Selepas Lebaran, Vaksin Warga Lansia Di Kota Solo Tak Sampai 80%

Banyaknya warga lansia yang takut menjadi salah satu penyebab program vaksinasi lansia tak mencapai target.
SHARE
Selepas Lebaran, Vaksin Warga Lansia Di Kota Solo Tak Sampai 80%
SOLOPOS.COM - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Pasar Gede, Sabtu (27/2/2021). (Solopos-Farida Trisnaningtyas)

Solopos.com, SOLO — Hingga pekan kedua Mei 2021, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo masih terus mengejar capaian vaksinasi warga lanjut usia (lansia). Kendati sudah menempuh sejumlah cara, partisipasi program nasional dari kategori itu jauh dari harapan.

Dari target sebanyak 49.983 warga lansia, capaiannya baru 79,7%. Sementara capaian petugas pelayanan publik sudah lebih dari 150% dari target 32.566 orang.

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Solo, Siti Wahyuningsih, meminta masyarakat yang memiliki warga lansia untuk segera mendaftar ke puskesmas maupun kelurahan sesuai domisili.

“Informasinya mereka takut, ya, meski kami tak henti edukasi. Nah, orang-orang terdekat dari warga lansia ini seharusnya aktif. Kami butuh bantuan masyarakat. Jadi, bukan hanya tugas dari petugas kesehatan,” kata dia, dihubungi Solopos.com,, Minggu (16/5/2021).

Baca Juga: 20 Warga Satu Lingkungan Positif Covid-19, Satgas Solo: Waspada Klaster Kumpul Keluarga!

Ning, panggilan akrabnya, mengatakan sejumlah cara dilakukan agar target vaksinasi warga lansia di Kota Bengawan tercapai. Di antaranya, menyebar tautan resmi melalui laman https://dinkes.surakarta.go.id/, dan pendataan melalui petugas kelurahan. Selain itu ada pula layanan go show atau langsung memvaksin warga lansia yang datang ke puskesmas, serta pendataan melalui kader posyandu lansia.

“Pelaksanaan vaksinasi bagi lansia sampai Juni, karena Juli sudah mulai tahap ketiga,” jelasnya.

Sasaran pada tahap ketiga adalah masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi. Kemudian pada tahap ke-empat adalah masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan klaster sesuai ketersediaan vaksin. “Distribusi vaksin lancar, karena kami termasuk prioritas,” imbuh Ning.

Saat ini pelayanan vaksin dilakukan di 17 puskesmas, 3 klinik, dan 19 rumah sakit. Ia menyebut sejumlah tantangan pelaksanaan vaksinasi di antaranya adalah masyarakat yang tidak sabar. Pemahaman masyarakat yang masih kurang terhadap kategori dalam tiap tahapan juga menjadi kendala, dan konsistensi terhadap petunjuk teknis pemerintah pusat yang kurang optimal.

Baca Juga: Puluhan Pedagang & Pengunjung Pasar Klithikan Notoharjo Solo Dites Antigen, Ini Hasilnya

“Kami ingin vaksinasi lansia ini segera mencapai target mengingat tahap ketiga dan keempat jumlah sasarannya lebih banyak,” tandasnya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago