top ear
Spanduk pengumuman penutupan sementara Umbul Pelem, Desa Wunut, Kecamatan Tulung terpasang di pintu masuk objek wisata itu, Minggu (20/9/2020). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
  • SOLOPOS.COM
    Spanduk pengumuman penutupan sementara Umbul Pelem, Desa Wunut, Kecamatan Tulung terpasang di pintu masuk objek wisata itu, Minggu (20/9/2020). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Sempat Buka 3 Pekan, Objek Wisata Air Klaten Tutup Lagi

Objek wisata air termasuk Umbul Pelem Klaten kembali harus ditutup setelah sempat buka selama beberapa pekan di masa pandemi Covid-19.
Diterbitkan Senin, 21/09/2020 - 06:00 WIB
oleh Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso
3 menit baca

Solopos.com, KLATEN -- Objek wisata air Klaten yang sempat buka selama beberapa pekan terakhir tutup lagi. Penutupan itu menyusul belum ada regulasi yang membolehkan objek wisata air buka selama pandemi Covid-19.

Sejumlah objek wisata air yang sempat buka yakni Umbul Pelem Desa Wunut, Kecamatan Tulung, dan Umbul Manten Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo. Kedua objek wisata air yang bersebelahan itu sempat buka selama dua hingga tiga pekan terakhir.

Pengelola menutup kembali dua objek wisata air itu mulai Senin (21/9/2020). Penutupan itu menyesuaikan surat edaran (SE) Setda Klaten No. 556/559/13 perihal penutupan sementara kolam renang dan sejenisnya selama masa pandemi Covid-19.

Menang Grand Prize Solopos Virtual Cycling 2020, Warga Jogja Ini Ngaku Sempat Tak Percaya

Direktur Utama Badan Usaha Milik (BUM) Desa Sumber Kamulyan, Desa Wunut, Klaten, Saryanto, menjelaskan objek wisata air Umbul Pelem buka kembali sejak tiga pekan terakhir tepatnya 20 hari lalu.

Salah satu alasan yang melatarbelakangi pembukaan kembali objek wisata air itu lantaran faktor ekonomi. Selama enam bulan terhitung sejak pertengahan Maret, aktivitas Umbul Pelem lumpuh.

Biaya Operasional

Meski tanpa pedapatan, biaya operasional jalan terus seperti biaya perawatan serta gaji karyawan yang berjumlah sekitar 12 orang.

“Alasan pertama karena setiap bulan kami juga harus menggaji karyawan. Kalau terus menerus tidak ada pemasukan, kami menggaji dari mana?,” kata Saryanto saat berbincang dengan Solopos.com, Minggu (20/9/2020).

Faisol Rifqi Asal Serengan Gantikan Danang Liestianto Jabat Ketua Pemuda Pancasila Solo

Tak hanya itu, pembukaan kembali objek wisata air Klaten itu juga karena ada komplain dari tenaga kuliner. Mereka mengeluh keluarganya sulit mencari makan, karena satu-satunya sumber pendapatan dari umbul itu.

Saryanto mengatakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 diterapkan selama tiga pekan terakhir. Setiap pengunjung wajib pakai masker ketika memasuk objek wisata. Ada pemeriksaan suhu serta wajib mencuci tangan mereka.

Sebanyak dua kali dalam sepekan ada penyemprotan disinfekstan. Saban hari ada penggantian air pada kolam renang.

Gibran-Teguh dan Bajo Siapkan Strategi Khusus Jika Tahapan Pilkada Solo 2020 Jalan Terus, Apa Itu?

“Jadi setiap pagi airnya selalu baru. Ada pembatasan jumlah pengunjung. Kami sistemnya buka tutup. Ketika kami lihat bagian dalam pengunjung sudah hampir penuh, kami tutup dulu pintu masuk sampai pengunjung berkurang,” kata Saryanto.

Kemampuan Finansial

Saryanto menjelaskan pada akhir pekan selama objek wisata air Klaten itu buka, jumlah pengunjung sekitar 2.000 orang/hari. Pada hari biasa atau bukan akhir pekan, jumlah pengunjung sekitar 400 orang/hari. “Kapasitas Umbul Pelem 6.000-8.000 orang,” urainya.

Saryanto mengaku tak mengetahui sampai kapan umbul itu harus tutup. Pengelola menunggu petunjuk Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten untuk membuka kembali objek wisata itu.

Positif Covid-19, Satu Peserta Absen Tes SKB CPNS Solo

Mengenai kemampuan finansial BUM desa, Saryanto menjelaskan masih cukup untuk membiayai operasional Umbul Pelem termasuk menggaji karyawan selama enam ulan ke depan.

“Harapan kami Pmbul Pelem secepatnya ada izin buka lagi mengingat pertimbangan Desa Wunut kemampuan ekonominya dari Umbul Pelem. Termasuk untuk membiayai premi BPJS seluruh warga Wunut,” katanya.

Direktur BUM Desa Sinergi, Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Imron, mengatakan selama dua pekan terakhir objek wisata air Umbul Manten buka untuk umum dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Update Situasi Corona Solo: 2 Hari Tambah 13 Kasus Positif, Kumulatif 589

“Kurang lebih dua pekan lalu kami buka. Tetapi Insyaallah Senin tutup karena dapat surat dari Setda Klaten,” kata Imron.

Perawatan

Ia pun tak mengetahui hingga kapan penutupan itu bakal berlangsung. Meski tutup, Imron menjelaskan perawatan umbul jalan terus.

“Harapan saya pemerintah bisa memberikan solusi untuk biaya perawatan objek wisata kami khususnya dan umumnya semua objek wisata Klaten. Karena kami mengumpulkan dana itu sisa dari usaha pengelolaan wisata yang dimotori BUM desa dan terus dikembangkan,” kata Imron.

Tambahan Kasus Covid-19 Indonesia Hari Ini Nyaris 4.000 Orang

Setelah ada pengembangaan, Imron mengatakan malah ada musibah pandemi Covid-19 sehingga akhirnya harus tutup. Biaya operasional tidak ada karena objek wisata tutup oleh pemerintah.

Sejumlah pengunjung berharap objek wisata air Klaten bisa buka kembali dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Seperti kata sejumlah remaja asal Kartasura, Sukoharjo, kepada Solopos.com di Umbul Manten.

“Harapannya bisa tetap buka dengan pembatasan jumlah pengunjung,” kata Septian.


Editor : Profile Suharsih
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini