Selain Sukarelawan, PMI dan UNS Solo Juga Bawa Bantuan ke Lumajang

PMI dan UNS Solo tidak hanya mengirim sukarelawan tetap juga memberikan bantuan untuk masyarakat korban erupsi Semeru di Lumajang yang membutuhkan.
Selain Sukarelawan, PMI dan UNS Solo Juga Bawa Bantuan ke Lumajang
SOLOPOS.COM - Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Solo memasukkkan bantuan logistik dan obat-obatan ke dalam ambulans untuk diberangkatkan di Markas PMI Solo, Senin (6/12/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Palang Merah Indonesia atau PMI Kota Solo dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo memberangkatkan tim sukarelawan yang juga membawa sejumlah bantuan untuk penanganan pascaerupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur.

Pekan ini ada 11 sukarelawan dari PMI dan 12 sukarelawan dari UNS yang berangkat ke lokasi bencana di Kabupaten Lumajang. Mereka diarahkan untuk menjangkau wilayah yang masih minim bantuan dan tenaga sukarelawan.

Pada Selasa (5/12/2021) pagi, sukarelawan PMI mengikuti apel kesiapsiagaan dan pemberangkatan di Kantor PMI Solo, Jebres. Apel juga diikuti perwakilan sukarelawan UNS Solo.

Baca Juga: 3 Dokter UNS dan Sukarelawan Tim SAR Bakorlak Bertolak ke Lumajang

CEO PMI Solo, Sumartono Hadinoto, mengatakan tim sukarelawan yang terjun ke Lumajang memiliki sejumlah tugas yakni membantu evakuasi korban, pengobatan, serta asesmen lokasi yang butuh bantuan. “Mereka akan berada di lokasi sepekan ke depan,” ujar Sumartono saat ditemui wartawan seusai apel.

Ia mengatakan PMI Solo intens berkoordinasi dengan PMI Lumajang dan instansi setempat terkait penempatan 11 sukarelawan PMI Solo. Dalam apel, Sumartono mengarahkan para sukarelawan menyisir daerah-daerah yang masih minim bantuan.

Daerah Terisolasi

Informasi yang diterima PMI, sejumlah desa di Lumajang masih terisolasi karena kerusakan infrastruktur seperti jembatan. “Walaupun lokasinya cukup sulit, kami akan mencoba menembus daerah yang belum banyak dibantu. Kami berkomunikasi terus dengan pemangku wilayah agar kerja sukarelawan dapat efektif dan terarah,” ujarnya.

Baca Juga: Wah, UNS Solo Bangun Kampus di Jakarta, Dana Sudah Siap Rp50 Miliar

Menurut Sumartono, tak menutup kemungkinan PMI akan memberangkatkan tim kedua apabila kebutuhan bantuan di lokasi masih tinggi. Selain bantuan tenaga, PMI Solo membawa ribuan masker, tabung oksigen, obat-obatan, 200 selimut dan biskuit ke Lumajang. “Kami menunggu hasil tim asesmen. Kalau memang dibutuhkan, kami akan kirim lagi pekan depan.”

Perwakilan sukarelawan UNS yang juga Direktur Rumah Sakit UNS Solo, Hartono, mengatakan ada 12 personel yang terdiri dari unsur sukarelawan mahasiswa pencinta alam dan SAR, dokter, perawat, pembantu umum dan driver yang diberangkatkan ke Lumajang.

Seperti PMI, sukarelawan UNS bakal ditempatkan di lokasi yang masih minim bantuan di Lumajang. “Info yang kami dapat, masih banyak jenazah yang belum ditemukan. Ada pula desa-desa terisolasi yang perlu disisir untuk pengobatan dan bantuan sembako,” ujarnya.


Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago