Setiap Hari Pasar Tradisional di Kota Madiun Hasilkan 8 Truk Sampah

Pasar tradisional menjadi penyumbang sampah terbesar harian di Kota Madiun. Rencananya Pemkot Madiun akan mengolah sampah itu jadi kompos sebelum sampai TPA.
Setiap Hari Pasar Tradisional di Kota Madiun Hasilkan 8 Truk Sampah
SOLOPOS.COM - Ilustrasi pengelolaan sampah. (Dok/JIBI/Solopos)

Solopos.com, MADIUN — Sampah masih menjadi persoalan klasik di Kota Madiun. Salah satu penyumbang sampah paling besar di kota yang hanya memiliki 3 kecamatan dan 27 kelurahan itu yakni pasar tradisional.

Setiap hari volume sampah yang dihasilkan dari pasar tradisional mencapai delapan truk. Oleh karena itu, permasalahan banyaknya sampah dari pasar tradisional ini menjadi mendapat perhatian tersendiri.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun, Ansar Rasidi, mengatakan tahun depan seluruh pasar tradisional tidak lagi mengirim sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA). Tetapi, sampah dari pasar akan dikelola menjadi kompos dan didaur ulang.

Baca Juga: 31 Dokter Hewan Cek Kesehatan Ternak Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun, Ansar Rasidi
Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun, Ansar Rasidi. (Madiunpos.com/Abdul Jalil)

“Sampah yang dihasilkan pasar tradisional kita ini cukup banyak. Mencapai 8 kontainer [truk sampah] per hari. Itu sampah yang dihasilkan dari 18 pasar tradisional di Kota Madiun,” kata Kamis (9/12/2021).

Pihaknya akan menyediakan tempat sampah khusus untuk membedakan sampah organik, anorganik, dan residu. Pedagang pasar nanti harus memilah sampah dan membuang nya di tempat sampah tersebut. Setelah ditampung di tong sampah itu, petugas kebersihan akan mengambilnya.

“Konsep ini bisa berjalan ketika pedagang di pasar bisa melakukan pemilahan. Pola kedisiplinan ini yang perlu ditanamkan,” kata dia.

Baca Juga: Jelang Nataru, Gerai Vaksinasi Covid-19 Dibuka Lagi di Madiun

Selanjutnya petugas kebersihan akan memisahkan sampah-sampah tersebut. Sampah organik akan digunakan untuk kompos. Untuk sampah anorganik akan didaur ulang. Sedangkan sampah residu, jika memungkinkan akan diolah, namun ketika tidak memungkinkan bakal dibuang ke TPA.

“Dari hasil pemilahan ini saja, kita kira-kira hanya membuang sampah residu ke TPA sekitar 20%. Itu sampah yang tidak bisa dimanfaatkan,” terang Ansar.

Pemkot bakal menyiapkan komposter untuk pengolahan sampah organik di Pasar Besar Madiun. Sehingga sampah-sampah dari seluruh pasar tradisional akan dibawa ke Pasar Besar untuk diproses di komposter.

Baca Juga: Tragis! Adu Kuat Menyelam, Gadis 12 Tahun di Banyuwangi Meninggal

“Kami dua pekan lalu studi banding dan belajar di Kota Batu terkait pengolahan sampah ini. Kami ingin mempraktikkan pengolahan sampah ini di pasar-pasar. Sehingga sampah yang dikirim ke TPA tidak banyak,” katanya.


Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago