top ear
Tutup Iklan

Siswa SDN Jamintoro 03 belajar di tenda polisi di Desa Jamintoro, Sumberbaru, Jember, Jawa Timur, Senin (2/12/2019). (Antara)
  • SOLOPOS.COM
    Siswa SDN Jamintoro 03 belajar di tenda polisi di Desa Jamintoro, Sumberbaru, Jember, Jawa Timur, Senin (2/12/2019). (Antara)

Sekolah Rusak Berat, Siswa SDN di Jember Belajar di Tenda Polisi

Siswa SDN Jamintoro 03 di Jember belajar di tenda polisi karena ruang kelas mereka rusak berat.
Diterbitkan Senin, 2/12/2019 - 20:05 WIB
oleh Solopos.com/Newswire
2 menit baca

Solopos.com, JEMBER -- Para siswa SDN Jamintoro 03 di Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, terpaksa belajar di tenda darurat, Senin (2/12/20019). Pihak sekolah tak berani mengadakan kegiatan belajar mengajar di ruang kelas yang rusak berat.

"Hari ini puluhan siswa belajar di tenda darurat karena yang penting anak-anak aman dan aktivitas kegiatan belajar mengajar tetap berjalan," kata Kepala SDN Jamintoro 03, Dimyati, seperti dikutip Antara.

Jumlah ruang kelas yang rusak ada tiga unit. Kerusakannya terbilang parah. Bangunan terlihat rapuh dan tiga ruangan itu disekat menjadi lima bagian.

"Tiga ruang kelas tersebut sudah rusak berat, namun hanya satu ruang kelas yang layak ditempati untuk belajar mengajar, namun kami tidak bisa berbuat banyak atas kondisi itu karena kerusakan itu sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan Jember," tambah Dimyati.

Selama ini puluhan siswa belajar di teras rumah warga dan musala di sekitar sekolah apabila hujan mengguyur. Karena mereka khawatir atap ruang kelas yang lapuk jatuh akan ambruk menimpa siswa seperti yang terjadi di Pasuruan.

"Hari ini puluhan siswa belajar di tenda darurat yang didirikan Polres Jember bersama jajarannya dan tenda tersebut didirikan pada Jumat [29/11/2019] sore," katanya.

Dimyati mengemukakan jumlah siswanya tak banyak. Total siswa kelas I hingga VI sebanyak 37 siswa. Ini karena letak sekolah yang terpencil dan di sekitar sekolah di tempati sekitar 55 kepala keluarga saja.

Sementara itu, Kapolsek Sumberbaru, AKP Subagyo, mengaku sudah meninjau sekolah tersebut. Ia mengatakan atap ruang kelas rapuh dan beberapa plafon berlubang, sehingga mengkhawatirkan kalau terjadi hujan deras disertai angin kencang.

"Saat hujan turun, biasanya puluhan siswa itu akan belajar di teras rumah dan musala warga yang berada tidak jauh dari lokasi sekolah demi keamanan," ujarnya.

Editor : Profile Kaled Hasby Ashshidiqy
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja

Iklan Baris

berita terkini