Sekolah di Klaten Kembali Daring Sambil Tunggu Evaluasi Uji Coba PTM
Solopos.com|soloraya

Sekolah di Klaten Kembali Daring Sambil Tunggu Evaluasi Uji Coba PTM

Kepala Dinas Pendidikan Klaten, Wardani, Sugiyanto, mengatakan untuk saat ini PTM belum bisa diperluas menyusul belum semua guru menerima vaksinasi Covid-19.

Solopos.com, KLATEN – Kelanjutan pembelajaran tatap muka atau PTM sekolah di Kabupaten Klaten masih menunggu evaluasi dari pemkab setempat maupun Pemprov Jateng.

Seperti diketahui, uji coba PTM digelar di lima sekolah yakni SMKN 3 Klaten, SMAN 3 Klaten, MAN 1 Klaten, MTsN 3 Klaten, dan SMPN 2 Klaten pada 5-16 April 2021. Sekolah tersebut sesuai penunjukan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Wakil Kepala Bidang Humas SMAN 3 Klaten, Kusnadi Pujianto, mengatakan kelanjutan PTM di SMAN 3 Klaten menunggu hasil evaluasi dari dinas terkait.

“Sementara pembelajaran kembali ke daring sambil menunggu evaluasi,” kata Kusnadi saat dihubungi Solopos.com, Minggu (18/4/2021). Kusnadi memastikan tak ada catatan pelaksanaan protokol yang diterapkan di SMAN 3 Klaten.

Baca juga: Sedih Rumahnya Kena Tol Solo-Jogja, Warga Klaten Ini Pajang Replika Stoom Walls

Penerapan protokol sekolah itu dinilai sudah baik dan menjadi salah satu percontohan. Protokol itu seperti proses screening suhu tubuh sebelum dan sesudah pembelajaran, membuat jalur masuk dan keluar sekolah berbeda.

Selain itu, guru disebar ke berbagai sudut sekolah untuk memastikan siswa tak berkurumun dan mengarahkan siswa menuju ruang kelas kelompok mereka.

Tempat penjemputan ketika pulang sekolah pun tak lepas dari pengawasan untuk memastikan para penjumput dan siswa yang menunggu jemputan tak berkerumun dan tetap menjaga jarak.

Baca juga: Dukuh Ngendegan Klaten Lockdown, PTM di SD Aisyiyah Pandes Ikut Terdampak

Para tamu juga wajib melewati protokol yang sudah disiapkan yakni memindai barcode yang terpajang di depan sekolah untuk proses screening secara virtual.

“Tidak ada [evaluasi protokol yang sudah diterapkan]. Untuk SMAN 3 Klaten dikatakan sudah bagus. Harapan kami semua sekolah bisa menjalankan protokol kesehatan dan menerapkan dengan membuat SOP PTM dengan baik,” kata Kusnadi.

Sepekan Untuk Proses Evaluasi

Wakil Kepala Bidang Humas SMPN 2 Klaten, Tonang Juniarta, juga menjelaskan masih menunggu evaluasi pelaksanaan uji coba dari pemkab maupun pemprov.

"Ada waktu sekitar sepekan untuk proses evaluasi. Sambil menunggu, pembelajaran daring tetap jalan. Sebenarnya kemarin [saat uji coba PTM] pembelajaran daring tetap ada. Jadi kemarin itu dilakukan dengan blended learning," jelas Tonang.

Baca juga: Klaster-Klaster Baru Bermunculan, Grafik Kasus Covid-19 Klaten Terus Naik

Tonang memastikan uji coba PTM bergulir tanpa timbul kasus persebaran Covid-19. Soal jumlah siswa yang saban hari ikut PTM secara tatap muka, Tonang mengatakan fluktuatif.

“Setiap hari bervariasi antara 86 persen hingga 100 persen. Kalau secara umum rata-rata tingkat kehadiran sekitar 85 persen,” jelas Tonang.

Terkait kemungkinan perluasan sekolah yang bisa mengikuti PTM, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten, Wardani, Sugiyanto, mengatakan untuk saat ini belum bisa diperluas menyusul belum semua guru menerima vaksinasi Covid-19.

Baca juga: Kisah Misteri Makam Dayakan Klaten: Penunggunya Usil

Sesuai ketentuan pembatasan dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro, salah satu syarat sekolah menggelar uji coba PTM yakni tenaga pendidik maupun non pendidik sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Sebelumnya, Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan pelaksanaan PTM berjalan lancar sesuai dengan protokol kesehatan. Dia mengakui siswa di berbagai tingkatan cenderung memilih PTM ketimbang mengikuti pembelajaran secara daring.

Namun, pemkab tak bisa serta merta menambah jumlah sekolah yang menggelar PTM lantaran tetap mempertimbangkan perkembangan kasus Covid-19.




Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler

Espos Premium
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago