Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Serem! Ini Deretan Kisah Mistis tentang Alas Roban

Berikut kumpulan cerita mistis terkait jalur atau jalan Alas Roban di Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng).
SHARE
Serem! Ini Deretan Kisah Mistis tentang Alas Roban
SOLOPOS.COM - Ilustrasi jalur Alas Roban. (Instagram @explorebatang)

Solopos.com, BATANG — Bagi orang-orang yang tinggal atau sering ke Batang, Jawa Tengah (Jateng) pasti tidak asing lagi dengan nama jalur atau jalan Alas Roban. Jalur Alas Roban merupakan salah satu jalur berupa tanjakan yang curam dan jalan yang berkelok tajam yang berada di kawasan hutan. Rupanya jalur Alas Roban ini menyimpan beberapa cerita mistis yang membuat merinding, bahkan ceritanya sudah menjadi pembicaraan masyarakat umum atau urban legend.

Lantas, cerita mistis apa saja yang menyelimuti Alas Roban ini? Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa pengalaman mistis yang pernah dialami pengguna jalan Alas Roban:

PromosiPromo Menarik, Nginep di Loa Living Solo Baru Bisa Nonton Netflix Sepuasmu!

1. Pengendara Motor Plus

Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak

Pada tahun 2016, seorang pengendara Motor Plus melakukan touring bersama rekannya. Tujuan mereka adalah ke Yogyakarta untuk mengisi waktu libur. Mereka sudah mengetahui cerita-cerita yang beredar tentang Alas Roban. Tetapi karena penasaran dan doa akhirnya mereka nekat memilih jalur tersebut.

Sekitar jam 12 malam, awalnya masih ada satu atau dua mobil dan motor yang lewat, namun lama-kelamaan semakin berkurang. Tak berapa lama mereka berhenti di sebuah warung karena mengantuk. Mereka duduk menikmati kopi dan teh hangat dengan dilayani oleh wanita yang memakai kebaya warna krem dengan wajah yang selalu datar.

Gelagat wanita tersebut sangat aneh karena tidak pernah menengok kearah keduanya. Setelah beberapa menit akhirnya mereka bersiap melanjutkan perjalanan. Tetapi baru sekitar 20 meteran, rekan pengguna Motor Plus mengajak berhenti untuk mengatur ulang GPS miliknya. Ketika berhenti di pinggir jalan dan iseng menengok ke belakang, Mereka langsung lemas sekaligus merinding karena warung tersebut tidak ada.

2. Warung Pecel Lele

Sekitar tahun 2005, ada sebuah keluarga yang ingin menuju Jakarta dari arah Secang melewati Alas Roban. Pada sore hari mereka berangkat dan melewati Alas Roban sekitar pukul 21.00 WIB. Di tengah perjalanan, mobil tersebut menabrak sesuatu dan mereka memutuskan untuk turun memeriksanya.

Mereka melanjutkan perjalanan dengan suasana yang mencengkram dan berhenti di sebuah warung pecel lele. Sebelum masuk ke warung, salah seorang dari keluarga tersebut tidak sengaja menyenggol pasak penunjuk kilometer yang berada di samping warung yang bertuliskan angka 15 namun tidak terjadi apa-apa. Setelah semua masuk warung, tiba-tiba ada seorang wanita yang berdiri di jalan masuk. Padahal dari tadi tidak ada siapapun.

Setelah makan selesai, sekeluarga pun kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanan. Lagi-lagi ada salah satu dari mereka menyenggol tiang penanda kilometer di samping warung tersebut dan tetap tidak terjadi apa-apa. Singkat cerita, saat mereka kembali setelah mudik, mereka melewati Alas Roban kembali. Merasa lapar, mereka memutuskan untuk makan di warung pecel lele yang tempo lalu pernah mereka kunjungi.

Namun ketika sampai di lokasi, mereka dibuat terkejut karena penanda kilometer 15 itu terletak di samping sebuah jurang yang sangat dalam dan tidak ada bangunan apapun. Padahal waktu malam hari, tepat di jurang tersebut, ada warung pecel lele yang dulu mereka singgahi.

3. Bus Hantu Alas Roban

Cerita keberadaan bus hantu jurusan Bekasi-Bandung ini tejadi di tahun 1996. Malam itu seorang pengendara motor melewati kawasan Alas Roban tujuan dari Tegal ke Surabaya. Pukul 12 malam, pengendara tersebut melewati Alas Roban dan bertepatan dengan hujan deras. Kejanggalan mulai terjadi saat kendaraan besar seperti bus mengikuti pengendara motor dari belakang. Bus tersebut bukannya mempercepat lajunya untuk menyalip, malah stabil dengan kecepatan di belakang motor pria itu.

Pengendara motor memberanikan diri untuk menengok ke belakang. Padahal, banyak orang melarang menengok ke belakang saat berada di Alas Roban karena akan mendatangkan hal buruk. Ketika pengendara motor tersebut menengok ke belakang, yang dia lihat adalah bus usang terlihat seperti bus tahun 70-an.

Tidak hanya itu, kondisi bus pun terlihat sangat seram dengan penerangan yang tentunya samar-samar. Melihat hal tersebut, ia pun mempercepat laju motornya. Tapi, bus tersebut juga terus mengikutinya. Sampai suatu saat, bus tersebut tancap gas dan menabrak pengendara motor. Tapi, bukannya kecelakaan yang terjadi, melainkan bus itu menembus tubuh pria tersebut dan setelah itu menghilang entah ke mana.

4. Bus Mogok di Warung Gaib

Kejadian ini dirasakan oleh seorang lelaki bernama Biyan yang saat itu akan mudik menggunkan bus di tahun 2017. Keanehan dimulai saat ia sedang salat. Ia merasa ada yang meniup telinganya. Saat iktidal, Biyan melihat ada kepala terbalik menempel di belakang jok penumpang di depannya. Wajah kepala ini berantakan. Mulutnya menyeringai. Sangat lebar. Seperti robek sampai ke bagian telinga. Sontak ia berteriak dan ditenangkan oleh kernet bus.

Pukul 01.00 WIB, di tengah perjalanan membelah Alas Roban, bus mengalami masalah. Sopir mengarahkan bus ke pinggir jalan. Ketika Biyan menoleh ke kiri, ada 5 bocah berdiri di pinggir bus. Kondisi mereka mengerikan. Tubuhnya tidak utuh.Ada yang otaknya kelihatan karena separuh batok kepalanya terpenggal. Ada yang kepalanya terbelah. Ada yang salah satu tangannya putus. Dan, ada yang badannya putus dan tinggal setengah. Perjalanan dilanjutkan. Beberapa menit kemudian, bus berhenti lagi. Mogok di jalur utara Alas Roban yang menurun.

Biyan pun mengajak penumpang lain bernama Pak Ridwan untuk mencari makan. Kebetulan ada sebuah warung dan mereka pun masuk dan melihat makanan di etalase kosong. Mereka melihat seorang wanita yang membelakangi mereka sambil mencuci piring kemudian menghentikannya dan memangil ibu tersebut untuk memesan makanan. Ibu itu mengangguk tanpa menoleh pada mereka. Biyan dan Pak Wawan kembali ke bagian tengah warung. Mereka berpapasan dengan seorang remaja laki-laki. Usianya sekitar 15 tahun. Badannya tinggi kurus. Mengenakan kaus dan berbalut sarung.

Lama mereka menunggu, makanan tak kunjung disajikan. Biyan pun menghampiri wanita tersebut. Ia dibuat terkejut kala ibu tadi berubah tampilannya seperti matanya satu. Sebelah kanan. Mata kirinya rusak. Hancur berdarah-darah. Dia tidak memiliki hidung. Mulutnya lebar. Seperti robek sampai ke kuping kanan dan kiri. Dia menyeringai. Taringnya mencuat. remaja laki-laki di samping ibu itu ikut membalikkan badannya. Sarung yang melilit pinggangnya terlepas. Kedua kaki remaja laki-laki itu tidak kelihatan. Tertutup oleh bulu-bulu yang sangat lebat. Hitam dan panjang. Badan kurus remaja laki-laki itu perlahan berubah. Membesar. Menjadi hitam. Berbulu lebat. Kepalanya hampir menyentuh langit-langit warung. Matanya menjadi merah menyala. Menatap Biyan dengan tajam. Mulutnya menyeringai. Bertaring.

Biyan langsung berlari mengajak Pak Wawan keluar dengan memecahkan kaca, yang berakibat pada kaki Pak Wawan terluka. Keduanya berlari mengejar bus yang ternyata telah meninggalkan keduanya. Begitu berhasil meraih bus, dan masuk ke dalam kejadian menyeramkan tak kunjung berhenti. Bus justru dihadang segerombolan makhluk halus.



Info Digital Tekno
Indeks
Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Info Perbankan
Indeks
Interaktif Solopos
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Emagz Solopos
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Interaktif Solopos
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Solopos Stories
      Part of Solopos.com
      ISSN BRIN
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode