[x] close
top ear
Ilustrasi Virus Corona (Solopos/Whisnupaksa)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi Virus Corona (Solopos/Whisnupaksa)

Sekolah di Sragen Libur Sepekan Mulai TK Sampai SMP, MTs Masuk 2 Hari Untuk Ujian

Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati menginstruksikan sekolah dari jenjang TK hingga SMP di Sragen libur selama sepekan mulai Senin (16/3/2020).
Diterbitkan Minggu, 15/03/2020 - 19:53 WIB
oleh Solopos.com/Tri Rahayu
2 menit baca

Solopos.com, SRAGEN -- Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati menginstruksikan sekolah dari jenjang taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah pertama (SMP) di Sragen libur selama sepekan mulai Senin (16/3/2020).

Hal itu untuk kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi penyebaran virus corona di Sragen.

Namun Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sragen tetap meminta madrasah tsanawiyah (MTs) masuk sekolah karena ada Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBN-BK).

Kepala Kantor Kemenag Sragen Hanif Hanani saat dihubungi Solopos.com, Minggu (15/3/2020), menyampaikan semua sekolah di bawah Kemenag juga libur sepekan mengikuti ketentuan surat edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen kecuali MTs.

Keraton Kasunanan Surakarta Ditutup Untuk Umum Seusai Solo Berstatus KLB Corona

Dia mengatakan MTs tetap masuk pada Senin-Selasa (16-17/3/2020) karena ada UAMBN-BK. Dia mengatakan UAMBN-BK itu untuk siswa kelas IX sedangkan siswa yang lain mengikuti ujian Disdikbud.

“Ada 29 MTs di Sragen, yakni delapan MTs negeri dan 21 MTs swasta. Besok saya berencana memantau pelaksanaan ujian itu. Ujian hanya dua hari. Ujian itu menjadi salah satu penentuan kelulusan siswa madrasah,” ujar dia.

Kepala MTsN 5 Sragen, Aris Suprapto, mengatakan ujian ini wajib dilaksanakan tetapi tergantung pada server di pusat. Dia mengatakan untuk kepastian ujian atau tidak menunggu Senin pagi.

Virus Corona Mengancam, Tempat Wisata Di Wonogiri Tetap Ramai

Kepala MTsN 8 Kalijambe, Mauwantul Badriyah, mengatakan ada 100 siswa kelas IX akan tetap masuk mengikuti UAMBN-BK selama dua hari. Untuk siswa kelas VII dan VIII belajar di rumah.

Surat Edaran Kewaspadaan Corona

Sementara itu, Kepala Disdikbud Sragen Suwardi mengeluarkan Surat Edaran (SE) No. 421.7/1112/013/2020 tertanggal 14 Maret 2020 tentang Kewaspadaan Dini, Kesiapsiagaan, serta Tindakan Antisipasi Pencegahan Penyebaran Infeksi Covid 19 di Lingkungan Disdikbud Sragen.

Dia mengatakan SE itu dikeluarkan sebagai tindak lanjut rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Sragen di Ruang Citrayasa Rumah Dinas Bupati Sregan pada Sabtu (14/3/2020) lalu.

Tim Siber Polresta Solo Bergerak Buru Penyebar Hoaks Corona

Suwardi menyampaikan tujuh poin dalam SE tersebut, yakni mengingatkan untuk seluruh guru, siswa, dan tenaga kependidikan untuk membudayakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS); siswa dari jenjang pendidikan usia dini (PAUD), TK, SD/MI, SMP/MTs se-Kabupaten Sragen belajar di rumah Senin-Sabtu (16-21/3).

Pendidik dan tenaga kependidikan tetap masuk seperti biasa untuk melaksanakan tugas administrasi dan kebersihan sekolah. Kegiatan di luar sekolah atau outing class, outbond, study tour, dan sejenisnya ditunda sementara.

Kegiatan yang melibatkan banyak orang ditiadakan, kontak langsung dihindari, dan memedomani SE Kemendikbud No. 3/2010. “SE itu ditujukan langsung kepada satuan pendidikan se-Kabupaten Sragen,” ujarnya.

Banner SBBI
Editor : Profile Suharsih
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini