top ear
Potongan adegan dalam serial Netflix Messiah. (Netflix.com)
  • SOLOPOS.COM
    Potongan adegan dalam serial Netflix Messiah. (Netflix.com)

Serial Messiah Batal Tayang di Netflix Usai Dituding Anti-Islam

Serial Messiah batal tayang di Netflix setelah dituding anti-Islam.
Diterbitkan Sabtu, 28/03/2020 - 11:38 WIB
oleh Solopos.com/Newswire
2 menit baca

Solopos.com, SOLO — Setelah ramai dituding anti-Islam, serial berjudul Messiah akhirnya batal tayang di Netflix. Serial tersebut juga dituding memuat pemicu kebencian pada agama tetentu.

Dilaporkan Detik.com, Sabtu (28/3/2020), Netflix disebut membatalkan penayangan serial tersebut untuk musim keduanya. Salah satu bintang Messiah, Wil Traval, mengungkapkan hal itu melalui akun Instagramnya.

Hari Ini Dari Sejarah: 28 Maret 1854, Inggris-Prancis Perang Lawan Rusia

"Sangat sedih hari ini. Aku baru saja mendapatkan kabar dari Netflix, tak akan ada season ke-2 dari #messiah. Aku ingin mengucapkan terima kasih pada para fan yang sudah mendukung kami. Aku harap hal ini akan berubah," tulisnya.

Pada masa awal penayangannya di Netflix, serial Messiah mendapatkan kecaman dari beberapa negara Islam. Hal itu disebabkan narasi dalam serial tersebut yang dinilai sangat kontroversial.

Pelayanan Pembuatan Paspor di Kantor Imigrasi Solo Dihentikan, Sampai Kapan?

Terlebih, salah satu karakter utamanya yang diperankan Dehbi memakai nama yang menjadi lambang iblis dalam Islam yakni Al-Masih Ad-Dajjal.

Pihak Netflix pun menyebutkan jika serial Messiah adalah karya fiksi dan bukan berniat mencoreng sejarah atau menghina salah satu kepercayaan dan budaya.

"Messiah adalah karya fiksi. Itu tak didasari dari salah satu karakter, figur atau pun agama. Semua program di Netflix memiliki rating dan informasi yang membantu penontonnya untuk memilih apa yang baik untuk disaksikan olehnya dan keluarga," ujar pernyataan resmi Netflix kepada Royal Commision of Jordan.

Perbankan Solo Beri Keringanan Cicilan Kredit UMKM, Ini Langkahnya

Di sisi lain, serial Messiah di Netflix memang mengambil lokasi shooting di banyak tempat dengan pemain yang banyak. Kesulitan shooting di tengah pandemi corona dan imbauan social distancing disebut menjadi batalnya season kedua.


Editor : Profile Ginanjar Saputra
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini