusuf Mansur melakukan presentasi tentang bisnis tersebut pada suatu hari di tahun 2009.

Nama besar Yusuf Mansur baginya menjadi jaminan bahwa bisnis yang dikelola Direktur PT Adi Partner Perkasa Adiansyah itu benar-benar bermanfaat bagi jemaah masjid.

Meski dirinya tidak kenal sama sekali dengan Adiansyah namun karena sosok tersebut dibawa Yusuf Mansur, dirinya percaya penuh.

Baca Juga: Pasrahkan Masalah Hidup, Yusuf Mansur: Biar Allah yang Beresin

Bambang mengatakan, kebanyakan jemaah masjid yang menjadi investor batu bara berpikir seperti dirinya. Mereka percaya begitu saja dengan bisnis tersebut karena ada sosok Yusuf Mansur sebagai komisaris di PT Adi Partner Perkasa.

“Kami dininabobokan dengan hasil investasi yang satu bulan, dua bulan, empat bulan, lima bulan. Dan di bulan keenam sudah hilang tidak ada kabar,” katanya.

Yang paling tragis, menurut dia, adalah jemaah yang ikut berinvestasi di bagian akhir. Mereka tidak sempat mendapat bagi hasil lantaran investasi tersebut langsung mandek tanpa kabar.

“Yang paling terpukul yang terakhir-terakhir, yang baru masuk bulan keenam dan ketujuh. Belum sempat dapat apa-apa. Kalau yang investasi di awal itu mungkin sudah dapat kira-kira 30 persen dari modal, kan bagi hasilnya 11,3 persen. Ada yang sampai sakit dan meninggal karena memikirkan ini,” katanya.

Baca Juga: Tak Respons Mubahalah, Ini Kata Yusuf Mansur Soal Investasi Batu Bara

Sebelumnya, di kanal Youtube TVOne Ustaz Yusuf Mansur membantah dirinya menggalang investasi batu bara sebagaimana dituduhkan jemaah Masjid Darussalam. Namun Yusuf Mansur mengakui mengembalikan uang sebagian investor.

Yusuf Mansur beralasan mengembalikan uang investor dengan alasan takut karena saat itu dirinya sedang merintis pesantren. Tak tanggung-tanggung, di kanal Youtube Daqu Channel dai kondang itu mengaku mengembalikan uang investor hingga lebih dari Rp23 miliar.

“Transfernya ke mana? Yang disebut ikut investasi itu transfernya ke mana? Nah dulu saya gak pernah ngelayanin dengan kalimat sekarang ini. Kenapa? Tahun 2010 itu saya takut, demi Allah saya takut, baru ngerintis pesantren. Maka setengah mati juga saya ikut nahanin, ikut bayar-bayarin. Lah gara-gara ikut bayar-bayarin saya dianggap ikut nipu, laa ilaha illallah muhamadarrasulullah, allahuma shali ala shali wabarik alaihi,” ujar Yusuf Mansur seperti dikutip Solopos.com dari kanal Youtube TVOne, Minggu (13/2/2022).

Yusuf Mansur menyatakan dirinya tidak pernah menerima uang dari orang-orang yang kini menggugatnya ke pengadilan dengan status sebagai investor proyek batu bara Masjid Darussalam Cibubur.

Baca Juga: Bantah Galang Investasi Tapi Kembalikan Uang, Ini Alasan Yusuf Mansur

“Gagah nih di TV saya ngomong. Pernah lihat saya gak, ketemu saya gak dalam urusan saya nawar-nawari investasi batu bara? Kalau ketemu di ceramah beda dong bos. ‘Ketemu kok dengan si ustaz, itu si ustaz ada orang batu bara kok’. Beda dong bos. Mana tahu juga saya kalau dia (Adiansyah, Direktur PT Adi Partner Perkasa) penipu. Bener-bener saya sewa restoran lalu saya bilang ‘eh ini ada bisnis batu bara bagus, lu ikut’,” lanjut dai bernama kecil Jam’an Nurchotib Mansur itu.

Yusuf Mansur mempersilakan siapapun yang mengaku sebagai investor batu bara dan mempunyai bukti keterlibatannya untuk melapor ke polisi. Dai bernama kecil Jam’an Nurchotib Mansur itu menyatakan akan patuh hukum dan siap menghadapi laporan.

“Kalau sekarang saya gagah. Apa gagahnya? Kalau punya bukti dari yang tiga ini, polisi aja udah,” tandasnya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode