Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Sejarah Hari Pramuka di Indonesia, Sudah Tahu Belum?

Jelang peringatan Hari Pramuka pada 14 Agustus 2022 mendatang, ketahui sejarahnya.
SHARE
Sejarah Hari Pramuka di Indonesia, Sudah Tahu Belum?
SOLOPOS.COM - Ilustrasi kegiatan Pramuka di Indonesia. (Freepik,com)

Solopos.com, SOLO-Sebagai generasi muda sebaiknya tahu sejarah peringatan Hari Pramuka di Indonesia yang selalu diperingati setiap tanggal 14 Agustus.   Gerakan ini juga terdapat di berbagai negara di dunia dan memiliki sejarah panjang.

Sebutan internasional untuk gerakan kepanduan adalah scouting atau scout movement. Gerakan ini dicetuskan oleh Robert Stephenson Smyth Baden-Powell atau dikenal pula sebagai Lord Baden-Powell. Dia seorang anggota angkatan darat di Inggris. Dikutip dari semarangkota.go.id disebutkan antara tahun 1906-1907, ia menulis buku Scouting for Boys. Intinya, buku ini merupakan panduan bagi remaja untuk melatih keterampilan dan ketangkasan, cara bertahan hidup, hingga pengembangan dasar-dasar moral.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Apa yang dicetuskan Robert Baden-Powell ini kemudian menyebar ke seluruh dunia. Hari lahir Robert Baden-Powell yakni tanggal 22 Februari diperingati sebagai Hari Pramuka Internasional. Ia lahir di London pada 22 Februari 1857.

Baca Juga: Lepas 16 Pramuka Penggalang Ikut Jamnas 2022, Bupati Boyolali Pesan Ini

Sejarah Pramuka di Indonesia sebenarnya gerakan kepanduan ini sudah ada sejak zaman kolonial Hindia Belanda. Pada 1916, Mangkunagoro VII memprakarsai berdirinya Javaansche Padvinders Organisatie.

Setelah itu, bermunculan gerakan-gerakan sejenis yang dikelola oleh organisasi-organisasi pergerakan, sebut saja Hizbul Wathan (Muhammadiyah), Nationale Padvinderij (Boedi Oetomo, Sarekat Islam Afdeling Padvinderij (Sarekat Islam), Nationale Islamietische Padvinderij (Jong Islamieten Bond), dan lain-lain.

Mengutip Bisnis.com, Kamis (11/8/2022), menurut Panduan Museum Sumpah Pemuda (2009), gerakan Kepanduan di tanah air yang berlingkup nasional dimulai pada 1923 dengan berdirinya Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung dan Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO) di Batavia, lalu dilebur menjadi Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO) pada 1926. Adapun istilah Pramuka resmi digunakan untuk menyebut gerakan kepanduan nasional baru terjadi cukup lama setelah Indonesia merdeka, tepatnya pada 14 Agustus 1961.

Baca Juga: 354 Pramuka Garuda Karanganyar Dilantik, 16 Dilepas Ke Cibubur

Idenya bermula dari gagasan Presiden Soekarno yang ingin menyatukan seluruh gerakan kepanduan di Indonesia. Maka, setiap tanggal 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka. Misi utama gerakan Pramuka adalah untuk mendidik pemuda dan pemudi Indonesia, dari usia anak-anak, demi meningkatkan rasa cinta tanah air dan bela negara.

Istilah Pramuka dicetuskan oleh Sri Sultan Hamengkubuwana IX, terinspirasi dari kata Poromuko yang berarti pasukan terdepan dalam perang. Namun, kata Pramuka dijabarkan menjadi Praja Muda Karana yang berarti “Jiwa Muda yang Gemar Berkarya”.

Baca Juga:  Sebelum Ikut Pesta Siaga Sragen, Peserta Wajib Vaksin Dosis Kedua Dulu

Sultan HB IX menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka pertama dan terpilih kembali sampai 4 periode selanjutnya hingga 1974. Ia berjasa melambungkan Pramuka Indonesia hingga ke luar negeri. Maka, gelar Bapak Pramuka Indonesia kemudian disematkan kepada Raja Yogyakarta ini.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul Sejarah Hari Pramuka di Indonesia, Diperingati Setiap Tanggal 14 Agustus 2021



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode