top ear
SELEKSI REKTOR UGM : KASN Ancam Seleksi Ulang Jika ...
  • SOLOPOS.COM
    Mahasiswa asing di UGM (JIBI/Harian Jogja/dok. Humas UGM)

SELEKSI REKTOR UGM : KASN Ancam Seleksi Ulang Jika ...

Diterbitkan Sabtu, 15/04/2017 - 15:20 WIB
oleh Solopos.com/Arif Wahyudi/JIBI/Harian Jogja
3 mnt baca -

Seleksi Rektor UGM, muncul isu adanya kecurangan

Harianjogja.com, JOGJA - Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Sofian Effendi menegaskan proses seleksi pemilihan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) dapat dibatalkan alias diulang dari awal jika dalam perjalanannya terbukti ada tindak kecurangan yang dilakukan para kandidat. Padahal proses pemilihan tersebut saat ini sudah sampai tahap akhir. Dari awal diikuti delapan kandidat, kini mengerucut tinggal tiga kandidat yang akan dipilih oleh Majelis Wali Amanat (MWA).

"Ya, bisa diulang kalau ada bukti yang betul," kata Sofian menanggapi dugaan adanya persekongkolan dan kecurangan pada proses pemilihan Rektor UGM sebagaimana rilis yang diterima Harianjogja.com, Kamis (13/4/2017) malam.

Menurut dia, proses pembatalan atau pengulangan seleksi bakal calon sepenuhnya adalah kewenangan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti). Jika Menristekdikti meminta pendapat KASN terkait dugaan proses yang tidak fair tersebut, Pihaknya bisa memberi masukan dan rekomendasi.

Selain itu, jelas Sofyan, KASN juga bisa langsung memberi rekomendasi jika menerima pengaduan tersebut. Hanya saja jika tanpa adanya laporan, KASN tidak bisa tiba-tiba memberikan rekomendasi kepada Menrsitekdikti.

Untuk itu, Sofian meminta pihak-pihak yang memiliki bukti persekongkolan dan kecurangan untuk segera membuat pengaduan kepada KASN. Hingga saat ini KASN belum menerima pengaduan seperti itu.

"Kami menunggu, karena kalau tidak ada pengaduan, maka kami tidak bisa memberikan rekomendasi kepada Menristekdikti," tandas mantan Ketua MWA itu.

Ia mengatakan, dugaan adanya persekongkolan dan kecurangan dalam proses pemilihan Rektor UGM tersebut bisa menjadi bom waktu. Seharusnya, menurut Sofyan,  proses berjalan adil karena masyarakat luar turut mengawasi dan memperhatikan proses tersebut.

"Ini kan universitas, yang menjadi pusat perhatian masyarakat. Seharusnya mengedepankan keilmuan saja tanpa ada unsur politik," kata Sofian.

Sementara itu, anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan mengatakan Menristekdikti bisa bertindak tegas terhadap proses pemilihan Rektor UGM. Jika memang ditemukan bukti kecurangan dan persekongkolan, Menristekdikti bisa segera bertindak, termasuk membatalkan proses sebelumnya.

"Pembatalan itu kewenangan Menristekdikti. Namun, kami berharap agar Menrsitekdikti bersikap adil dalam proses pemilihan Rektor UGM," kata Sofyan Tan.

Menristekdikti, menurut dia, memang harus menangani persoalan itu secepatnya, karena jika dibiarkan, justru akan memunculkan kondisi kotraproduktif pada lembaga pendidikan tersebut.

"Apalagi, Menristekdikti sudah menargetkan bahwa UGM harus masuk ke dalam jajaran 500 perguruan tinggi terbaik di dunia. Jangan gara-gara pemilihan rektor, terjadi perpecahan di dalam masyarakat kampus,"
katanya.

Untuk itu, Sofyan Tan berharap agar pihak-pihak yang menemukan kecurangan dan bukti persekongkolan agar segera melapor sehingga dugaan kasus tersebut bisa terbuka. DPR sebagai wakil rakyat dengan tegas menolak segala bentuk persekongkolan dan kecurangan dalam proses pemilihan Rektor UGM.

"DPR adalah wakil rakyat dan rakyat menginginkan kedilan. Artinya, siapa yang menjadi Rektor UGM harus yang terbaik yang juga terpilih melalui cara-cara yang baik. DPR tetap ingin agar tidak ada nuansa politik dalam pemilihan tersebut," kata Sofyan Tan.

LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja


berita terkait