[ X ] CLOSE

Sempat Keguguran, Begini Kronologi Pengantin Di Sragen Batal Gelar Hajatan Karena Covid-19

Kronologi hajatan di Blimbing, Sragen, batal bermula saat pengantin perempuan keguguran kemudian terkonfirmasi positif Covid-19.
Sempat Keguguran, Begini Kronologi Pengantin Di Sragen Batal Gelar Hajatan Karena Covid-19
SOLOPOS.COM - Ilustrasi kursi untuk hajatan. (Istimewa)

Solopos.com, SRAGEN -- Acara hajatan warga Desa Blimbing, Sambirejo, Sragen, yang batal pada Minggu (30/5/2021), karena Covid-19 berawal dari pengantin perempuan yang keguguran.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Solopos.com, pengantin perempuan itu keguguran pada Rabu (26/5/2021) malam sehingga dibawa ke rumah sakit. Pengantin perempuan yang sudah akad nikah beberapa bulan lalu itu kemudian dikuretase.

Pada Kamis (27/5/2021), sepasang pengantin dan kedua orang tua pengantin putri dites swab PCR semua dan spesimennya dikirim ke RSUD dr Moewardi Solo. Hasil swab test polymerase chain reaction (PCR) yang keluar pada Sabtu (29/5/2021) menyatakan mereka positif Covid-19.

Baca Juga: Pengantin & Orang Tuanya Positif Covid-19, Hajatan Di Blimbing Sragen Batal

Sepasang pengantin dan orang tuanya kini melakukan isolasi mandiri di rumah kosong bekas rumah simbah mereka. Sedangkan acara hajatan warga Blimbing, Sragen, yang sedianya digelar Minggu itu terpaksa batal gara-gara konfirmasi positif Covid-19 tersebut.

Kepala Desa Blimbing, Kecamatan Sambirejo, Sragen, Margono, saat dihubungi Solopos.com, Minggu siang, menghadapi dilema. Namun akhirnya ia memerintahkan pembatalan hajatan itu demi keselamatan banyak orang.

“Pasangan pengantin itu sebenarnya sudah akad nikah sudah beberapa bulan, bahkan hampir setahun lalu. Nah, rencananya resepsi pernikahan mereka dilakukan Minggu ini,” jelas Margono.

Baca Juga: Gara-Gara Mengambil Rokok, Pemancing Karanganyar Tenggelam di WKO

Margono menerangkan hajatan batal itu juga atas perintah Satgas Covid-19 Kabupaten Sragen melalui Camat Sambirejo yang kemudian memerintahkan kepada satgas desa untuk membatalkan hajatan.

Undangan Hajatan Telanjur Menyebar

Namun demikian, Margono mengatakan karena undangan yang sudah telanjur menyebar, para tamu yang datang tetap diterima tetapi dengan cara drive thru dan tatanan kursi dihilangkan.

Pada sisi lain, dari pihak pengantin laki-laki (besan) yang berasal dari Kedawung, Sragen, juga tetap datang pada Minggu karena sudah telanjur masak-masak.

Baca Juga: Sragen Keras Lur! Tamu Undangan Mendadak di-Swab Antigen di Lokasi Hajatan

Camat Kedawung Sragen, Nugroho Dwi Wibowo, menyampaikan hanya delapan orang dari pihak besan yang datang ke lokasi hajatan pada Minggu itu. “Delapan orang itu rencana dilakukan swab di Puskesmas Kedawung 2 pada Senin besok [hari ini],” kata Wibowo.

Kepala Puskesmas Sambirejo, dr. Wisnu Retnaningsih, mengatakan sudah menggelar tracing empat kasus positif Covid-19 membuat hajatan di Blimbing, Sragen, itu batal, Minggu. “Jadi di Blimbing itu kan belum ada hajatan apa pun. Semua dibatalkan. Jadi masih aman. Tamu tidak ada. Besan juga tidak ada,” katanya.

Baca Juga: Zona Merah, Sragen Peringkat Ke-5 Peningkatan Kasus Covid-19 Tertinggi Di Jateng

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi melalui Kabag Ops Polres Sragen Kompol Dudi Pramudia menyampaikan Polres Sragen tidak mengeluarkan izin hajatan. Kalau pun terpaksa tetap ada hajatan, Polres Sragen mengimbau wajib dengan banyu mili dan sajian hidangan diberikan secara drive thru.

“Kami dari kepolisian tidak mengizinkan adanya hajatan karena Sragen menjadi zona merah. Untuk mengantisipasi sebaran Covid-19, polisi terus bergerak setiap Sabtu dan Minggu untuk testing dengan antigen di sejumlah hajatan warga,” katanya.



Berita Terkait
    Promo & Events
    Ekspedisi Ekonomi Digital 2021
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago