SOLOPOS.COM - Warga negara asing (WNA) berjalan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (13/1/2021).(Antara)

Solopos.com, JAKARTA -- Kedatangan warga negara asing (WNA) dari China di masa larangan mudik mendapat banyak sorotan publik. Setelah beberapa waktu beredar video kedatangan puluhan WNA China, ternyata ada lagi warga Negeri Tirai Bambu itu yang datang ke Indonesia.

Menurut laporan detik.com, setelah ada 85 WNA China masuk Indonesia, kini ada 46 warga China lainnya yang menyusul. Kabar tersebut dibenarkan juru bicara Kementerian Kesehatan, Nadia Wiweko. Berdasarkan informasi, ke-46 WNA China tersebut masuk pada 6 Mei 2021 lewat Bandara Soekarno-Hatta.

Promosi BRI Sambut Baik Keputusan OJK Hentikan Restrukturisasi Kredit Covid-19

"Iya dan mereka sedang isolasi sesuai SE Satgas 8/2021," kata Nadia saat dimintai konfirmasi, Sabtu (8/5/2021).

Nadia mengatakan para WNA China ini diwajibkan menjalani karantina lima hari. Setelah itu, mereka juga harus diuji PCR dengan hasil negatif sebelum bisa keluar dari karantina.

Baca Juga: China Berminat Beli Sarang Burung Walet Indonesia Senilai Rp16 Triliun

Nadia menyebut para WNA China tersebut kini berada di hotel karantina. Dia juga menyampaikan ditemukan dua orang yang positif Corona dari total WNA China yang masuk ke Indonesia.

"Mereka di hotel karantina, kemarin ada dua yang positif dan sudah dirujuk ke hotel isolasi," ujarnya.

Nadia menyebut pihak Kemenkes tidak mengetahui secara pasti berapa total WNA China yang sampai hari ini sudah masuk ke Indonesia.

Pada Selasa (4/5/2021), sebanyak 85 WNA China masuk ke Indonesia. Jika ditotal dengan kedatangan pada 6 Mei lalu, sudah ada 131 WNA China yang masuk ke Indonesia.

Baca Juga: Serbuan Baju Impor China Tak Terbendung, Jutaan Pekerja Tekstil RI Terancam PHK

Carter Pesawat

Untuk diketahui, 85 WNA China tersebut masuk ke Indonesia menggunakan pesawat carter. Selain itu, ada tiga WNI yang tiba di RI dengan pesawat yang sama.

Sebanyak 85 WNA China dan 3 WNI itu tiba di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa pukul 14.55 WIB. Saat tiba, puluhan WNA China dan 3 WNI itu menjalani pemeriksaan oleh pihak KKP Kemenkes.

Kasubdit Karantina Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Benget Saragih, mengungkap sejauh ini ada dua warga negara China yang positif Corona.

"Data kedatangan dari China menggunakan beberapa penerbangan dengan waktu kedatangan yang berbeda. Dari keseluruhan yang sudah dilakukan swab pertama, terdapat dua orang positif tanpa gejala," jelas Benget, Jumat (7/4/2021).

Baca juga: Bukan dari China, Ini Asal Usul Sarang Burung Walet Jadi Kuliner Premium

Pihak Imigrasi juga telah buka suara terkait masuknya para WNA China tersebut. Dirjen Imigrasi Kemenkumham Jhoni Ginting memastikan pihaknya tidak akan mengizinkan para WNA China masuk jika tidak lulus pemeriksaan kesehatan.

"Penanganan setiap warga negara asing yang datang ke Indonesia telah mengikuti aturan Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Petugas Imigrasi tidak akan memberikan izin masuk jika para WNA tidak lulus pemeriksaan kesehatan oleh petugas," kata Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Jhoni Ginting, dalam keterangan tertulis, Jumat.

Kerjakan Proyek Strategis

Dia menegaskan aturan pelarangan masuk bagi WNA selama masa pandemi Covid-19 masih berlaku. Kedatangan para WNA China ke Indonesia hanya diizinkan untuk tujuan esensial. Seperti bekerja di proyek strategis nasional dan objek vital, penyatuan keluarga, bantuan medis dan kemanusiaan, serta kru alat angkut.

"Terkait kedatangan WNA ke Indonesia, kami sampaikan bahwa mereka yang datang telah memperoleh rekomendasi dari instansi terkait dan akan bekerja di proyek strategis nasional, bukan untuk tujuan wisata," ungkap Jhoni.

Baca Juga: Mudik Lokal Dilarang, Pintu WNA Terbuka Lebar

Hingga saat ini, pelarangan masih berlaku untuk WNA yang ingin datang dengan tujuan wisata. Pemerintah juga telah menghentikan sementara pemberian bebas visa kunjungan serta Visa On Arrival (VOA) sejak awal Maret 2020 untuk mencegah lonjakan penyebaran Covid-19.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya