Seperti Meteror Jatuh, Satelit Mata-Mata Rusia Gagal Ngorbit

Satelit mata-mata Rusia gagal ngorbit dan jatuh seperti bola api di langit Amerika.
Seperti Meteror Jatuh, Satelit Mata-Mata Rusia Gagal Ngorbit
SOLOPOS.COM - Bola api di langit Amerika rupanya satelit mata-mata Rusia yang gagal ngorbit. (Gambar: www.wxyz.com)

Solopos.com, MICHIGAN – Pemandangan langit yang tak biasa terekam video ramai diperbincangkan warga Michigan, Amerika Serikat, Rabu (20/10/2021) malam waktu setempat. Pemandangan seperti meteor jatuh itu akhirnya diakui Pemerintah Rusia sebagai satelit pengintai yang gagal ngorbit.

Dilansir Detik.com, Jumat (22/10/2021), Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya menyebut peluncuran satelit berhasil. Namun setelah tak lama mencapai ruang angkasa, satelit itu terdeteksi terlihat turun dari ketinggian pesawat ruang angkasa.

Baca Juga: Astronom Menelusuri Eksistensi Misteri Planet Kesembilan yang Gaib

Satelit itu diakuis sebagai pengintai, yakni Cosmos-2551 yang diluncurkan pada 9 September dari Kosmodrom Plesetsk Rusia. Satelit itu gagal bertahan tak lama setelah peluncuran.

Mengutip 7abs News lewat laman wxyz.com, bola api terekam video dan warga di Michigan tenggara bisa melihat pemandangan tersebut. Warga di Michigan tenggara, Illinois, Indiana, Kentucky, Ohio, Pennsylvania, Wisconsid bisa melihat bola api jatuh dari langit tersebut.

Mereka sempat menyebut pemandangan itu merupakan bagian dari puncak hujan meteor orinoid. Namun belakangan media menyebut pemandangan itu bukan meteor, melainkan satelit tak dikenal atau badan roket bekas.

Baca Juga: Kursi Penerbangan Antariksa Blue Origin Laku Rp398 Miliar

Kembali ke sumber Detik.com, astronom dan pelacak satelit di Harvard-Smithsonian Center for Astroplysics, Jonathan McDowell menyebut Cosmos-2551 taka akan melukai siapapun saat terjatuh.

“Satelit diperkirakan hanya berbobot sekitar 500 kg, dan tidak ada puing yang diperkirakan mencapai tanah,” katanya.

Menurut McDowell kecepatan satelit itu menurun setelah setiap rotasi karena gesekan dengan atmosfer. Dia menyebut satelit itu telah berkeliling dunia 17 kali sehari sejak diluncurkan.

Baca Juga: Aktor Star Trek Akhirnya Beneran Terbang ke Luar Angkasa

Pemandangan bola api itu dijelaskannya sebagai penampakan kecepatan perjalanan satelit menuju bumi di antara puing-puing luar angkasa dari benda-benda seperti bola api. Objek seperti Cosmos-2551 dikatakan McDowell memiliki kecepatan hanya 27.400 km/jam dan jauh lebih lambat dibanding bintang jatuh.


Kata Kunci : Rusia Meteor SATELIT RUSIA:
Berita Terkait
    Promo & Events
    Honda Motor Jateng
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago