top ear
Ilustrasi kereta api. (Youtube)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi kereta api. (Youtube)

Sejumlah Perjalanan Kereta Api di Madiun Dibatalkan Karena Corona

PT KAI Daop VII Madiun membatalkan sejumlah perjalan kereta api terkait wabah corona.
Diterbitkan Kamis, 26/03/2020 - 12:05 WIB
oleh Solopos.com/Newswire
3 menit baca

Solopos.com, MADIUN -- Sejumlah perjalanan kereta api (KA) yang melintasi Madiun, Jawa Timur, dibatalkan. Sebagian lagi dikurangi jadwalnya.

Kebijakan ini terkait status darurat virus corona (Covid-19) dan imbauan untuk tidak bepergian.

Perjalanan KA yang dibatalkan antara lain KA Logawa dan KA Gaya Baru Malam Selatan. Perjalanan kereta api ini ditiadakan seluruhnya mulai 1 April-17 Juni 2020.

Sedangkan beberapa KA yang dikurangi relasi perjalanannya antara lain KA Argo Wilis, KA Turangga, KA Malabar, dan KA Mutiara Selatan.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) VII Madiun menyebut ini untuk mengurangi mobilitas warga di tengah ancaman wabah corona.

Jembatan Trunojoyo di Ponorogo Ambrol Karena Sampah Bambu

"Kalau sebelumnya, keempat kereta api keberangkatan Jawa Timur itu tujuan akhirnya Jakarta, baik Gambir maupun Pasar Senen. maka mulai hari ini 25 Maret sampai 17 Juni, kereta api tersebut hanya sampai Stasiun Bandung," ujar Manager Humas PT KAI Daop VII Madiun, Ixfan Hendriwintoko, kepada wartawan di Madiun, Rabu (25/3/2020), seperti dilansir Antara.

Pengembalian Tiket

Terkait pembatalan dan perubahan relasi beberapa kereta api itu, KAI akan menghubungi calon penumpang yang sudah memesan tiket jauh-jauh hari melalui Contact Center KAI 121.

Jika calon penumpang dialihkan ke kereta api lain dan mendapat kelas yang sama atau lebih tinggi, KAI tidak akan mengenakan penambahan bea. Sebaliknya, jika dialihkan lalu mendapat kelas yang lebih rendah, maka KAI akan memberikan bea pengembalian selisih harga tiketnya di stasiun kedatangan. Dengan batas waktu pengembalian tiga hari dari tanggal yang tertera di tiket.

Bakal Ada Tradisi Yang Hilang Pada Lebaran Tahun Ini

"Namun jika penumpang tidak berkenan dialihkan perjalanannya ke kereta api lain dan memilih membatalkan perjalanannya, maka bea tiket akan kami kembalikan secara penuh di luar bea pesan. Pembatalan tiket dapat dilakukan di stasiun yang telah ditunjuk," kata dia.

Secara nasional, PT KAI (Persero) mengurangi jumlah perjalanan kereta api hingga 19,4% sebagai dampak status darurat bencana Corona yang ditetapkan pemerintah.

"Secara nasional, KAI mengurangi perjalanan sebanyak 103 perjalanan kereta api per hari mulai 2 April 2020. Sehingga jumlah perjalanan KA per harinya turun dari 532 kereta api per hari menjadi 429 kereta api per hari," kata Ixfan.

Ini Jurus Pemkot Madiun Hadapi Covid-19

Pengurangan jumlah perjalanan KA ini dilakukan bertahap, mulai 21 Maret 2020 (tahap 1), 26 Maret 2020 (tahap 2), dan 1 April 2020 (tahap 3). Adapun perincian KA yang dibatalkan sampai dengan tahap 3 adalah 72 KA jarak jauh dan 31 KA lokal atau total 103 perjalanan KA.

"Sehingga jumlah perjalanan kereta api mulai 2 April 2020 tersisa 429 kereta api. Dengan perincian 182 kereta api jarak jauh dan 247 kereta api lokal per harinya," katanya.

Ia menambahkan tidak semua jadwal kereta api dalam suatu rute perjalanan dibatalkan. Adapun yang dibatalkan adalah kereta api yang memiliki jadwal alternatif. Sehingga penumpang memiliki pilihan jadwal keberangkatan lain jika tetap memutuskan untuk berangkat.

Pemkab Ponorogo Minta Warga Tak Pergi Keluar Kota

"Kebijakan yang diambil oleh manajemen KAI ini sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah dalam mengurangi penyebaran virus corona. Dan Seperti harapan kita bersama, semoga wabah ini segera berakhir, sehingga perjalanan kereta api bisa normal kembali," urai Ixfan.

Editor : Profile Kaled Hasby Ashshidiqy
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja

Iklan Baris

berita terkait