Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

SERBA LIMA : Asal-Usul 5 Bangunan Kuno Ini Masih Belum Terjawab

SHARE
SERBA LIMA : Asal-Usul 5 Bangunan Kuno Ini Masih Belum Terjawab
SOLOPOS.COM - Temple of Jupiter (ufo-contact.com)

Serba lima kali ini tentang lima bangunan kuno dari berbagai negara.

Solopos.com, SOLO – Di berbagai negara kerap ditemukan bangunan kuno atau sisa-sisa reruntuhan bangunan tersebut. Hal itu menjadi sumber penelitian para ahli sejarah atau arkeolog. Namun, dalam prosesnya penelitian yang dilakukan tidak selalu membuahkan hasil. Masih banyak bangunan atau reruntuhan kuno yang sampai sekarang tidak bisa dijelaskan asal usulnya.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Bukan hanya tidak diketahui asal-usulnya. Beberapa bangunan atau reruntuhan kuno juga menyimpan misteri mengenai cara orang zaman dahulu membangunnya dan tujuan dari pembangunan yang dilakukan. Dihimpun Solopos.com dari listverse.com, Minggu (4/12/2016), inilah lima bangunan kuno yang menyimpan misteri besar.

Nan Madol

Nan Madol berupa reruntuhan kota kuno yang berada di Micronesia. Salah satu hal yang membuat Nan Madol menakjubkan adalah kota kuno itu dibangun di ratusan pulau-pulau kecil. Lokasi Nan Madol merupakan pulau yang kerap terendam air, sehingga kota ini disebut mirip dengan Venice.

Salah satu bagian di Nan Madol (beforeitnews.com)

Salah satu bagian di Nan Madol (beforeitnews.com)

Sampai sekarang peneliti belum bisa memastikan secara pasti bagaimana kota itu dibangun. Tak hanya itu, peneliti juga tidak bisa memastikan fungsi dari bangunan-bangunan yang ada di Nan Madol.

Hingga saat ini Nan Madol masih dijelajahi. Peneliti memperkirakan, saat dibangun dulu, warga kota tersebut tanpa alat penarik atau alat-alat dari besi, harus memindahkan kurang lebih 2.000 ton batu setiap tahunnya, selama 400 tahun.

Teotihuacan

Teotihuacan adalah kota kuno yang berada di Meksiko. Terdiri dari berbagai bangunan berbentuk piramid, Teotihuacan disebut pernah memiliki penduduk lebih dari 100.000 orang. Hal itu membuat kota kuno itu salah satu kota terbesar di dunia pada zamannya.

Kota Kuno Teotihuacan (grayline.com)

Kota Kuno Teotihuacan (grayline.com)

Meski beberapa fakta sudah diketahui peneliti, belum ada informasi pasti mengenai penemu atau pendiri kota tersebut. Teotihuacan diprediksi mulai ada 200 tahun sebelum masehi (SM) atau 1.000 tahun sebelum periode Aztec.

Puma Punku

Puma Punku adalah situs arkeologi yang berada di Bolivia. Situs tersebut berupa tanah lapang yang diisi dengan batuan misterius dengan potongan presisi dan lubang dengan bentuk tertentu.  Setiap batu memiliki berat rata-rata 130 ton. Menurut para arkeolog, untuk membentuk batuan di Puma Punku diperlukan alat khusus dan keterampilan tinggi.

Salah satu bagian di Puma Punku (amusingplanet.com)

Salah satu bagian di Puma Punku (amusingplanet.com)

Batuan-batuan di Puma Punku diprediksi ada di tempat itu sejak tahun 530. Sampai saat ini belum ada penjelasan pasti mengenai fungsi batuan di Puma Punku. Arkeolog menyatakan kerusakan beberapa bagian batu menambah kesulitan dalam melakukan penelitian.

Ggantija

Ggantija merupakan situs kuno abad megalitikum yang terletak di Negara Malta. Ggantija berarti Menara Raksasa. Situs kuno ini berupa kuil yang dikelilingi dinding batu. Yang membuat unik situs ini adalah batu-batu yang menjadi bahan kuil merupakan batu-batu besar yang bisa setinggi lima meter.

Kuil Ggantija nampak dari atas (poandpo.com)

Kuil Ggantija nampak dari atas (poandpo.com)

Kuil kuno ini diprediksi sudah ada sejak 3.600 SM. Pada waktu itu di Malta belum ditemukan alat-alat dari besi atau sistem penggunaan roda. Hingga saat ini belum ada teori pasti yang bisa digunakan untuk menjelaskan bagaimana Ggantija dibangun.

Temple of Jupiter

Temple of Jupiter adalah salah satu kuil yang dibangun di jaman Kerajaan Romawi. Kuil ini berada di Kota Baalbek, Lebanon. Salah satu hal misterius yang ada di Temple of Jupiter adalah penggunaan batu untuk pondasinya. Batu yang digunakan dalam pondasi ini sangat besar, sehingga sempat disebut batu terbesar yang pernah digunakan dalam sejarah pembangunan.

Batu ini berjumlah tiga buah dan masing-masing seberat lebih dari 800 ton. Sistem pondasi seperti ini kerap disebut sebagai trilithon. Hingga saat ini, arkeolog belum mengetahui secara pasti tujuan digunakannya teknik trilithon sebagai pondasi. Di Baalbek ada dua batu lain yang belum sempat digunakan sebagai pondasi. Batu-batu itu memiliki ukuran lebih besar dari tiga batu trilithon dengan perkiraan berat lebih dari 1.000 ton.



Kata Kunci : Bangunan Kuno Serba Lima
Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode