Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Selamat! Solo Raih Predikat Kota Layak Anak Kategori Utama Untuk Kali Keempat

Kota Solo kembali meraih penghargaan sebagai Kota Layak Anak kategori Utama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).
SHARE
Selamat! Solo Raih Predikat Kota Layak Anak Kategori Utama Untuk Kali Keempat
SOLOPOS.COM - Ilustrasi anak-anak (Freepik)

Solopos.com, SOLO — Kota Solo meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) Kategori Utama kali keempat dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Penghargaan ini disampaikan melalui siaran virtual di Kota Solo, Kamis (29/7/2021). Sementara kawasan tanpa rokok (KTR) menjadi tantangan terbesar untuk meraih KLA paripurna.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPPAPM) Kota Solo, Sri Wardhani Poerbowidjojo, menjelaskan Penghargaan KLA terdiri dari lima peringkat. Yakni Pratama, Madya, Nindya, Utama, dan Paripurna. Kota Solo berhasil mempertahankan KLA Utama kemarin.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

“Sejak 2011 Kota Solo mendapatkan Madya. Kemudian Nindya tiga kali. Utama empat kali sejak 2017,” kata dia kepada Solopos.com, Jumat (30/7/2021).

Dia menjelaskan Kota Solo mendapatkan KLA Utama bersama Surabaya, Jogja, dan Denpasar. Pemkot Solo menargetkan minimal mempertahankan penghargaan KLA Utama atau mempertahankan pada 24 indikator KLA.

“Untuk menjadi KLA paripurna ada tantangan besar berkaitan dengan kawasan bebas dari asap rokok,” jelasnya.

Ketua Yayasan Kakak Solo, Shoim Sahriyati, menjelaskan Kota Solo sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) No.9/2019 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Namun, masih ada PR mengenai implementasi Perda tersebut dan masih adanya iklan rokok.

“Ini membutuhkan dorongan masyarakat. Yayasan Kakak menjadi salah satu bagian organisasi masyarakat yang mendorong untuk itu. Kami ada koalisi KTR supaya Solo membuat kebijakan untuk pengendalian rokok. Anak-anak juga menyuarakan,” paparnya.

Menurut Shoim, larangan iklan menjadi salah satu syarat mulai masuk Nindya. Kebijakan pemerintah pusat juga memiliki kaitan mengenai KLA melalui PP No.109/2012 yang didalamnya mengatur larangan iklan rokok.

“Kalau sebelumnya belum pelarangan, tapi pengaturan. Tetapi di dalam PP itu pun ada satu pasal pemerintah daerah bisa membikin aturan untuk pelarangan iklan. Tergantung kebijakan tingkat daerah. Tapi kadang daerah melihat aturan melihat tingkat pusat,” jelasnya.

Dia mengatakan revisi PP No.109/2012 harus ada larangan iklan rokok. Negara yang berkomitmen menargetkan prevalensi perokok anak turun dengan regulasi akan mempermudah kabupaten/kota mengembangkan aturan pelarangan iklan.

Dia menambahkan, menurut beberapa riset, iklan mempengaruhi anak-anak untuk merokok. Sejumlah Pemda kabupaten/kota di Indonesia sudah membuat peraturan larangan iklan rokok. “Sebenarnya di Kota Solo kami tunggu. KLA membutuhkan komitmen kepada daerahnya,” jelasnya.



Kata Kunci : Kota Solo Kota Layak Anak
Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode