Sendirian di Rumah, Gadis di Sragen Ini Dijaga Warga Satu RT 24 Jam/Hari

Seorang gadis di Sragen terpaksan menjalani isolasi mandiri sendirian di rumah setelah keluarganya diisolasi di Technopark Sragen karena positif Covid-19.
Sendirian di Rumah, Gadis di Sragen Ini Dijaga Warga Satu RT 24 Jam/Hari
SOLOPOS.COM - Seorang warga menggunakan baju hazmat melakukan penyemprotan di lingkungan rumah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di lingkungan wilayah Kelurahan Sragen Wetan, Sragen, Kamis (24/12/2020). (Istimewa/Nugroho)

Solopos.com, SRAGEN -- Kepedulian warga di lingkungan salah satu rukun tetangga (RT) di wilayah Kelurahan Sragen Wetan, Sragen, patut dicontoh. Warga satu RT, baik laki-laki dan perempuan, berjibaku membantu seorang gadis yang masih duduk di Kelas XI SMA yang sedang isolasi mandiri di rumah sendirian.

Gadis yang diketahui bernama Olin itu terpaksa tinggal sendiri di rumah karena anggota keluarga lainnya menjalani isolasi mandiri di Technopark Sragen sejak Rabu (23/12/2020) lalu.

Para warga membantu kebutuhan sembako, kebutuhan cuci, hingga menjaga rumahnya selama 24 jam setiap hari. Komunikasi tetangga dengan Olin dilakukan hanya menggunakan aplikasi Whatsapp. Seorang tokoh warga setempat, Nugroho, 44, saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (26/12/2020), mengisahkan awalnya ayah Olin meninggal dunia sekitar 10 hari lalu. Ia dimakamkan dengan protokol kesehatan. Setelah dua hari dimakamkan, Nugroho menyampaikan hasil swab test keluar dan ternyata terkonfirmasi positif Covid-19.

Bupati Sragen: Ayo Tetap Disiplin 3M!

“Akhirnya seluruh anggota keluarga dilakukan swab test, termasuk pakdenya yang warga Sambirejo. Pakdenya ini sempat tinggal di situ selama tiga hari setelah ayahnya Olin meninggal. Hasil swab test keluar. Ternyata ibunya, kakaknya, dan pakdenya positif. Hanya Olin yang negatif. Tiga anggota keluarga Olin menjalankan isolasi mandiri di Technopark,” ujar Nugroho.

Awalnya, Olin takut tinggal di rumah sendirian. Nugroho mengatakan warga berusaha membujuk Olin mau di rumah dan akan dijaga warga siang dan malam. Akhirnya, Olin mau tinggal di rumah.

Penuhi Semua Kebutuhan

“Para ibu kalau menunggui Olin dari pagi sampai Magrib. Kalau butuh makan atau butuh apa tinggal komunikasi lewat WA. Butuh makan atau apa tinggal komunikasi lewat WA dan langsung dikirim ibu-ibu. Saat malam giliran para bapak yang berjaga dari Isya sampai Subuh. Selama dua hari berjaga di jalan depan rumah karena masih khawatir tertular kalau berjaga di teras rumah. Setelah dua hari disemprot disinfektan, para bapak pun baru berani berjaga-jaga di teras rumah.

Bantuan Jadup Korban Covid-19 Sragen Hanya untuk Keluarga Terkonfirmasi

“Ini sebenarnya wujud Jogo tonggo. Jadi Jogo Tonggo di lingkungan ini tidak sekadar memberi sembako kepada keluarga yang isolasi mandiri di rumah. Tetapi juga memenuhi kebutuhan untuk mencuci, sabun mandi, dan seterusnya. Bahkan sampai berjaga 24 jam untuk tetangga,” ujar Nugroho.

Warga masih melakukan penyemprotan disinfektan secara bertahap. Selama sepekan penyemprotan dilakukan dua kali. Di lingkungan itu ada 11 orang yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19. Ketua RT setempat juga baru pulang dari isolasi mandiri di Technopark. Masih ada dua orang warga setempat yang dirawat di RSUD Sragen dan Gemolong dan masih beberapa warga yang menjalani isolasi mandiri di Technopark.

“Selain keluarga Olin, ada satu keluarga itu yang terdiri atas enam anggota keluarga tapi lima orang di antaranya terkonfirmasi positif. Sekarang dari 11 orang yang terkonfirmasi, satu orang meninggal, tiga orang di technopark, dua orang di rumah sakit dan lima orang sembuh,” ujarnya.


Berita Terkait
    Promo & Events
    Honda Motor Jateng
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago