Setahun Pandemi, 156 Perempuan di Jateng Jadi Korban Kekerasan
Solopos.com|jateng

Setahun Pandemi, 156 Perempuan di Jateng Jadi Korban Kekerasan

Selama pandemi Covid-19, kasus kekerasan seksual ini semakin meningkat berupa kekerasan seksual online atau berbasis cyber.

Solopos.com, SEMARANG – Legal Resource Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRCKJHAM) menyebut sekitar 156 perempuan di Jawa Tengah (Jateng) menjadi korban kekerasan seksual selama setahun pandemi Covid-19 berlangsung.

“Data monitoring LRC-KJHAM di Jateng, di tahun 2020 tercatat ada 151 kasus kekerasan terhadap perempuan dengan jumlah korban mencapai 156 orang. Kasus terus meningkat setiap tahunnya,” ujar Kepala Divisi Informasi dan Dokumentasi LRC-KJHAM, Citra Ayu Kurniawati, Selasa (9/3/2021).

Citra menambahkan dari 151 kasus itu, baru sekitar 96 kasus yang ditangani LRC-KJHAM. Jumlah tersebut tergolong meningkat dibanding kasus yang ditangani LRC-KJHAM pada dua tahun sebelumnya.

Pada 2018, LRC-KJHAM menangani sekitar 74 kasus kekerasan terhadap perempuan. Sementara di 2019, jumlah kasus yang ditangani meencapai 84 kasus.

Baca jugaSimpan Sabu di Kandang Ayam, Warga Grogol Sukoharjo Dicokok Polisi

Kasus kekerasan terhadap perempuan, lanjut Citra tersebar di beberapa kabupaten/kota di Jateng. Sebaran paling banyak berada di wilayah Kabupaten Semarang, disusul Kota Semarang, dan Kabupaten Banyumas di peringkat ketiga. Sementara di urutan keempat kasus terbanyak berasal dari Kabupaten Demak, dan urutan kelima ditempati Kabupaten Pekalongan.

Citra menambahkan kasus kekerasan terhadap perempuan paling banyak ditemui di Jateng adalah kekerasan seksual. Bahkan selama pandemi Covid-19, kasus kekerasan seksual ini semakin meningkat berupa kekerasan seksual online atau berbasis cyber.

“Bentuknya [kekerasan seksual online] adalah dengan meminta korban berhubungan seksual, kemudian merekam atau mengambil videonya. Pelaku mengancam menyebar video atau foto, meminta korban berfoto tidak senonoh, dan lain-lain,” tutur Citra.

Baca jugaDuh! Gaji Ribuan Guru Honorer di Karanganyar Belum Cair 3 Bulan Ini

Fenomena Gunung Es

Citra mengatakan kasus kekerasan terhadap perempuan seperti fenomena gunung es yang hanya terlihat sedikit di permukaan. Namun, sebenarnya banyak kasus yang tidak terungkap atau dilaporkan. Terlebih lagi, jika pelaku kekerasan merupakan orang terdekat korban seperti pacar, saudara, teman, hingga keluarga.

“Oleh karena itu, kami mendesak pemerintah untuk segera mengesahkan UU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS). Ini supaya korban kekerasan seksual mendapat payung hukum yang jelas dan lebih terlindungi,” tuturnya.

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago